Sabtu, 11 Juli 2026

Naik Kelas ke Moto3 Junior, Ini Perubahan yang Dirasakan Ramadhipa

Naik Kelas ke Moto3 Junior, Ini Perubahan yang Dirasakan Ramadhipa
Naik ke Moto3 Junior, Ramadhipa Ceritakan Perbedaan Musim Ini [FOTO : NET].

JAKARTA - Pembalap belia Tanah Air, Muhammad Kiandra Ramadhipa, terus mencatatkan tren performa yang positif pada ajang balap internasional di Eropa. Usai berlaga di kompetisi European Talent Cup (ETC) pada musim lalu, tahun ini ia berkesempatan naik kasta ke ajang Moto3 Junior World Championship. 

Kiprahnya pun dibarengi prestasi manis, di mana Ramadhipa sukses mencetak tiga podium sekaligus merebut dua kemenangan di Magny-Course serta Catalan. Ia kini bertengger di peringkat kelima klasemen berbekal torehan 129 poin.

Bertarung di level yang lebih prestisius pastinya menghadirkan sederet perubahan bagi pembalap kelahiran Sleman, Yogyakarta tersebut. Ramadhipa lantas membagikan pengalamannya terkait perbedaan mencolok yang ia alami jika disandingkan dengan musim sebelumnya.

Baca Juga

Veddriq, Aditya, dan Antasyafi ke Final Series Chamonix 2026

Jomplangnya Performa Motor NSF-R dan NSF-RW

Satu dari sekian perbedaan yang paling signifikan bagi Ramadhipa ialah bergantinya kuda besi yang ia tunggangi. 

Pada kelas ETC musim lalu, ia menunggangi Honda NSF-R, sementara di kelas Moto3 Junior tahun ini ia memacu Honda NSF-RW. Ia membenarkan bahwa kedua motor itu membawa karakter beserta performa yang amat berbeda.

"Perbedaan motornya lumayan jauh karena yang NSF-R itu cukup, maksudnya tidak sekencang yang NSF-RW," ucap Ramadhipa pada sebuah sesi wawancara daring, Senin (15/6/2026).

Bukan sebatas urusan kecepatan puncak, arsitektur motor prototipe Moto3 itu rupanya juga mengharuskannya beradaptasi dengan gaya membalap yang baru.

"Karena juga dari segi geometri sudah berbeda dan juga dari mesinnya juga sangat berbeda. Jadi saya juga perlu adaptasi yang cukup agar bisa perform bagus," terang pembalap berumur 16 tahun tersebut.

Walau begitu, ia mengaku proses penyesuaian dirinya terbilang singkat lantaran ia kadung menyenangi karakter bawaan motor NSF-RW.

Persiapan Lebih Awal dan Matang Sejak Musim Dingin

Di luar urusan teknis tunggangan, Ramadhipa turut merasa kondisinya lebih prima, baik dari segi fisik maupun mental, guna mengarungi musim ini. 

Hal tersebut merupakan hasil dari keputusan ia dan timnya buat menggelar persiapan pramusim lebih awal jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Saya berlatih lebih keras dari sebelumnya tentunya karena saya tahu musim ini pasti tidak mungkin lebih mudah dari musim kemarin," tuturnya.

Langkah memajukan agenda winter camp sukses membikin persiapannya makin matang. Terlebih lagi, ia disokong penuh lewat ketersediaan fasilitas latihan yang ideal dari PT Astra Honda Motor (AHM) sepanjang bermukim di Spanyol, yang memudahkannya untuk mengasah kemampuan secara totalitas.

Lebih Detail Membaca Data untuk Mekanik

Hal terbesar sekaligus krusial yang dirasakan oleh Ramadhipa pada musim ini ialah kemampuannya dalam membaca aspek teknis saat berada di garasi. 

Saat ini, ia tak sekadar fokus memacu motor di trek, melainkan kian mahir meninjau kinerja motornya lewat suguhan data. Keahlian analisis tersebut sangat menunjang kerja samanya bareng tim mekanik demi meracik set-up kendaraan paling optimal setiap kali melakoni akhir pekan balapan.

"Peningkatan yang saya rasakan tahun ini, saya membaca data lebih detail. Jadi mekanik bisa lebih mudah untuk set-up motor saya. Saya rasa peningkatan yang saya rasakan itu sih," kata pembalap pengguna nomor motor #32 itu.

Berkat pemahaman data yang makin mendalam, jalinan komunikasi dua arah antara sang pembalap beserta tim mekanik pun terasa jauh lebih efektif.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Persija Perkuat Lini Pertahanan dengan Datangkan Denis Kolinger

Persija Perkuat Lini Pertahanan dengan Datangkan Denis Kolinger

Desak Made dan Kadek Adi Melaju ke Final Series Chamonix 2026

Desak Made dan Kadek Adi Melaju ke Final Series Chamonix 2026

Argentina vs Swiss: Messi dan Usaha Nati Incar Kelemahan Lawan

Argentina vs Swiss: Messi dan Usaha Nati Incar Kelemahan Lawan

Bam Adebayo dan Tyler Herro Cekcok Hingga Kontak Fisik di Las

Bam Adebayo dan Tyler Herro Cekcok Hingga Kontak Fisik di Las

Djokovic Tidak Puas Cuma Sampai Semifinal Wimbledon

Djokovic Tidak Puas Cuma Sampai Semifinal Wimbledon