Sabtu, 11 Juli 2026

Tekanan Rupiah Memicu Perburuan Aset Dolar, Ini Strategi BRI-MI

Tekanan Rupiah Memicu Perburuan Aset Dolar, Ini Strategi BRI-MI
PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI).

JAKARTA - Volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus berlanjut mendorong investor untuk mengevaluasi kembali komposisi portofolio investasi mereka. 

Tekanan pada rupiah dipicu oleh berbagai faktor eksternal, seperti kebijakan moneter bank sentral AS yang belum akomodatif serta divergensi pertumbuhan ekonomi global. 

Kini, diversifikasi ke aset berdenominasi dolar AS dipandang bukan lagi sekadar aksi spekulasi jangka pendek, melainkan strategi penting dalam perencanaan keuangan jangka menengah dan panjang.

Baca Juga

Harga Emas Antam Sabtu Ini Naik Rp5.000 Jadi Rp2,655 Juta per Gram

Kepala Divisi Corporate Secretary & Communication PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI), Bagus Setyawan, menjelaskan bahwa volatilitas pasar dapat menjadi momentum bagi investor untuk menyeimbangkan kembali alokasi aset mereka. 

"Fokusnya bukan hanya mengelola risiko, tetapi juga mencari peluang diversifikasi yang dapat membantu menjaga keseimbangan portofolio dalam berbagai kondisi pasar," ujarnya, Jumat (12/6/2026). 

Ia menambahkan bahwa eksposur pada mata uang asing kini lebih relevan bagi investor yang memiliki kebutuhan finansial di masa depan terkait mata uang AS.

Sebagai solusi, BRI-MI menawarkan produk reksadana pasar uang berbasis dolar AS, yaitu BRI Seruni Likuid Dolar (BSLD). Produk ini fokus pada instrumen pasar uang dan surat utang berdenominasi dolar dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. 

Sejak diluncurkan pada 10 Juli 2025 hingga 8 Juni 2026, BSLD mencatatkan imbal hasil 3,14% dalam denominasi dolar, atau setara 15,54% jika dikonversi ke rupiah.

Menurut Bagus, likuiditas yang tinggi menjadikan instrumen pasar uang dolar pilihan yang tepat bagi investor yang menginginkan fleksibilitas sekaligus membangun eksposur dolar secara bertahap. 

"Bagi investor yang ingin memiliki eksposur terhadap dolar AS dengan risiko yang terukur dan sesuai kebutuhan likuiditas, instrumen pasar uang dolar dapat menjadi titik awal yang relevan. 

Yang terpenting, setiap keputusan investasi harus disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing," tutup Bagus.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Emas Tiga Jenama di Pegadaian Sabtu Ini: Antam Rp2.762.000

Harga Emas Tiga Jenama di Pegadaian Sabtu Ini: Antam Rp2.762.000

Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Penguatan Rupiah Hari Ini

Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Penguatan Rupiah Hari Ini

Update Harga Emas Antam di Pegadaian, Jumat 10 Juli 2026

Update Harga Emas Antam di Pegadaian, Jumat 10 Juli 2026

Rayakan Satu Dekade, Borobudur Marathon Siapkan Ruang bagi 12.500 Pelari

Rayakan Satu Dekade, Borobudur Marathon Siapkan Ruang bagi 12.500 Pelari

Manfaatkan Dana IPO, RANS Bakal Gelar 16 Konser hingga 2028

Manfaatkan Dana IPO, RANS Bakal Gelar 16 Konser hingga 2028