Sabtu, 11 Juli 2026

Lewat Anak Usaha, AKRA Kontrak Hyundai Industries Bangun FSRU

Lewat Anak Usaha, AKRA Kontrak Hyundai Industries Bangun FSRU
AKR Corporindo Gandeng Hyundai Bangun Kapal FSRU Rp5,69 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA – PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) melalui anak perusahaannya, yakni PT Andalanesa Energi Primer, mengeksekusi perjanjian kerja sama pembangunan kapal Floating Storage Regasification Unit (FSRU) bersama Hyundai Industries dengan nilai kesepakatan mencapai US$319,69 juta.

Dalam keterbukaan informasi bertanggal 30 Juni 2026, Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo menguraikan bahwa perseroan menjalin kemitraan pengadaan kapal FSRU ini demi menopang operasional usaha logistik Gas Alam Cair (LNG).

"FSRU tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha dalam rangka penyimpanan, regasifikasi, dan penyaluran Gas Alam Cair (LNG)," tulis Haryanto, dikutip Kamis (2/7/2026).

Baca Juga

Dukung Proyek Aluminium, ADRO Beri Jaminan US$100 Juta bagi KAI

Adapun PT Andalanesa Energi Primer tampil sebagai badan usaha patungan yang diinisiasi oleh AKRA, PT Arthakencana Rayatama, bersama BW FSRU VII Pte. Dalam perusahaan patungan tersebut, AKRA mendekap kepemilikan saham sebesar 49%.

Sedangkan HD Hyundai Heavy Industries Co. Ltd. atau Hyundai Industries merupakan korporasi raksasa di sektor alat berat dan bertengger sebagai salah satu produsen pembuat kapal terbesar di skala global. 

Di sisi lain, dipastikan tidak terdapat keterikatan hubungan afiliasi antara kubu AKRA dengan Hyundai Industries.

Lebih mendalam, ikatan kontrak pengerjaan kapal ini mencakup proses perancangan, instalasi, konstruksi, peluncuran, pemenuhan perlengkapan, finalisasi, pengujian, serta survei, hingga skema penjualan dan serah terima 1 unit kapal FSRU berdaya tampung 170.000 meter kubik.

Nilai total kontrak pembuatan sekaligus pembelian FSRU tersebut disepakati senilai US$319,69 juta atau setara dengan Rp5,69 triliun (mengacu kurs Rp17.800 per dolar AS). 

Proses pelunasan pembayaran bakal dieksekusi secara bertahap dalam 6 periode mengacu pada kesepakatan dalam dokumen perjanjian. Target penyelesaian pengerjaan serta penyerahan unit FSRU ini diproyeksikan selesai pada pertengahan tahun 2029.

"Dalam hal pembuatan kapal FSRU telah selesai, maka Perseroan melalui PT Andalanesa Energi Primer dapat memanfaatkan kapal FSRU untuk mendukung kegiatan usaha yang dilakukan perseroan dan diproyeksi akan mendapatkan keuntungan secara finansial dari pemanfaatan kapal FSRU tersebut," tulis Haryanto.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Alasan Pertamina Pertahankan Harga Pertamax Meski Minyak Dunia Turun

Alasan Pertamina Pertahankan Harga Pertamax Meski Minyak Dunia Turun

Jajaran Pimpinan MEDC Tambah Kepemilikan Saham via Program Manajemen

Jajaran Pimpinan MEDC Tambah Kepemilikan Saham via Program Manajemen

Kaltim Daya Mandiri Dilebur ke Pupuk Indonesia Utilitas

Kaltim Daya Mandiri Dilebur ke Pupuk Indonesia Utilitas

ASDP Segera Perluas Dermaga Ketapang-Gilimanuk untuk Logistik Besar

ASDP Segera Perluas Dermaga Ketapang-Gilimanuk untuk Logistik Besar

Mutuagung Lestari (MUTU) Selesaikan Private Placement, Gaet Investor

Mutuagung Lestari (MUTU) Selesaikan Private Placement, Gaet Investor