Prediksi Pertumbuhan Logistik Indonesia 2026 Didukung MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
- Senin, 23 Februari 2026
JAKARTA - Sektor logistik dan rantai pasok Indonesia diprediksi tumbuh signifikan pada 2026. Pertumbuhan ini muncul meski dihadapkan pada tantangan global dan biaya logistik yang tinggi.
Proyeksi Pertumbuhan dan Strategi Perusahaan Logistik
Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto, memprediksi pertumbuhan sektor logistik mencapai 6%–8% pada 2026. Hal ini didukung analisis ekonomi domestik dan kebijakan pemerintah yang fokus pada konsumsi lokal.
Baca JugaPT Sinar Terang Mandiri Tbk Catat Pertumbuhan Pendapatan dan Aset Sepanjang Tahun 2025
Perusahaan logistik diperkirakan akan lebih selektif dalam ekspansi. Strategi efisiensi biaya dan diversifikasi pemasok atau rute menjadi kunci bertahan di tengah risiko global.
Peran E-Commerce, Cold Chain, dan Third Party Logistics
Pertumbuhan logistik nasional masih ditopang oleh e-commerce, industri pengolahan, dan cold chain. Selain itu, third party logistics (TPL) memainkan peran strategis di tengah tantangan rantai pasok.
Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mulai beroperasi juga diproyeksi menjadi hub logistik strategis Indonesia bagian Tengah-Timur. Hal ini diharapkan meningkatkan konektivitas dan efisiensi distribusi barang.
Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai Penggerak Ekonomi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong modernisasi supply chain pangan. Program ini menekankan ketepatan waktu, mutu, dan keamanan pangan, sehingga forecasting, traceability, dan cold chain menjadi kebutuhan wajib.
Menurut Mahendra, MBG berpotensi berubah dari beban fiskal menjadi mesin penguatan rantai pasok nasional. Sementara, Koperasi Desa Merah Putih memperpendek rantai pasok sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya tawar petani.
Tantangan dan Dukungan Pemerintah
ALI menilai peran pemerintah masih diperlukan untuk menurunkan biaya logistik nasional, yang tercatat sekitar 14,29% dari PDB pada 2023. Transformasi digital, perbaikan infrastruktur, dan harmonisasi regulasi dianggap langkah strategis yang harus dipercepat.
Pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan pada 2025 tercatat 8,78% YoY. Lonjakan ini terjadi karena meningkatnya aktivitas pengiriman barang, baik domestik maupun ekspor-impor.
Sektor transportasi dan pergudangan menjadi salah satu dari tiga sektor jasa dengan pertumbuhan tertinggi. Sektor lainnya adalah jasa perusahaan dan jasa lainnya, yang masing-masing tumbuh 9,10% dan 9,93% YoY.
Outlook Logistik 2026
Dengan dukungan program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan pengembangan IKN, sektor logistik Indonesia diproyeksi mengalami pertumbuhan positif. Transformasi digital dan efisiensi rantai pasok menjadi faktor kunci kesuksesan sektor ini.
Perusahaan logistik yang mampu beradaptasi dengan efisiensi biaya, diversifikasi pemasok, dan teknologi digital diperkirakan akan lebih unggul. Pertumbuhan ini membuka peluang investasi dan penguatan rantai pasok nasional untuk jangka panjang.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
7 Menu Lebaran Tanpa Santan yang Tetap Gurih Nikmat dan Cocok Untuk Keluarga
- Selasa, 17 Maret 2026
11 Ide Lauk Kering Praktis untuk Bekal Perjalanan Mudik Jauh Agar Tetap Nikmat
- Selasa, 17 Maret 2026
8 Inovasi Nastar Kekinian Unik dan Lezat yang Wajib Dicoba Saat Hari Raya
- Selasa, 17 Maret 2026
Tips Menikmati Gohu Ikan Segar Khas Ternate di Meja Berbuka Puasa Praktis
- Selasa, 17 Maret 2026
Berita Lainnya
Deretan Rumah Subsidi di Kabupaten Buleleng Bali yang Bisa Dibeli Hanya Rp 185 Juta
- Senin, 16 Maret 2026
Update Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru Seluruh Indonesia Per 16 Maret 2026
- Senin, 16 Maret 2026













