Sabtu, 11 Juli 2026

Proyek Tol Strategis di Yogyakarta Diprediksi Dongkrak Ekonomi dan Serap Ratusan Ribu Pekerja

Proyek Tol Strategis di Yogyakarta Diprediksi Dongkrak Ekonomi dan Serap Ratusan Ribu Pekerja
Proyek Tol Strategis di Yogyakarta Diprediksi Dongkrak Ekonomi dan Serap Ratusan Ribu Pekerja

JAKARTA - Pembangunan proyek strategis nasional (PSN) berupa jalan tol di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disebut-sebut menjadi penggerak ekonomi baru. Investasi raksasa senilai Rp 18,997 triliun diprediksi mampu menghasilkan total output ekonomi hingga Rp 26,06 triliun.

Manfaat Proyek Tol bagi Sektor Pariwisata dan Tenaga Kerja

Proyek tol ini tidak hanya memperkuat infrastruktur fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Diperkirakan mampu menyerap 203.567 tenaga kerja, dengan sektor pariwisata menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dengan tambahan output mencapai Rp 3 triliun.

Baca Juga

Gus Ipul: Perubahan Desil Penerima KIP Kuliah Bisa Dimutakhirkan

Berdasarkan penelitian dalam jurnal REGION: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif 2026, investasi besar pada konstruksi jalan tol menimbulkan efek ganda signifikan. Selain sektor pariwisata, penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor terkait juga mengalami peningkatan.

Rincian Investasi Proyek Tol di DIY

Total investasi jalan tol di wilayah DIY mencapai Rp 18,997 triliun. Investasi ini berasal dari gabungan proyek Tol Solo-Yogyakarta-YIA senilai Rp 1,65 triliun dan Tol Yogyakarta-Bawen senilai Rp 17,34 triliun.

Analisis mahasiswa PKN STAN menegaskan sektor konstruksi sebagai sektor unggulan. Keterkaitan tinggi sektor ini dengan berbagai sektor hulu dan hilir membuat pembangunan jalan tol menjadi multiplier effect bagi perekonomian DIY.

Output Ekonomi dan Potensi Investasi Baru

Dengan adanya proyek tol, total output ekonomi DIY diprediksi mencapai Rp 26,06 triliun. Selain sektor pariwisata menerima tambahan output Rp 3 triliun, terdapat potensi investasi baru senilai Rp 216,6 miliar yang bisa masuk ke wilayah sekitar.

Selain manfaat ekonomi, proyek ini juga membuka lapangan pekerjaan. Sebanyak 130.819 pekerja terserap di sektor konstruksi, sedangkan sektor terkait pariwisata menyerap 48.501 pekerja.

Ketimpangan Wilayah dan Strategi Pemerataan Manfaat

Meski membawa angin segar, penelitian mencatat ketimpangan wilayah di DIY masih tergolong sedang. Indeks Williamson sebesar 0,4696 menunjukkan aktivitas ekonomi masih sangat terpusat di Kota Yogyakarta, dengan PDRB per kapita Rp 68,33 juta, sementara Kabupaten Gunungkidul hanya Rp 20,04 juta.

Untuk mengatasi ketimpangan, pemerintah daerah disarankan mempercepat konektivitas melalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan Jogja Outer Ring Road (JORR). Langkah ini diharapkan menjangkau daerah pinggiran seperti Bantul dan Gunungkidul sehingga pembangunan jalan tol menjadi penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Prabowo Wanti-wanti Aparat: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan!

Prabowo Wanti-wanti Aparat: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan!

Prabowo: Cerita di Medsos Belum Tentu Benar, Percayalah Pemimpin

Prabowo: Cerita di Medsos Belum Tentu Benar, Percayalah Pemimpin

Prabowo Persilakan TNI-Polri Periksa Dapur MBG, tapi Jangan Jahil

Prabowo Persilakan TNI-Polri Periksa Dapur MBG, tapi Jangan Jahil

Menhaj Soal Usul BPIH Rp107 Juta: Tak Serta-merta Bebani Jemaah

Menhaj Soal Usul BPIH Rp107 Juta: Tak Serta-merta Bebani Jemaah

Menhaj: Angka Kematian Jemaah Haji 2026 Turun 25 Persen

Menhaj: Angka Kematian Jemaah Haji 2026 Turun 25 Persen