Sabtu, 28 Maret 2026

Trans Indonesia Kembangkan Kabel Laut Jakarta–Manado Strategis

Trans Indonesia Kembangkan Kabel Laut Jakarta–Manado Strategis
Trans Indonesia Kembangkan Kabel Laut Jakarta–Manado Strategis

JAKARTA - PT Trans Indonesia Superkoridor (TIS) menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk pengembangan kabel laut Jakarta–Manado pada 3 Desember 2025. 

Proyek ini menjadi bagian dari Trans Indonesia Global Connectivity System (TGCS) Phase 2.

Langkah ini menunjukkan komitmen TIS untuk membangun backbone telekomunikasi nasional yang andal dan mendukung transformasi digital di seluruh Indonesia.

Baca Juga

Harga BBM Naik 28 Maret 2026, Daftar Lengkap Terbaru Seluruh Indonesia Hari Ini

Strategi Memperkuat Posisi Digital Indonesia

Revolin Simulsyah, Direktur Utama TIS, menegaskan bahwa pengembangan jalur Jakarta–Manado adalah bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia sebagai digital hub di kawasan Asia Pasifik.

“Kami ingin memastikan TIS tidak hanya mengikuti, tetapi memimpin pertumbuhan kebutuhan digital Indonesia,” ujarnya. Proyek ini juga menjadi fondasi untuk konektivitas berkapasitas tinggi di wilayah timur Indonesia.

TGCS Phase 1 dan Rencana Ekspansi

Sebelumnya, TIS membangun subsea cable TGCS Phase 1 yang menghubungkan Jakarta–Batam. Jalur ini berfungsi sebagai interkoneksi DC-to-DC strategis antara pusat data.

Kini, Phase 2 diarahkan ke kawasan timur, termasuk Manado, untuk memperluas kapasitas jaringan, meningkatkan ketahanan, dan menjangkau lebih banyak wilayah. Potensi data center di Makassar dan Manado menjadi alasan penting ekspansi ini.

Peran Kritis Kabel Laut dalam Telekomunikasi

Jaringan kabel laut memegang peranan penting karena membawa 99% traffic data global, jauh lebih besar dibanding infrastruktur terrestrial. Selain itu, kabel laut juga berfungsi sebagai jalur proteksi jika terjadi gangguan pada jaringan terrestrial.

Dengan interkoneksi DC-to-DC, layanan cloud, hyperscale, dan digital dapat tersedia secara menyeluruh di seluruh wilayah, memastikan kontinuitas layanan digital nasional.

Manfaat dan Dampak Jangka Panjang

Proyek ini diproyeksikan meningkatkan kapasitas broadband nasional, menurunkan latensi, serta membuka peluang pengembangan data center dan layanan digital baru di Indonesia timur.

Selain itu, kabel laut Jakarta–Manado mendukung kesiapan Indonesia menghadapi lonjakan permintaan data, serta memperkuat posisi ekonomi digital dalam skala regional.

Indonesia Menuju Era Digital Terpadu

Dengan penandatanganan LOI TGCS Phase 2, TIS memperlihatkan langkah konkret untuk memperkuat infrastruktur digital nasional. Jalur Jakarta–Manado menjadi elemen strategis dalam memastikan akses digital cepat, andal, dan merata di seluruh Indonesia.

Proyek ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai digital hub di Asia Pasifik, seiring peningkatan permintaan data center dan layanan digital berkapasitas tinggi.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Pangan Nasional Sabtu Ini Cabai Rawit Merah Rp84.500 Ayam Rp43.550

Harga Pangan Nasional Sabtu Ini Cabai Rawit Merah Rp84.500 Ayam Rp43.550

Harga Pangan Depok Pasca Lebaran Stabil, Cabai Rawit Masih Rp120 Ribu Kilogram

Harga Pangan Depok Pasca Lebaran Stabil, Cabai Rawit Masih Rp120 Ribu Kilogram

Pendapatan ABM Investama Turun 13,5 Persen Akibat Tekanan Harga Batu Bara Global

Pendapatan ABM Investama Turun 13,5 Persen Akibat Tekanan Harga Batu Bara Global

Strategi Pemerintah Antisipasi Krisis Pangan Nasional Saat Ancaman El Nino Menguat

Strategi Pemerintah Antisipasi Krisis Pangan Nasional Saat Ancaman El Nino Menguat

Harga Pangan Nasional Berfluktuasi Cabai Melonjak Telur Naik Pasokan Masih Dikendalikan Pemerintah

Harga Pangan Nasional Berfluktuasi Cabai Melonjak Telur Naik Pasokan Masih Dikendalikan Pemerintah