Sabtu, 11 Juli 2026

Pertamax Naik, Bupati Lumajang Bolehkan ASN Pakai Pertalite

Pertamax Naik, Bupati Lumajang Bolehkan ASN Pakai Pertalite
Bupati Lumajang Indah Amperawati [FOTO : NET].

JKARTA — Bupati Lumajang Indah Amperawati mengizinkan aparatur sipil negara (ASN) memakai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi demi kepentingan dinas jika memakai kendaraan pribadi. 

Kebijakan tersebut dikeluarkan setelah sebelumnya Indah mengimbau sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) memakai kendaraan pribadi saat melakukan perjalanan dinas dalam kota sebagai langkah efisiensi anggaran.

"Ada beberapa kepala OPD terutama camat yang kegiatannya naik motor dan mobil pribadi," kata Indah di Lumajang, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga

Kemendag Sebut Harga CPO Dunia Berpotensi Terdorong B50

Menurut Indah, pemanfaatan kendaraan pribadi membuat ASN dapat memakai BBM subsidi sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Karena kalau mobil pribadi kan bisa menggunakan Pertalite, kalau plat merah tidak boleh," ujarnya.

Harus Sesuai Ketentuan MyPertamina

Indah memaparkan, pemakaian Pertalite bagi kendaraan pribadi yang digunakan untuk mengemban tugas dinas diizinkan selama kendaraan itu sudah terdaftar serta mempunyai barcode yang selaras dengan regulasi.

"Selama ada barcodenya ya tidak apa-apa, artinya di MyPertamina tercatat, kan sudah ada aturannya terkait CC dan tahun kendaraannya," jelasnya.

Ia menandaskan bahwa ketentuan tersebut cuma berlaku bagi kendaraan yang sanggup memenuhi kriteria penerima BBM subsidi seperti yang didefinisikan oleh pemerintah.

Kenaikan Pertamax Dinilai Bebani Pemda

Indah menyebutkan bahwa lonjakan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax malah memberikan dampak yang lebih besar terhadap pemerintah daerah ketimbang masyarakat luas. 

Menurut dia, kendaraan dinas yang berpelat merah dilarang memakai BBM subsidi sehingga wajib memakai BBM nonsubsidi yang harganya lebih mahal.

"Justru yang terdampak itu Pemkab, karena mobilnya kan pelat merah, jadi kalau isi solar harus yang Pertamina Dex, yang bensin berarti minimal harus Pertamax 92," ujarnya.

Keadaan itu, sambung Indah, berlangsung berbarengan dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran perjalanan dinas yang diterapkan pemerintah pusat sampai 50 persen dari pagu awal.

Walaupun harga Pertamax melonjak, Indah menganggap imbasnya terhadap perekonomian warga Lumajang tidak begitu masif. 

Menurut dia, sebagian besar masyarakat masih memakai BBM subsidi mirip Pertalite dan Bio Solar demi pergerakan aktivitas sehari-hari.

"Kalau masyarakat secara umum tidak (berpengaruh secara ekonomi), karena masyarakat lebih banyak menggunakan Bio Solar sama Pertalite," kata Indah.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

APPBI: Gangguan Listrik Bikin Biaya Operasional Mal Bengkak 200%

APPBI: Gangguan Listrik Bikin Biaya Operasional Mal Bengkak 200%

APPBI Estimasi Libur Sekolah Dongkrak Penjualan Ritel 20%

APPBI Estimasi Libur Sekolah Dongkrak Penjualan Ritel 20%

Harga Telur Ayam di Medan Naik Menjelang Musim Masuk Sekolah

Harga Telur Ayam di Medan Naik Menjelang Musim Masuk Sekolah

ADUPI Nilai PSEL Bali Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

ADUPI Nilai PSEL Bali Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Menekraf Dorong Hilirisasi Kreativitas lewat IndoBuildTech Expo 2026

Menekraf Dorong Hilirisasi Kreativitas lewat IndoBuildTech Expo 2026