Jaga Keandalan Pasokan Listrik, 30 Ribu Lebih Personel PLN Electricity Services Siaga Selama Idul Adha 1447 H
- Selasa, 26 Mei 2026
Jakarta, 26 Mei 2026 – PLN Electricity Services (PLN ES) menegaskan komitmennya dalam mendukung keandalan pasokan listrik nasional selama periode Siaga Idul Adha 1447 H melalui kesiapan menyeluruh personel, peralatan kerja, serta sistem pengamanan kelistrikan di wilayah Jawa, Sumatera, dan Bali.
Sebagai entitas pendukung operasional PLN Group, PLN ES menyiagakan lebih dari 30 ribu tenaga kerja, dengan 21.103 personel siaga yang tersebar di 18 Unit Induk Distribusi/Wilayah/Transmisii/Pembangkitan PLN, dan 2 Anak Perusahaan/Sub Holding PLN. Pengamanan difokuskan pada lokasi prioritas seperti masjid, lapangan pelaksanaan Salat Idul Adha, pusat keramaian masyarakat, fasilitas publik, serta lokasi VVIP guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan perayaan Idul Adha dengan aman dan nyaman.
Untuk mendukung operasional di lapangan, PLN ES menyiapkan 2.098 unit mobil, 2.876 unit motor, 25 unit crane, 1 skylift, 15 perahu, serta 14 unit Starlink dalam kondisi siap pakai. Selain itu, SOP komunikasi pascagangguan dan pelaksanaan apel siaga terus diperkuat melalui koordinasi intensif dengan unit-unit PLN terkait.
Baca JugaPupuk Indonesia Siap Pasok Agroinput demi Swasembada Bawang Putih, Impor Masih 90%
Direktur Utama PLN ES, Susiana Mutia, menegaskan bahwa kesiapan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada kualitas dan keselamatan sumber daya manusia.
“Momentum Idul Adha merupakan salah satu periode penting yang membutuhkan keandalan pasokan listrik agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas dengan nyaman. PLN ES memastikan seluruh personel siaga bekerja sesuai SOP dan standar K3 dengan dukungan sistem pengawasan dan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan,” ujar Susiana Mutia.
Penguatan disiplin dan budaya keselamatan kerja dilakukan melalui berbagai inisiatif, antara lain implementasi Aplikasi Safely, Raport Individu TAD, ES-Edu berbasis e-learning, serta SureCam sebagai sistem pengawasan berbasis early warning. Seluruh alat kerja dan alat pelindung diri (APD) juga dipastikan dalam kondisi baik dan layak digunakan, dengan dukungan material fast moving yang tercukupi, tim Drone OASIS untuk pemetaan jaringan terdampak gangguan, serta penyiapan genset dan lampu darurat untuk kondisi khusus.
Di sisi lain, PLN ES juga mendukung ekosistem kendaraan listrik melalui kesiapan operasional SPKLU di berbagai wilayah guna mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat selama libur Idul Adha.
Susiana Mutia menambahkan bahwa kesiapan ini merupakan wujud tanggung jawab PLN ES dalam menjaga kepercayaan publik.
“Kami tidak hanya hadir untuk merespons gangguan, tetapi juga memastikan seluruh sistem, personel, dan peralatan siap sejak awal. Dengan sinergi yang solid bersama PLN Group, kami berkomitmen memberikan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat selama momentum Idul Adha 1447 H,” tutup Susiana Mutia.
Redaksi
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Asing Borong SUN Rp 10,5 Triliun dalam Sehari, Tertinggi Sejak 2019
- Senin, 24 Agustus 2026
Berita Lainnya
Tren Makan Tabungan Meluas, Gadai ValueMax Tetap Bidik Likuiditas
- Minggu, 20 September 2026
Prabowo Soroti Rakyat Belum Sadar Indonesia Digadang Jadi Ekonomi Keempat Dunia 2050
- Minggu, 20 September 2026
OJK Wajibkan Mineral Strategis Lolos Uji Mutu Sebelum Diperdagangkan di BMKS
- Minggu, 20 September 2026
Ultra Voucher (UVCR) Siap Private Placement 200 Juta Saham, Modal buat Ekspansi Bisnis
- Sabtu, 19 September 2026
Terpopuler
1.
Mengenal Soft Productivity, Tren Kerja Santai untuk Cegah Burnout
- 19 September 2026
2.
Ultra Voucher Siapkan Private Placement Sebanyak 200 Juta Saham
- 19 September 2026
3.
BRI Resmikan Gedung Baru BO Kuta, Sediakan Layanan Money Changer
- 19 September 2026
4.
Harga Emas di Pegadaian Sabtu 19 September 2026: Antam, UBS, Galeri 24
- 19 September 2026
5.
TikTok Shop Pangkas Batas Komisi Dinamis Jadi Maksimal Rp60.000
- 19 September 2026











