Baznas Hadirkan Kampung Zakat Tenun di Lima Puluh Kota

Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:00:31 WIB
Baznas Luncurkan Kampung Zakat untuk Mustahik di Sumbar [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI merilis Program Kampung Zakat atau Zakat Community Development (ZCD) di Nagari Ampalu, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, sebagai langkah mengokohkan pemberdayaan ekonomi mustahik lewat pengembangan usaha tenun berbasis komunitas.

Pimpinan Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Mokhamad Mahdum, dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu menyebutkan Program Kampung Zakat ialah bentuk kerja sama lintas pemangku kepentingan guna memaksimalkan pendayagunaan dana zakat dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

"Melalui program ini, zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik," katanya.

Mahdum menguraikan pengembangan ekonomi dalam Program Kampung Zakat di Nagari Ampalu, direalisasikan lewat penerapan Program Zakat Community Development (ZCD) yang menitikberatkan pada pemberdayaan kelompok tenun.

Program itu adalah buah kerja sama antara Baznas RI, Kementerian Agama RI lewat Program Kampung Zakat, serta Baznas Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan total dana mencapai Rp638.279.390,- bagi 45 orang penerima manfaat.

"Anggaran program berasal dari kolaborasi Baznas RI sebesar Rp403.630.000,- and Baznas Kabupaten Lima Puluh Kota sebesar Rp234.649.390,-. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan ekonomi kreatif masyarakat berbasis potensi lokal," ujarnya.

Secara teknis, Mahdum menuturkan penghasilan ekstra mustahik diestimasikan naik dari Rp576.741,- per bulan di tahun pertama menjadi Rp1.226.074 per bulan di tahun kedua.

"Dengan demikian, rata-rata pendapatan mustahik yang sebelumnya sekitar Rp1,5 juta per bulan diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp2,1 juta pada tahun pertama dan Rp2,7 juta pada tahun kedua," ucapnya.

Di samping kenaikan penghasilan, Mahdum mengutarakan volume produksi juga diestimasikan melonjak. 

Produksi kain songket dibidik naik dari 40 lembar menjadi 80 lembar per bulan, sementara produksi kain tenun baju menanjak dari 75 lembar menjadi 150 lembar per bulan pada tahun kedua.

"Untuk mendukung pengembangan usaha tersebut, Baznas memberikan bantuan berupa dua pasang alat tenun bukan mesin (ATBM) modifikasi untuk produksi sarung dan selendang, lima unit alat tenun baju, bahan baku tenun, pelatihan pengembangan usaha, serta pembangunan rumah produksi," lanjut dia.

Mahdum menyertakan, program ini bakal dikawal sepanjang tiga tahun supaya penerima manfaat bisa memajukan usahanya secara berkelanjutan.

Ia mendambakan Program Kampung Zakat di Nagari Ampalu dapat menjadi teladan pemberdayaan zakat yang sanggup meningkatkan taraf hidup mustahik sekaligus memicu kemunculan komunitas ekonomi yang berdikari di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah memberikan apresiasi atas peresmian Program Kampung Zakat oleh Baznas RI di Nagari Ampalu, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Ia menganggap Program Kampung Zakat yang digulirkan Baznas RI searah dengan ikhtiar pemerintah daerah dalam memperkokoh ekonomi warga berbasis potensi lokal.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap mendukung keberlanjutan Program Kampung Zakat Baznas sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat. Kami berharap kolaborasi antara Baznas dan Pemprov Sumbar terus diperkuat melalui berbagai program strategis agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," kata Mahyeldi.

Terkini