Presiden Prabowo Panggil Bos Bank BUMN, Ini Alasannya
- Kamis, 18 Juni 2026
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran direksi dan komisaris bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk menyelaraskan pandangan mengenai arah perekonomian Indonesia ke depan.
Selain itu, Presiden ingin memberikan arahan langsung kepada perbankan pelat merah yang memegang peran sentral sebagai penggerak ekonomi nasional.
Baca JugaAwal Pekan: Rupiah Lesu ke Rp17.997 per Dolar AS, IHSG Sukses Rebound
"Tentunya ini akan menjadi sesi yang produktif untuk mendapatkan masukan sehingga Himbara sebagai salah satu penggerak perekonomian ke depan ini makin baik, makin prudent, dan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia," ujar Rosan saat tiba di Istana.
Pertemuan ini menjadi sangat relevan mengingat dilakukan di tengah dinamika kebijakan moneter, yakni saat Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.
Keputusan BI tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam pertemuan tersebut, hadir sejumlah petinggi bank BUMN, di antaranya Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya serta jajaran direksi dari BNI seperti David Pirzada dan Alexandra Askandar.
Sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi tantangan ekonomi serta menjaga momentum pertumbuhan nasional.
Sukirno
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












