Sabtu, 11 Juli 2026

Pukau Warga Meksiko, Tari Bali Dapat Standing Applause Meriah

Pukau Warga Meksiko, Tari Bali Dapat Standing Applause Meriah
Kesenian Bali Menggema dan Sihir Penonton di Aldea Global Meksiko [FOTO: NET].

JAKARTA - Seni tari Bali dipentaskan di hadapan publik Meksiko bertempat di Puerta des los Leones di Bosque de Chapultepec, Mexico City, Minggu (21/6/2026). Pertunjukan seni ini dibawakan oleh kelompok kesenian Gamelan Luz y Fuerza dalam festival Aldea Global 2026.

Saat alunan gamelan Bali mulai dimainkan sebagai pembuka acara, riuh tepuk tangan serta siulan lantang langsung terdengar dari deretan penonton, Rabu (24/6/2026).

Panggung pertunjukan berjalan kian semarak berkat aksi dari sejumlah penari. Mulai dari tari Oleg Tamulilingan hingga tari Baris, seluruhnya disajikan dengan apik kepada khalayak yang hadir.

Baca Juga

Insiden Portugal Vs Spanyol: Rodri Minta Maaf ke Bernardo Silva

Suasana menjadi kian meriah tatkala seruan, "Cak, cak, cak, cak, cak..." terdengar bersahutan dari para pemusik gamelan. Mereka melantunkannya sembari menaikkan tangan, mengadopsi gerakan khas penari kecak di Uluwatu, Bali.

Mendekati penghujung pentas, para pengunjung diajak untuk naik ke atas panggung dan menari bersama dengan iringan instrumen gamelan Bali yang dipadu ketukan drum. Kendati gerak tubuh mereka masih tampak kaku, para penonton terlihat sangat antusias menirukan pakem-pakem gerakan tari Bali.

Begitu pertunjukan disudahi, penonton yang hadir memberikan berbagai bentuk penghormatan, termasuk standing applause yang berlangsung lama dan bergemuruh.

Salah seorang pengunjung asal Mexico City, Nayeli mengutarakan bahwa dirinya sangat kagum menyaksikan instrumen gamelan dan tari Bali tersebut. Ini menjadi momen pertamanya melihat pentas seni tradisional itu secara langsung.

"Musik, tarian, dan kostum mereka seperti mantra yang memikat kami," kata Nayeli.

Perempuan pencinta seni ini pun menyampaikan apresiasi atas penampilan para seniman yang difasilitasi oleh KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Meksiko tersebut. Melalui acara ini, wawasannya seputar khazanah seni dan budaya Indonesia menjadi kian bertambah.

Menariknya, kelompok seni yang menyuguhkan pertunjukan ini, yakni Gamelan Luz y Fuerza, mayoritas beranggotakan warga negara Meksiko.

"Alasan saya membawakan gamelan Bali di Meksiko adalah karena saya percaya aliran musik ini memiliki kekuatan dan keajaiban untuk menyatukan banyak orang serta berbagai komunitas," kata pemimpin Gamelan Luz y Fuerza, Ethan Zhihao Wang.

Pandangan Wang tersebut terbukti dari besarnya atensi serta antusiasme penonton sewaktu menyaksikan aksi panggung grup musik ini. Wang menyebutkan, respons positif itu mengalirkan semangat tambahan bagi dirinya beserta rekan-rekan.

"Di Meksiko sangat mengejutkan ternyata banyak yang tertarik dengan kesenian ini," ucap laki-laki yang belajar langsung dari seniman Bali, I Nyoman Suadin, ini.

Pada kesempatan yang sama, seniman lokal Meksiko yang ikut berkolaborasi dengan Gamelan Luz y Fuerza, Olinka Torres mengungkaokan, ia telah menaruh minat pada seni budaya Bali sejak dua dekade lalu.

"Saat pertama kali menyaksikannya (kesenian Bali), saya langsung jatuh cinta," kata Torres.

Ketertarikan mendalam itu menuntunnya untuk meluangkan waktu menetap dan menimba ilmu di Indonesia.

"Saya sempat tinggal lama di Bali dan kuliah di ISI Bali," ucap Torres.

Menurut Wang, diperlukan strategi khusus agar dapat lebih menarik minat masyarakat Meksiko terhadap kesenian Bali yang mereka bawakan.

Oleh karena itu, Wang bersama rekan-rekannya memadukan instrumen musik modern berupa drum set ke dalam aransemen pertunjukan mereka.

"Dengan suara-suara yang lebih familiar dari drum diharapkan membuat mereka lebih tertarik menonton pertunjukan kami," kata Wang.

Dalam momentum tersebut, Duta Besar Republik Indonesia untuk Meksiko, Toferry Primanda Soektikno menyampaikan bahwa animo warga Meksiko tergolong amat besar terhadap seni budaya asal Indonesia.

Walaupun personel Gamelan Luz y Fuerza didominasi oleh warga lokal Meksiko, Toferry menilai kualitas pementasan mereka tidak kalah saing dengan para seniman di Indonesia sendiri.

"Selanjutnya musik gamelan dan tarian Bali ini akan menggema lebih luas lagi di Zòcalo pada pekan pertama Juli 2026 mendatang," kata Toferry.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Alasan Timnas Meksiko Kembalikan Jam Rolex dari YouTuber AS

Alasan Timnas Meksiko Kembalikan Jam Rolex dari YouTuber AS

Ronaldo Sebut Gelar Euro 2016 Setara dengan Juara Piala Dunia

Ronaldo Sebut Gelar Euro 2016 Setara dengan Juara Piala Dunia

Preview Argentina Vs Mesir: Scaloni Waspadai Ketatnya Piala Dunia

Preview Argentina Vs Mesir: Scaloni Waspadai Ketatnya Piala Dunia

Piala Dunia 2026: Rekor Memilukan Ronaldo Usai Portugal Gugur

Piala Dunia 2026: Rekor Memilukan Ronaldo Usai Portugal Gugur

Itel Power 80 Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

Itel Power 80 Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya