LPDB Koperasi: Koperasi Kredit Perkuat Ekosistem KDKMP
- Jumat, 26 Juni 2026
JAKARTA — Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Krisdianto mengemukakan bahwa gerakan koperasi kredit (credit union) memegang peranan penting dalam memperkokoh ekosistem koperasi di tingkat nasional, termasuk ikut menyokong program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diposisikan sebagai salah satu program strategis milik pemerintah.
Menurut penilaiannya, indikator kesuksesan koperasi kredit di Indonesia tidak melulu dihitung berdasarkan nilai total aset maupun laju ekspansi usaha, melainkan juga dari kapabilitasnya dalam memelihara jati diri, esensi nilai, serta prinsip-prinsip perkoperasian yang fokus pada kemakmuran para anggotanya.
“Koperasi kredit harus terus menjadi rumah bagi masyarakat untuk bertumbuh bersama. Di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, koperasi harus mampu bertransformasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi kekuatannya selama ini,” kata Krisdianto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (26/06/2026).
Baca JugaMeredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Penguatan Rupiah Hari Ini
Krisdianto, ketika membuka agenda Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT) Tahun Buku 2025 di wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, menuturkan bahwa koperasi kredit diimbau untuk tidak sekadar berkonsentrasi pada peningkatan aset dan roda bisnis semata.
Lembaga tersebut juga diharapkan mengambil andil yang lebih masif dalam hal perbaikan sistem tata kelola, program edukasi bagi anggota, hingga pemberdayaan sektor ekonomi masyarakat.
Ia turut menyerukan kepada seluruh elemen gerakan koperasi kredit agar ikut andil di dalam agenda raksasa pembangunan koperasi nasional.
Salah satunya melalui dukungan terhadap penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan mendistribusikan pengalaman serta contoh praktik tata kelola terbaik kelembagaan bagi koperasi-koperasi yang baru berdiri, khususnya KDKMP.
Berdasarkan pandangan Krisdianto, rekam jejak panjang yang dimiliki koperasi kredit dalam mengonstruksikan edukasi anggota, manajemen tata kelola organisasi, serta penguatan ekonomi masyarakat merupakan aset krusial yang bisa ditransfer kepada jajaran koperasi baru di pelosok Indonesia.
Di pihak lain, Ketua Pengurus INKOPDIT Wara Sabon Dominikus menggarisbawahi urgensi pemantapan kembali ideologi, langkah transformasi, serta penguatan daya tahan agar koperasi kredit tetap adaptif dalam menjawab dinamika perubahan zaman.
Menurutnya, kehadiran KDKMP berstatus sebagai bagian dari keluarga besar ekosistem gerakan koperasi di Indonesia yang wajib disokong lewat program edukasi perkoperasian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta transfer ilmu manajemen tata kelola.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukanlah pesaing, melainkan bagian dari keluarga besar gerakan koperasi Indonesia. Kesuksesan KDKMP adalah kesuksesan koperasi Indonesia, dan sebaliknya,” kata Wara Sabon.
Pelaksanaan RAT INKOPDIT Tahun Buku 2025 menjadi titik krusial bagi gerakan koperasi kredit di tanah air guna mempererat konsolidasi internal organisasi, memperkuat manajemen kelembagaan, sekaligus merumuskan strategi jitu dalam merespons dinamika perekonomian di tingkat nasional maupun global.
Melalui penyelenggaraan forum tersebut, ia mengutarakan bahwa kolaborasi antara jajaran pemerintah, LPDB Koperasi, INKOPDIT, bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan kian kokoh dalam merealisasikan posisi koperasi selaku pilar utama perekonomian nasional.
Andika Riyan Satriya Nugraha
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Rayakan Satu Dekade, Borobudur Marathon Siapkan Ruang bagi 12.500 Pelari
- Jumat, 10 Juli 2026












