BYD Atto 2 Terbaru Diprediksi Pakai Penggerak Roda Belakang
- Senin, 29 Juni 2026
JAKARTA - Varian gres BYD Atto 2 yang tertangkap kamera saat menjalani uji jalan di China disinyalir bakal mengusung sistem penggerak roda belakang serta pilihan sistem penginderaan jarak jauh Light Detection and Ranging (LiDAR).
Laporan dari CarNewsChina pada Sabtu (27/6) memaparkan bahwa foto-foto rahasia memperlihatkan kendaraan listrik BYD Atto 2 edisi paling anyar tersebut dilengkapi dengan lubang pengisian daya baru di area buritan.
Kendaraan yang menyandang nama Yuan UP untuk pasar domestik China ini terlihat mengaplikasikan tema kelir turquoise dalam jepretan kamera tersebut.
Baca JugaLangkah Swedia Terhenti, Perancis Melaju Mulus ke Babak 16 Besar
Komponen bumper, gagang pintu, kaca spion samping, hingga side skirt tampak dipermanis dengan aksen warna tersebut.
Akan tetapi, belum bisa dipastikan apakah sentuhan warna itu merupakan paket tampilan opsional atau sekadar corak kamuflase yang dipasang pihak BYD sepanjang masa pengujian berlangsung.
Penyegaran pada sektor eksterior lainnya dinilai tergolong minim. Varian paling baru ini tidak lagi menyertakan aksen warna khusus di sisi bawah bumper depan.
Sisi interior mobil pun sebagian besar masih mempertahankan konsep lama. Perbedaan mencolok dengan Atto 2 versi pasar global cuma terletak pada penyematan logo "Yuan" di bagian setir.
Bukan hanya itu, lubang pengisian daya juga digeser posisinya yang semula berada di spatbor depan menjadi ke area belakang. Tata letak port tersebut kini dibuat menyerupai posisi lubang tangki bensin pada mobil bermesin konvensional.
Upaya perombakan paling masif diterapkan pada sektor kolong kendaraan.
BYD memodifikasi struktur sasis Atto 2, lalu menggeser motor listrik ke bagian belakang guna menyokong performa kendaraan berkonsep Rear-Wheel Drive (RWD) ini.
Atto 2 edisi China nantinya akan dipasangi motor listrik belakang dengan opsi daya sebesar 100 kW dan 120 kW, sedikit di bawah output motor depan 130 kW yang tersemat pada varian tertingginya.
Sementara itu, BYD Atto 2 untuk pasar global yang beredar sekarang ditawarkan dengan spek motor depan berkekuatan 130 kW dan 150 kW.
Pihak pabrikan diprediksi bakal menyuguhkan sedikit peningkatan performa untuk unit kendaraan yang ditujukan ke pasar ekspor.
BYD Atto 2 versi penyegaran ini mengusung dimensi panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.675 mm, serta jarak poros roda 2.770 mm.
Penerapan sistem penggerak roda belakang disinyalir mampu menyajikan ruang interior mobil yang jauh lebih lapang.
Jarak poros rodanya melar sejauh 150 mm dari yang semula .2620 mm menjadi 2.770 mm, yang berdampak pada bertambahnya ruang kaki untuk penumpang di baris belakang sekaligus menciptakan atmosfer kabin yang lebih lega.
Data resmi dari otoritas pemerintah China pun memperlihatkan kalau kendaraan hasil pembaruan ini berukuran sedikit lebih panjang serta lebih lebar ketimbang model pendahulunya.
Semua tipe Atto 2 edisi teranyar diprediksi bakal mengadopsi sistem suspensi depan jenis MacPherson dan suspensi belakang model multi-link.
Langkah pembaruan ini diyakini sanggup mendongkrak aspek kenyamanan sekaligus kestabilan ketika mobil dipacu.
BYD Atto 2 versi terbaru ini juga bakal dipasarkan dengan ketersediaan opsi fitur LiDAR.
BYD sendiri telah menyediakan teknologi bantuan mengemudi DiPilot 300 yang disokong LiDAR untuk model Dolphin serta Dolphin Surf (Seagull) di pasar China dengan ongkos ekstra berkisar 12.000 yuan (sekitar Rp31 juta).
Di sisi lain, jajaran mobil rival layaknya Geely EX2, Changan Nevo Q05, serta MG4 Urban sejauh ini masih bertumpu pada sistem asisten mengemudi berbasis kamera dan radar konvensional tanpa sokongan LiDAR.
Hanya saja, BYD Atto 2 versi gres ini terpantau belum menerapkan teknologi pengisian daya super cepat yang belakangan gencar dikampanyekan oleh BYD.
Model ini disuguhkan dalam pilihan paket baterai LFP berkapasitas 42 kWh dan 52 kWh, yang masing-masing diklaim mampu menempuh jarak sejauh 410 km dan 505 km merujuk pada regulasi China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).
Andika Riyan Satriya Nugraha
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












