Biaya Hidup Naik, Lender Fintech Individu Kini Kian Selektif
- Senin, 15 Juni 2026
JAKARTA - Pihak PT Cicil Solusi Mitra Teknologi (Cicil) mengamati bahwa gairah para pemberi dana (lender) perorangan atau individu sejauh ini tetap berada di zona positif, kendati sekarang mereka bertindak jauh lebih selektif dan cermat sewaktu merumuskan keputusan pendanaan.
Berdasarkan penjelasan dari Direktur Cicil, Ivan Joshua Tandika, sikap kehati-hatian tersebut dipicu oleh dinamika tingkat suku bunga, keperluan arus kas (cash flow) personal, impitan beban biaya hidup, hingga kalkulasi yang matang atas faktor risiko.
“Sehiingga para lender lebih berhati-hati dalam melakukan pendanaan di situasi ekonomi saat ini,” ucapnya, dikutip pada Senin (15/6/2026).
Baca JugaAwal Pekan: Rupiah Lesu ke Rp17.997 per Dolar AS, IHSG Sukses Rebound
Walakin, ia menilai atensi dari kelompok lender perorangan sanggup dipertahankan pada level positif lantaran didorong oleh perburuan instrumen alternatif yang menawarkan imbal hasil kompetitif, serta didukung oleh merangkak naiknya indeks literasi keuangan digital publik.
“Serta kepercayaan terhadap platform yang memiliki tata kelola dan manajemen risiko yang baik,” sebut Ivan.
Pada saat ini, pasokan modal pendanaan milik Cicil bersumber dari perpaduan antara kategori lender individu atau ritel dengan pihak lender institusi.
Penyelarasan komposisi ini bertindak sebagai strategi jitu bagi Cicil demi memelihara pasokan sumber pendanaan yang terdiversifikasi, kokoh, serta berkesinambungan.
Bagi Ivan, kontribusi dari kedua lini segmen penanam modal tersebut menolong Cicil dalam mengawal keberlanjutan roda pendanaan sekaligus memperkuat kapasitas penyaluran fasilitas pembiayaan secara lebih bijak (prudent) di tengah situasi ekonomi yang bergulir dinamis.
“Ke depan, Cicil akan tetap mengembangkan kedua segmen lender, baik lender individu/ritel maupun lender institusi. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan,” tegasnya.
Ia menguraikan bahwa kehadiran lender perorangan atau ritel memegang andil besar untuk memperlebar partisipasi publik di dalam ekosistem pendanaan digital, sekaligus mengawal program inklusi keuangan.
Sementara itu, kelompok lender institusi memegang peranan untuk menyokong kapasitas serta stabilitas pendanaan, khususnya dalam mengawal ekspansi bisnis jangka menengah hingga jangka panjang.
“Oleh karena itu, strategi Cicil adalah menjaga keseimbangan antara lender individu/ritel dan lender institusi. Pendekatan ini dilakukan agar struktur pendanaan perusahaan tetap sehat, terdiversifikasi, prudent, dan berkelanjutan,” tutup Ivan.
Sebagai informasi pelengkap, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghimpun catatan per April 2026, di mana nilai pasokan dana industri pinjaman daring (pindar) yang bersumber dari lender perorangan menyentuh angka Rp3,33 triliun.
Di sisi lain, kelompok lender dari sektor perbankan terpantau masih mendominasi total pendanaan pada industri pindar nasional, lewat raihan dana mencapai Rp66,25 triliun atau memakan porsi sebesar 75,59 persen.
Andika Riyan Satriya Nugraha
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












