Senin, 30 Maret 2026

GOTO Raih Pinjaman Triliunan Rupiah Dukung Pertumbuhan Digital

GOTO Raih Pinjaman Triliunan Rupiah Dukung Pertumbuhan Digital
GOTO Raih Pinjaman Triliunan Rupiah Dukung Pertumbuhan Digital

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) memperkuat posisi keuangannya dengan menandatangani fasilitas pinjaman berjangka baru senilai Rp4,65 triliun. Pinjaman ini memiliki tenor empat tahun dan bertujuan mendukung ekspansi bisnis dan kebutuhan modal kerja.

Mandated lead arrangers dari fasilitas ini adalah PT Bank DBS Indonesia dan United Overseas Bank Limited. Dana yang diperoleh sebagian akan digunakan untuk melunasi sisa pinjaman sebelumnya, sedangkan sisanya dialokasikan untuk investasi dan pengembangan operasional GOTO.

Strategi Keuangan dan Fleksibilitas Korporasi

Baca Juga

Jadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute

Simon Ho, Chief Financial Officer GOTO, menekankan fasilitas pinjaman baru ini memberikan fleksibilitas tambahan dalam mendorong pertumbuhan dan efisiensi ekosistem. Menurutnya, langkah ini menunjukkan kepercayaan mitra perbankan terhadap ketahanan dan prospek bisnis GOTO.

“Dukungan dari lembaga perbankan ini memperkuat posisi keuangan kami sekaligus memungkinkan pengembangan strategi jangka panjang dalam beberapa bulan dan tahun mendatang,” ujar Simon.

Peran Mitra Perbankan dalam Pengembangan Ekonomi Digital

Anthonius Sehonamin, Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, menyatakan kolaborasi ini mencerminkan peran perbankan sebagai mitra strategis yang menyediakan solusi keuangan inovatif.

“Kerja sama ini tidak hanya memperkuat usaha GOTO, tetapi juga memberi nilai tambah lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Harapman Kasan, Wholesale Banking Director PT Bank UOB Indonesia, menambahkan sejak fasilitas pinjaman pertama diberikan pada 2020, UOB terus mendukung pertumbuhan bisnis GOTO.

Fasilitas pinjaman baru ini menegaskan pentingnya membangun kemitraan jangka panjang dengan korporasi terkemuka untuk mendorong pengembangan sektor digital secara berkelanjutan.

Dampak terhadap Ekspansi dan Pertumbuhan GOTO

Dengan dukungan dana ini, GOTO memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk melakukan investasi strategis, termasuk pengembangan teknologi, ekspansi pasar, dan modal kerja.

Langkah ini diharapkan semakin menguatkan posisi GOTO di industri digital Indonesia, memperkuat ekosistem bisnis, dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.

Kolaborasi dengan perbankan global juga menunjukkan bahwa investor dan lembaga keuangan menaruh kepercayaan pada ketahanan dan prospek jangka panjang GOTO, sekaligus memperluas peluang inovasi digital di Indonesia.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor