Sabtu, 11 Juli 2026

Prabowo Optimistis RI Jadi Lumbung Pangan Dunia

Prabowo Optimistis RI Jadi Lumbung Pangan Dunia
Prabowo: Indonesia Sedang Bangkit Menjadi Negara yang Hebat [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Negara RI Prabowo Subianto menegaskan rasa optimismenya bahwasanya Indonesia bakal menjelma sebagai lumbung pangan dunia sejalan dengan terdongkraknya produksi pangan nasional serta pendirian infrastruktur penunjang. 

Perkara itu Prabowo utarakan sebelum membuka secara resmi Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026).

"Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia. Saya kira demikian yang ingin saya sampaikan. Saya yakin kami akan menjadi lumbung pangan dunia," ujar Prabowo.

Baca Juga

Gus Ipul: Perubahan Desil Penerima KIP Kuliah Bisa Dimutakhirkan

Prabowo menggarisbawahi, bendungan yang didirikan mesti dioperasikan secara profesional supaya benar-benar menyokong produktivitas sektor pertanian.

Prabowo pun mewanti-wanti bahwasanya kaum petani ialah produsen pangan yang memegang andil krusial bagi keberlanjutan bangsa sehingga penyaluran air dari bendungan mesti menjangkau para petani.

"Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara," tuturnya.

Selanjutnya, Prabowo mengutarakan bahwasanya Indonesia saat ini mulai memperlihatkan progres di sektor pangan. 

Berdasarkan pandangannya, situasi yang mulanya bersandar pada impor mulai bergeser menjadi negara yang sanggup mengekspor pangan sekaligus meraih kepercayaan dari beberapa negara untuk menyuplai keperluan pertanian mereka.

"Dari kami impor, impor, impor, sekarang kami sudah mulai ekspor. Ekspor pangan ke negara-negara lain, kami sekarang diminta bantuan. Negara-negara bahkan Australia minta bantuan. Mohon kami bisa jual urea ke mereka. Brazil, Filipina, India. Jadi Indonesia sekarang tanpa banyak gembar-gembor, kami menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sedang bangkit dan akan bangkit terus," jelas Prabowo.

Kemudian, Prabowo pun menegaskan tekadnya untuk konsisten memperkokoh program Makan Bergizi Gratis (MBG) selaku investasi dalam mencetak generasi Indonesia yang bugar serta bermutu. 

Ia menuturkan, program itu mesti digulirkan secara berkesinambungan agar anak-anak Indonesia mendapat pasokan gizi yang cukup sejak usia dini.

"Saya ingin Indonesia rakyatnya makmur. Saya ingin rakyat yang paling miskin senyum, karena dia ada harapan. Saya tidak ingin lihat rakyat miskin. Saya tidak ingin lihat anak-anak lapar. MBG kami teruskan," katanya.

Lebih mendalam, Prabowo menguraikan bahwasanya bendungan yang diresmikan ialah perlambang dari pembangunan yang lebih masif untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju. 

Pemerintah, ucap Presiden, bakal konsisten mendirikan aneka infrastruktur strategis demi mendukung ketahanan pangan, energi, serta kemakmuran publik.

"Kami perlu bendungan-bendungan lebih besar. Kami akan bangun nanti tenaga surya 100 gigawatt. Kami akan melaksanakan pembangunan besar-besaran. Orang-orang nanti akan lihat Indonesia yang bangkit itu bagaimana. Kami akan buktikan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang hebat," imbuh Prabowo.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Prabowo Wanti-wanti Aparat: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan!

Prabowo Wanti-wanti Aparat: Rakyat Tak Ingin Korupsi Dibiarkan!

Prabowo: Cerita di Medsos Belum Tentu Benar, Percayalah Pemimpin

Prabowo: Cerita di Medsos Belum Tentu Benar, Percayalah Pemimpin

Prabowo Persilakan TNI-Polri Periksa Dapur MBG, tapi Jangan Jahil

Prabowo Persilakan TNI-Polri Periksa Dapur MBG, tapi Jangan Jahil

Menhaj Soal Usul BPIH Rp107 Juta: Tak Serta-merta Bebani Jemaah

Menhaj Soal Usul BPIH Rp107 Juta: Tak Serta-merta Bebani Jemaah

Menhaj: Angka Kematian Jemaah Haji 2026 Turun 25 Persen

Menhaj: Angka Kematian Jemaah Haji 2026 Turun 25 Persen