Senin, 30 Maret 2026

Ekspansi Emiten Migas Dorong Kenaikan Saham IDXENERGY

Ekspansi Emiten Migas Dorong Kenaikan Saham IDXENERGY
Ekspansi Emiten Migas Dorong Kenaikan Saham IDXENERGY

JAKARTA - Indeks saham energi (IDXENERGY) pada perdagangan Senin, 22 September 2025, menutup sesi dengan penguatan 1,25% ke level 3.321. Kenaikan ini berlawanan arah dengan IHSG yang melemah 0,14% ke posisi 8.040.

Beberapa saham konstituen yang mengerek indeks energi antara lain PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (PTRO) naik 3,30% ke Rp5.475, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) menguat 7,14% ke Rp675, dan PT Medco Internasional Tbk. (MEDC) naik 1,54% ke Rp1.315.

Sentimen Ekspansi Bisnis Menjadi Katalis Saham

Baca Juga

Jadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute

Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, menyebut kenaikan saham emiten energi tak lepas dari persepsi positif investor terhadap ekspansi bisnis sektor migas. “Sepanjang ada sentimen ekspansi, pelaku pasar cenderung melakukan aksi beli sehingga harga saham meningkat,” ujarnya.

PTRO misalnya, menandatangani non-binding term sheet untuk rencana akuisisi mayoritas saham Scan-Bilt Pte Ltd. (SBPL), perusahaan asal Singapura yang bergerak di bidang konstruksi dan pemeliharaan fasilitas industri kimia dan migas onshore.

Selain itu, PTRO juga telah mengakuisisi Grup Hafar, perusahaan EPCI dan jasa pelayaran untuk industri migas lepas pantai. Langkah ini menunjukkan strategi diversifikasi untuk memperluas portofolio usaha.

MEDC dan ENRG Fokus Tambah Aset Migas

PT Medco Internasional Tbk. (MEDC) menambah portofolio aset di Sumatra Selatan dengan mengakuisisi 45% hak partisipasi dan posisi operator pada PSC Sakakemang. Selain itu, MEDC juga menguasai 80% hak partisipasi serta menjadi operator di South Sakakemang.

Sementara itu, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) menyelesaikan pengeboran sumur Kayuara-20 di Blok Kapar dan menargetkan tambahan produksi minyak sebesar 1.000 barel per hari. Aset tersebut sebelumnya diakuisisi ENRG pada Maret 2024.

Reza menilai ekspansi ini meningkatkan diversifikasi bisnis sekaligus berpotensi menambah nilai perusahaan. Investor pun menaruh perhatian karena realisasi ekspansi diharapkan berkontribusi positif terhadap kinerja jangka panjang.

Ketertarikan Investor Asing Meningkat

Penguatan saham tiga emiten energi tersebut juga menarik minat investor asing. Pada perdagangan awal pekan, PTRO mencatat net buy asing sebesar Rp49,58 miliar, ENRG Rp23,22 miliar, dan MEDC Rp4,58 miliar.

Secara persentase, total net buy ketiga emiten ini menyumbang 15,74% dari net buy IHSG sebesar Rp491,53 miliar pada Senin, 22 September 2025. Reza menekankan, pelaku pasar menilai prospek jangka panjang perusahaan sehingga tertarik masuk ke sahamnya.

Ekspansi strategis yang dilakukan ketiga emiten energi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di sektor migas, sekaligus membuka peluang investasi lebih luas bagi pasar modal.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor