Kinerja Logistik KA Daop 3 Cirebon Susut 20,56 Persen
- Selasa, 07 Juli 2026
JAKARTA - Laju aktivitas pengiriman logistik menggunakan moda kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatatkan penyusutan yang cukup dalam pada Mei 2026.
Sepanjang setahun belakangan, volume komoditas muatan di area yang bertindak selaku motor utama logistik kereta api Jawa Barat tersebut merosot berkisar 5.100 ton, sehingga memposisikan diri sebagai kontributor paling dominan dalam penurunan performa kargo berbasis rel di provinsi terkait.
Merujuk data milik Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, kalkulasi volume distribusi barang di area Daop 3 Cirebon merosot dari posisi 24.850 ton pada Mei 2025 menjadi tinggal 19.741 ton pada periode Mei 2026.
Baca JugaProfil Faik Fahmi, Mantan Bos InJourney Airports Jadi Dirut Pelita Air
Apabila ditinjau secara tahunan (year on year), persentase penurunan tersebut menyentuh angka 20,56% atau setara dengan berkurangnya muatan sebesar 5.110 ton.
Kondisi berbeda terlihat di Daop 2 Bandung yang menorehkan angka penurunan lebih landai. Akumulasi volume distribusi logistik di sana turun dari posisi 3.009 ton ke angka 2.710 ton, atau berkurang sekitar 380 ton untuk rentang periode yang sama. Secara persentase matematika, koreksi penurunan di Daop 2 berada di angka 12,41%.
Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati memaparkan, secara agregat total volume angkutan barang moda kereta api di cakupan Jawa Barat pada Mei 2026 tertahan di posisi 22.450 ton, alias anjlok sebesar 19,65% bila dikomparasikan dengan periode Mei tahun sebelumnya yang sanggup menembus 27.940 ton.
“Secara year on year, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan sebesar 19,65%. Penurunan terjadi di Daop 3 Cirebon sebesar 20,56% dan Daop 2 Bandung sebesar 12,41%,” ujar Margaretha, Selasa (7/7/2026).
Besarnya persentase penurunan performa di wilayah Daop 3 Cirebon bertindak selaku faktor paling krusial yang menekan kinerja logistik berbasis rel di Jawa Barat. Hal ini dikarenakan teritori tersebut memegang porsi kontribusi hingga mendekati 88% dari keseluruhan total volume pengiriman barang bermoda kereta api di provinsi ini.
Di samping mencatatkan perlambatan secara tahunan, menurut pemaparan Margaretha, Daop 3 Cirebon juga menunjukkan adanya kontraksi pada perbandingan bulanan (month to month). Jika disandingkan dengan performa April 2026, volume pengiriman logistik turun sebesar 19,86% dari posisi 24.631 ton menuju angka 19.740 ton.
Sementara itu, performa Daop 2 Bandung justru memperlihatkan adanya grafik perbaikan dengan torehan kenaikan sebesar 13,50% dari posisi 2,39 ribu ton bergeser naik menuju angka 2,71 ribu ton. Kendati demikian, lonjakan performa di Bandung tersebut dinilai belum sanggup mengimbangi tren pelemahan yang melanda Cirebon lantaran jurang selisih kapasitas angkut antara kedua wilayah tersebut terlampau masif.
“Tercatat tren pelemahan masih berlangsung sepanjang lima bulan pertama 2026. Secara kumulatif Januari-Mei, volume angkutan barang kereta api di Jawa Barat turun 21,20% menjadi 94,38 ribu ton, dari 119,77 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sukirno
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












