Kamis, 16 Juli 2026

PGEO Tunjukkan Inovasi Teknologi Panas Bumi Indonesia Melalui Kolaborasi Internasional

PGEO Tunjukkan Inovasi Teknologi Panas Bumi Indonesia Melalui Kolaborasi Internasional
PGEO Tunjukkan Inovasi Teknologi Panas Bumi Indonesia Melalui Kolaborasi Internasional

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menegaskan langkah ekspansi globalnya di sektor panas bumi. Delegasi PGEO mengunjungi lapangan wet steam terbesar di dunia yang dikelola Energy Development Corporation (EDC) di Leyte, Filipina.

Kunjungan ini tidak sekadar studi banding, melainkan bagian dari strategi implementasi teknologi Flow2Max. Misi tersebut bertujuan memperluas jejak bisnis panas bumi Indonesia di level internasional sekaligus memperkuat kapasitas inovasi.

Implementasi Teknologi Flow2Max

Baca Juga

PTBA Dukung Penegakan Hukum Terhadap Tambang Batu Bara Ilegal

Flow2Max merupakan teknologi two-phase flow meter yang memantau aliran fluida secara real-time. Sistem ini memungkinkan operator mengevaluasi kinerja sumur secara presisi dan memprediksi produktivitas dengan akurat.

Selain meningkatkan efisiensi produksi, Flow2Max memperkuat manajemen reservoir. Teknologi ini juga mendukung deteksi dini potensi gangguan teknis pada sumur, sehingga operasional lebih aman dan andal.

Asal Usul Inovasi dan Kolaborasi

Flow2Max dikembangkan melalui riset doktoral Mohamad Husni Mubarok, Ph.D. saat menempuh studi di University of Auckland, kini siap menuju implementasi komersial lintas negara.

Dalam kunjungan ke Leyte, PGEO didampingi PT Sigma Cipta Utama (SCU) dan Ecolab International Indonesia. Pertemuan membahas spesifikasi perangkat, pengukuran lapangan, hingga negosiasi harga sebelum manufaktur dan pemasangan pada Juni 2026.

Pertukaran Pengetahuan dan Pengalaman Operasional

Delegasi PGEO dipimpin Manager Ops. Asset Management & Optimization Jati Permana Kurniawan dan Manager Production & Optimization Excellence Mohamad Husni Mubarok. Mereka berbagi pengalaman pengelolaan sumur superheat dan operasional superheated steam di Indonesia.

Filipina menempati peringkat ketiga kapasitas panas bumi global, setelah Amerika Serikat dan Indonesia. Kolaborasi Indonesia–Filipina dinilai strategis untuk memperkuat ekosistem energi hijau kawasan.

Dampak dan Prospek Komersialisasi Teknologi

Implementasi Flow2Max diharapkan mendukung optimalisasi operasional EDC dan pengelolaan reservoir secara berkelanjutan. Teknologi ini juga membuka peluang pendapatan baru melalui komersialisasi inovasi dalam negeri.

PGEO menegaskan ambisinya menjadi world leading geothermal producer dan geothermal center of excellence. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi hijau global dan menunjukkan panas bumi sebagai arena inovasi serta diplomasi teknologi.

PGEO membuktikan bahwa panas bumi bukan hanya sumber energi, tetapi juga kesempatan untuk mengekspor inovasi teknologi. Kolaborasi internasional dan implementasi Flow2Max menunjukkan Indonesia dapat bersaing di panggung energi hijau dunia.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Barantin Perkuat Pendampingan Ekspor UMKM ke Pasar Global

Barantin Perkuat Pendampingan Ekspor UMKM ke Pasar Global

Menkop Sebut Gaji Pegawai KDKMP Menyesuaikan Pendapatan Usaha

Menkop Sebut Gaji Pegawai KDKMP Menyesuaikan Pendapatan Usaha

Perisai 2026: BPDP Dorong Inovasi Kelapa Sawit Berkelanjutan

Perisai 2026: BPDP Dorong Inovasi Kelapa Sawit Berkelanjutan

BPDP Siapkan Dana Pendukung Program B50 dan Subsidi Solar Nelayan

BPDP Siapkan Dana Pendukung Program B50 dan Subsidi Solar Nelayan

Fahri Hamzah Diskusikan Rencana Penataan Kota dengan Gubernur DIY

Fahri Hamzah Diskusikan Rencana Penataan Kota dengan Gubernur DIY