Sabtu, 11 Juli 2026

Terus Turun, Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Jadi Rp2.383.000

Terus Turun, Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Jadi Rp2.383.000
Harga Buyback Emas Antam Anjlok ke Rp2,38 Juta Hari Ini [FOTO: NET].

JAKARTA – Harga buyback emas Antam kembali mencatatkan penurunan menjelang akhir pekan kedua Juli 2026. Berdasarkan data Logam Mulia pada Kamis (9/7/2026), harga buyback emas Antam terkoreksi Rp10.000 menjadi Rp2.383.000. Posisi tersebut membuat harganya semakin jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa.

 Dalam catatan Bisnis, harga buyback emas Antam terakhir kali menyentuh level tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di angka Rp2.989.000 pada akhir Januari 2026. Sejak saat itu, pergerakan harganya merosot dan sempat berusaha bertahan di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp2,6 juta dalam beberapa bulan terakhir.

Harga buyback emas Antam adalah acuan pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) untuk ukuran 1 gram. Pergerakannya sejalan dengan harga logam mulia di pasar global. Buyback emas merupakan aktivitas penjualan kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, batangan, maupun perhiasan. 

Baca Juga

Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Penguatan Rupiah Hari Ini

Umumnya, harga yang ditetapkan lebih rendah dibandingkan harga jual pada saat yang sama. Meskipun begitu, transaksi ini tetap bisa menghasilkan keuntungan apabila terdapat selisih yang lebar antara harga jual dan harga buyback.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal di atas Rp10 juta akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP. Perlu diketahui, PPh 22 atas transaksi buyback akan dipotong langsung dari nilai total buyback.

Sebagaimana diberitakan Bisnis sebelumnya, laporan World Gold Council bertajuk Gold Mid-Year Outlook 2026 mengungkapkan bahwa emas sempat mencapai rekor US$5.405 per ons pada akhir Januari sebelum turun tajam ke posisi terendah US$4.002 per ons pada Juni 2026, sebuah perubahan yang memicu penurunan harga sebesar 7% sepanjang tahun dan meningkatkan volatilitas rata-rata hingga 30%.

 Menurut Gold Return Attribution Model (GRAM) WGC, risiko geopolitik yang meningkat, sebagian besar dipicu oleh konflik AS-Iran, merupakan kontributor utama terhadap kinerja paruh pertama tahun ini, disamping momentum dari posisi investor dan aksi ambil untung.

Juan Carlos Artigas, Regional CEO untuk Amerika dan Kepala Riset Global di WGC, menyatakan bahwa harga emas mencerminkan dinamika makroekonomi serta geopolitik dunia, tidak hanya di AS, yang menjadikannya lensa berharga bagi para investor. "Suku bunga penting, dan kami memperkirakan suku bunga akan menjadi variabel kunci di paruh kedua tahun ini. Akan tetapi, kinerja emas tidak didorong oleh satu faktor saja," katanya, dikutip Selasa (7/7).

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Rayakan Satu Dekade, Borobudur Marathon Siapkan Ruang bagi 12.500 Pelari

Rayakan Satu Dekade, Borobudur Marathon Siapkan Ruang bagi 12.500 Pelari

Manfaatkan Dana IPO, RANS Bakal Gelar 16 Konser hingga 2028

Manfaatkan Dana IPO, RANS Bakal Gelar 16 Konser hingga 2028

Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian Alami Kenaikan Harga

Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian Alami Kenaikan Harga

IHSG Menguat Dipicu Kombinasi Sentimen Global dan Domestik

IHSG Menguat Dipicu Kombinasi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah pada Jumat Pagi Menguat Jadi Rp18.065 per Dolar AS

Rupiah pada Jumat Pagi Menguat Jadi Rp18.065 per Dolar AS