Sabtu, 11 Juli 2026

BI: Fasilitas Kredit yang Belum Cair Capai Rp2.576 Triliun per Mei 2026

BI: Fasilitas Kredit yang Belum Cair Capai Rp2.576 Triliun per Mei 2026
Undisbursed Loan Capai Rp2.576 Triliun, BI Optimistis Kredit Tumbuh [FOTO : NET].

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mencatat fasilitas pinjaman yang belum ditarik atau undisbursed loan perbankan mencapai Rp2.576 triliun hingga Mei 2026, yang setara dengan 22,41% dari total plafon kredit yang tersedia. 

Besarnya ruang pembiayaan tersebut dinilai menjadi faktor utama yang mendukung optimisme bank sentral terhadap prospek pertumbuhan kredit tahun ini di rentang 8% hingga 12%.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit perbankan tetap menunjukkan tren yang kuat untuk mendukung pemulihan serta ekspansi ekonomi nasional. 

Baca Juga

Harga Emas Antam Sabtu Ini Naik Rp5.000 Jadi Rp2,655 Juta per Gram

Pada Mei 2026, kredit perbankan tumbuh 11,51% secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 9,98% (yoy).

“Prospek pertumbuhan kredit 2026 didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau undisbursed loan sebesar Rp2.576 triliun atau 22,41% dari plafon kredit yang tersedia,” ujar Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Selain ditopang oleh tingginya undisbursed loan, Perry menjelaskan bahwa kapasitas pembiayaan perbankan masih sangat memadai. 

Hal tersebut tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang mencapai 24,74%, serta pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 13,47% secara tahunan pada Mei 2026.

 Dari sisi penggunaan, pertumbuhan kredit terutama didorong oleh kredit investasi yang melonjak 21,95% (yoy), diikuti kredit modal kerja sebesar 8,09% (yoy), serta kredit konsumsi yang tumbuh 5,89% (yoy).

Bank sentral juga menilai perkembangan suku bunga saat ini masih mendukung ekspansi pembiayaan. Pada Mei 2026, suku bunga kredit tercatat sebesar 8,72%, sedangkan suku bunga deposito berjangka satu bulan berada di level 4,26%. 

Di sisi lain, BI memastikan ketahanan industri perbankan tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk risiko rambatan konflik di Timur Tengah.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada April 2026 tercatat tinggi di angka 23,97%, sementara rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap terjaga rendah pada level 2,17% secara bruto dan 0,84% secara neto. 

Menurut Perry, hasil stress test BI juga menunjukkan bahwa industri perbankan memiliki daya tahan kuat dalam menghadapi berbagai risiko, ditopang oleh kemampuan bayar serta profitabilitas korporasi yang masih terjaga.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Emas Tiga Jenama di Pegadaian Sabtu Ini: Antam Rp2.762.000

Harga Emas Tiga Jenama di Pegadaian Sabtu Ini: Antam Rp2.762.000

Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Penguatan Rupiah Hari Ini

Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Penguatan Rupiah Hari Ini

Update Harga Emas Antam di Pegadaian, Jumat 10 Juli 2026

Update Harga Emas Antam di Pegadaian, Jumat 10 Juli 2026

Rayakan Satu Dekade, Borobudur Marathon Siapkan Ruang bagi 12.500 Pelari

Rayakan Satu Dekade, Borobudur Marathon Siapkan Ruang bagi 12.500 Pelari

Manfaatkan Dana IPO, RANS Bakal Gelar 16 Konser hingga 2028

Manfaatkan Dana IPO, RANS Bakal Gelar 16 Konser hingga 2028