Naik 5,43%, Penumpang KAI Daop 3 Cirebon Tembus 2,1 Juta

Rabu, 08 Juli 2026 | 00:25:01 WIB
Penumpang Daop 3 Cirebon Tembus 2,1 Juta pada Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon membukukan angka sebanyak 2.138.947 pelanggan yang memanfaatkan jasa transportasi kereta api sepanjang rentang Januari—Juni 2026. 

Akumulasi tersebut memperlihatkan kenaikan sebesar 5,43% membandingkan capaian pada periode yang identik di tahun sebelumnya yang mencatatkan 2.028.698 pengguna.

Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin memaparkan, dari total pergerakan penumpang sepanjang paruh pertama tahun ini, tercatat sebanyak 1.076.822 individu melakukan keberangkatan dari jajaran stasiun di area kerja Daop 3 Cirebon, sementara 1.062.125 individu lainnya merupakan penumpang datang.

Rekam data internal KAI memperlihatkan bahwa arus pergerakan penumpang masih berpusat pada deretan stasiun yang memegang peran sebagai poros kegiatan ekonomi di area Pantura.

 Stasiun Cirebon didapuk menjadi stasiun paling padat dengan akumulasi mencapai 889.443 pengguna. Jumlah tersebut terbagi atas 445.231 orang yang berangkat dan 444.212 orang yang datang.

Di bawah posisi tersebut, pergerakan penumpang tersebar di beberapa stasiun berikut:

Stasiun Cirebon Prujakan: 352.073 pelanggan

Stasiun Jatibarang: 285.836 pelanggan

Stasiun Brebes: 213.840 pelanggan

Stasiun Haurgeulis: 148.020 pelanggan

Muhibbuddin mengutarakan bahwa tingginya volume penumpang di lima stasiun tersebut merefleksikan signifikansi peran jalur rel dalam menyokong dinamika pergerakan ekonomi di wilayah setempat.

Tiga stasiun utama yang meliputi Cirebon, Cirebon Prujakan, dan Jatibarang, bahkan sukses menyerap lebih dari 1,5 juta pelanggan atau menyumbang sekitar 71% dari agregat penumpang Daop 3 Cirebon sepanjang semester pertama tahun ini. Untuk Stasiun Cirebon sendiri mendominasi sekitar 42% dari total sirkulasi penumpang di zona operasional Daop 3.

Angka tersebut mempertegas kedudukan Kota Cirebon sebagai poros utama perjalanan masyarakat sekaligus pusat aktivitas perekonomian di bagian timur Jawa Barat. Mobilitas yang konsisten merangkak naik ini merefleksikan indikator bahwa roda ekonomi regional tetap berputar aktif. 

Jalur kereta api tidak semata mengakomodasi perjalanan antarkota, melainkan ikut merekatkan konektivitas kawasan industri, sektor perdagangan, pusat edukasi, hingga koridor jasa di sepanjang jalur Pantura.

Menurut pandangan Muhibbuddin, eskalasi kuantitas penumpang ini memperlihatkan bahwa transportasi berbasis rel kian memperoleh kepercayaan tinggi sebagai moda andalan masyarakat. Variabel ketepatan waktu, efisiensi dari segi biaya, serta keterhubungan antardaerah menjadi stimulus yang mendorong melesatnya minat penggunaan transportasi kereta api.

Terkini