Sabtu, 11 Juli 2026

Apple Investigasi Kebocoran Data Rahasia iPhone 18 Pro

Apple Investigasi Kebocoran Data Rahasia iPhone 18 Pro
Ilustrasi/stan Apple. [Foto: ANTARA/Xinhua/aa]

JAKARTA - Raksasa teknologi Apple dikabarkan sedang mengusut kasus kebocoran data yang dialami oleh Tata Electronics, salah satu rekanan manufakturnya di India, menyusul tersebarnya beberapa dokumen rahasia mengenai iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di internet.

Dikutip dari Macrumors pada Selasa (30/6/2026), Apple dilaporkan cemas atas efek dari serangan siber yang menyasar Tata Electronics tersebut. Pada peristiwa itu, pembobol data sukses menggondol dokumen internal Apple yang selanjutnya disebarluaskan lewat dark web.

Berkas yang bocor tersebut berisi informasi seputar daftar produsen penyuplai, detail komponen, hingga foto gawai iPhone 18 Pro serta iPhone 18 Pro Max yang sebetulnya belum diluncurkan. 

Baca Juga

Pogacar Rebut Jersi Kuning Usai Menangi Etape 6 Tour de France 2026

Di samping itu, arsip tersebut pun melampirkan rancangan komponen dan rincian teknis ponsel.

Berdasarkan laporan, minimal ada enam dokumen yang membongkar ratusan elemen iPhone 18 Pro, termasuk detail cip pada papan sirkuit utama, bagian baterai, hingga modul kamera.

Dokumen-dokumen itu kedapatan menyertakan tanda bertuliskan "confidential" atau "rahasia" serta menyisipkan nama sandi internal Apple untuk seri iPhone 18 Pro. 

Sejumlah foto yang tersebar pun memperlihatkan gawai tersebut sewaktu melalui proses uji ketahanan benturan.

Gambar-gambar tersebut memamerkan ponsel dengan balutan warna abu-abu berdesain bar (kotak), tiga kamera di sisi belakang, serta lambang Apple di bagian punggung perangkat.

Bukan cuma info seputar ponsel, runtutan kebocoran data ini turut menguak relasi antara bermacam vendor penyuplai dan komponen iPhone, yang mana informasi tersebut selama ini selalu dirahasiakan oleh Apple.

Tata Electronics sendiri ialah salah satu vendor komponen iPhone sekaligus perakit gawai Apple di India. Korporasi tersebut memegang andil krusial dalam langkah Apple memecah rantai pasokan mereka demi memangkas ketergantungan manufaktur dari China.

Diinformasikan, Tata Electronics pada pekan lalu telah membenarkan bahwa mereka menjadi target insiden kejahatan siber setelah kelompok peretas bernama World Leaks menyebarkan lebih dari 200.000 file yang berisi informasi berkaitan dengan Apple dan Tesla.

Merujuk pada laporan itu, dokumen-dokumen hasil jarahan tersebut disinyalir sudah beredar luas di dark web paling tidak semenjak 10 Juni 2026.

Menyikapi hal itu, Tata Electronics langsung membatasi akses internal menuju beberapa sistem vital dan menggaet konsultan global demi menjalankan audit forensik untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.

Kebocoran data ini dinilai punya potensi mengganggu relasi kemitraan bisnis antara Apple dan Tata Electronics. 

Hingga kini, Apple dikabarkan masih melangsungkan pengecekan mendalam dan berkolaborasi dengan Tata Electronics demi memperkokoh proteksi siber untuk jangka panjang.

Nurdiansyah

Nurdiansyah

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Duel Perempat Final: Prediksi Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026

Duel Perempat Final: Prediksi Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026

Jelang Perempat Final, Spanyol Dijagokan Kalahkan Belgia 2-0

Jelang Perempat Final, Spanyol Dijagokan Kalahkan Belgia 2-0

PSSI Tanggapi Keinginan Presiden Prabowo: Indonesia ke Piala Dunia

PSSI Tanggapi Keinginan Presiden Prabowo: Indonesia ke Piala Dunia

Hadapi Vietnam di Piala AFF, John Herdman Siap Uji Kemampuan Tim

Hadapi Vietnam di Piala AFF, John Herdman Siap Uji Kemampuan Tim

Jadwal World Climbing Series Chamonix, Timnas Indonesia Siap Tampil

Jadwal World Climbing Series Chamonix, Timnas Indonesia Siap Tampil