Kamis, 16 Juli 2026

Prediksi Pertumbuhan Logistik Indonesia 2026 Didukung MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

Prediksi Pertumbuhan Logistik Indonesia 2026 Didukung MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Prediksi Pertumbuhan Logistik Indonesia 2026 Didukung MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

JAKARTA - Sektor logistik dan rantai pasok Indonesia diprediksi tumbuh signifikan pada 2026. Pertumbuhan ini muncul meski dihadapkan pada tantangan global dan biaya logistik yang tinggi.

Proyeksi Pertumbuhan dan Strategi Perusahaan Logistik

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto, memprediksi pertumbuhan sektor logistik mencapai 6%–8% pada 2026. Hal ini didukung analisis ekonomi domestik dan kebijakan pemerintah yang fokus pada konsumsi lokal.

Baca Juga

PTBA Dukung Penegakan Hukum Terhadap Tambang Batu Bara Ilegal

Perusahaan logistik diperkirakan akan lebih selektif dalam ekspansi. Strategi efisiensi biaya dan diversifikasi pemasok atau rute menjadi kunci bertahan di tengah risiko global.

Peran E-Commerce, Cold Chain, dan Third Party Logistics

Pertumbuhan logistik nasional masih ditopang oleh e-commerce, industri pengolahan, dan cold chain. Selain itu, third party logistics (TPL) memainkan peran strategis di tengah tantangan rantai pasok.

Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mulai beroperasi juga diproyeksi menjadi hub logistik strategis Indonesia bagian Tengah-Timur. Hal ini diharapkan meningkatkan konektivitas dan efisiensi distribusi barang.

Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai Penggerak Ekonomi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong modernisasi supply chain pangan. Program ini menekankan ketepatan waktu, mutu, dan keamanan pangan, sehingga forecasting, traceability, dan cold chain menjadi kebutuhan wajib.

Menurut Mahendra, MBG berpotensi berubah dari beban fiskal menjadi mesin penguatan rantai pasok nasional. Sementara, Koperasi Desa Merah Putih memperpendek rantai pasok sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya tawar petani.

Tantangan dan Dukungan Pemerintah

ALI menilai peran pemerintah masih diperlukan untuk menurunkan biaya logistik nasional, yang tercatat sekitar 14,29% dari PDB pada 2023. Transformasi digital, perbaikan infrastruktur, dan harmonisasi regulasi dianggap langkah strategis yang harus dipercepat.

Pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan pada 2025 tercatat 8,78% YoY. Lonjakan ini terjadi karena meningkatnya aktivitas pengiriman barang, baik domestik maupun ekspor-impor.

Sektor transportasi dan pergudangan menjadi salah satu dari tiga sektor jasa dengan pertumbuhan tertinggi. Sektor lainnya adalah jasa perusahaan dan jasa lainnya, yang masing-masing tumbuh 9,10% dan 9,93% YoY.

Outlook Logistik 2026

Dengan dukungan program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan pengembangan IKN, sektor logistik Indonesia diproyeksi mengalami pertumbuhan positif. Transformasi digital dan efisiensi rantai pasok menjadi faktor kunci kesuksesan sektor ini.

Perusahaan logistik yang mampu beradaptasi dengan efisiensi biaya, diversifikasi pemasok, dan teknologi digital diperkirakan akan lebih unggul. Pertumbuhan ini membuka peluang investasi dan penguatan rantai pasok nasional untuk jangka panjang.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Barantin Perkuat Pendampingan Ekspor UMKM ke Pasar Global

Barantin Perkuat Pendampingan Ekspor UMKM ke Pasar Global

Menkop Sebut Gaji Pegawai KDKMP Menyesuaikan Pendapatan Usaha

Menkop Sebut Gaji Pegawai KDKMP Menyesuaikan Pendapatan Usaha

Perisai 2026: BPDP Dorong Inovasi Kelapa Sawit Berkelanjutan

Perisai 2026: BPDP Dorong Inovasi Kelapa Sawit Berkelanjutan

BPDP Siapkan Dana Pendukung Program B50 dan Subsidi Solar Nelayan

BPDP Siapkan Dana Pendukung Program B50 dan Subsidi Solar Nelayan

Fahri Hamzah Diskusikan Rencana Penataan Kota dengan Gubernur DIY

Fahri Hamzah Diskusikan Rencana Penataan Kota dengan Gubernur DIY