Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun demi Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- Selasa, 16 Juni 2026
JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menegaskan kesiapannya dalam menyediakan dana untuk membayar pokok Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2023 Seri A yang akan segera jatuh tempo pada 4 Juli 2026.
Melalui laporan resminya, Bank Mandiri memaparkan bahwa obligasi yang akan diselesaikan tersebut memiliki nilai pokok mencapai Rp1,95 triliun.
Manajemen perseroan telah mengamankan alokasi dana yang dibutuhkan guna menuntaskan kewajiban pembayaran pokok obligasi tersebut tepat pada waktunya.
Baca JugaMeredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Penguatan Rupiah Hari Ini
Kebijakan ini merefleksikan kesiapan penuh Bank Mandiri dalam menuntaskan tanggung jawab kepada para pemodal, sekaligus memperkuat kepercayaan pasar atas manajemen keuangan korporasi.
Di samping itu, ketersediaan dana pembayaran ini pun memperlihatkan komitmen kuat perseroan dalam menerapkan tata kelola dana secara hati-hati serta menuntaskan segala kewajiban sesuai dengan lini masa yang ditetapkan.
Melalui rilis keterbukaan informasi tersebut, pihak manajemen tidak mengindikasikan adanya dampak tertentu terhadap roda operasional, aspek hukum, kondisi kas, ataupun kelangsungan bisnis korporasi sebagai akibat dari penyelesaian obligasi ini.
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan atau green bond sendiri merupakan instrumen pendanaan yang dirancang demi menyokong pembiayaan berbagai proyek yang memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan.
Di sisi lain, Bank Mandiri mengonfirmasi bakal mengkaji rencana penyesuaian suku bunga simpanan maupun kredit secara hati-hati pasca-Bank Indonesia (BI) kembali mengerek BI-Rate sebesar 25 basis poin hingga menyentuh level 5,50%.
Strategi ini bakal dijalankan dengan memantau situasi pasar, pergerakan likuiditas, serta manajemen risiko yang terukur.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini memaparkan, ketetapan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada 9 Juni 2026 yang mengerek BI-Rate ke level 5,50 persen menjadi opsi yang tepat demi mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah himpitan eksternal global.
“Terlepas dari arah pergerakan suku bunga, perbankan tetap memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi melalui fungsi intermediasi dan layanan transaksi yang andal,” ujar Novita dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, Bank Mandiri bakal terus memperkokoh strategi ekosistem value chain serta mengoptimalkan kapabilitas digital demi memfasilitasi kebutuhan publik dan sektor usaha secara kontinu.
Sementara itu, berkaitan dengan strategi pricing, perseroan memastikan bahwa setiap langkah penyesuaian suku bunga tabungan ataupun kredit bakal dieksekusi dengan memperhitungkan beragam komponen pasar secara matang.
Andika Riyan Satriya Nugraha
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Rayakan Satu Dekade, Borobudur Marathon Siapkan Ruang bagi 12.500 Pelari
- Jumat, 10 Juli 2026












