Senin, 30 Maret 2026

Wijaya Karya Catat Kontrak Baru Rp5,24 Triliun 2025

Wijaya Karya Catat Kontrak Baru Rp5,24 Triliun 2025
Wijaya Karya Catat Kontrak Baru Rp5,24 Triliun 2025

JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menegaskan posisi strategisnya di sektor konstruksi nasional dengan mencatat kontrak baru senilai Rp 5,24 triliun hingga Agustus 2025. Angka ini mencerminkan portofolio perusahaan yang terdiversifikasi dan adaptif, meski tantangan industri konstruksi tengah menghadapi dinamika pasar.

Menurut Agung Budi Waskito, Direktur Utama WIKA, pencapaian kontrak baru ini menunjukkan kekuatan perusahaan dalam memanfaatkan peluang pembangunan di berbagai sektor.

“Pencapaian ini mencerminkan kinerja positif WIKA sebagai perusahaan konstruksi nasional yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan,” ujar Agung dalam siaran pers, Selasa (23 September 2025).

Baca Juga

Jadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute

Dominasi Sektor Industri Penunjang Konstruksi

Dari total kontrak baru WIKA sepanjang 2025, 49,8% berasal dari sektor industri penunjang konstruksi, menegaskan fokus perusahaan pada pembangunan fasilitas yang mendukung ekosistem konstruksi nasional. Sementara sektor infrastruktur dan gedung menyumbang 33,8%, menunjukkan diversifikasi yang seimbang antara proyek industri dan pembangunan publik.

Diversifikasi ini tidak hanya memperkuat stabilitas bisnis WIKA, tetapi juga mendorong ketahanan perusahaan terhadap fluktuasi ekonomi, serta menempatkan WIKA sebagai pemain konstruksi yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Proyek Strategis Mendukung Ketahanan Pangan

Selain proyek industri dan gedung, WIKA juga menekankan peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui sektor irigasi. Beberapa proyek penting berhasil diraih, termasuk Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Provinsi Jambi dan Pengembangan Jaringan Irigasi Air Tanah di Sumatra Selatan.\

“Proyek ini bertujuan meningkatkan keandalan distribusi air bagi lahan pertanian dan menggunakan solar panel sebagai sumber energi terbarukan, sejalan dengan komitmen Perseroan terhadap pembangunan hijau,” kata Agung.

Langkah ini menunjukkan fokus WIKA pada pembangunan berkelanjutan, di mana proyek konstruksi tidak hanya memperkuat infrastruktur fisik, tetapi juga berdampak positif pada produktivitas sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan.

Pengembangan Infrastruktur di Kawasan Strategis

WIKA juga berhasil mengamankan proyek Pembangunan Irigasi Belimbing di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Proyek ini akan mendukung pengelolaan 9.800 m² lahan pertanian, sekaligus meningkatkan efektivitas distribusi air di kawasan yang padat aktivitas transportasi.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), WIKA berpartisipasi dalam pembangunan embung-embung skala kecil, yang mendukung manajemen sumber daya air secara berkelanjutan. Proyek-proyek semacam ini mencerminkan komitmen perusahaan pada efisiensi dan inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam.

Memperluas Portofolio dan Peran Strategis

Ke depan, WIKA menargetkan pengembangan portofolio proyek yang lebih kompetitif, terutama di sektor strategis nasional, termasuk pembangunan infrastruktur energi, transportasi, dan gedung komersial. Diversifikasi proyek ini diharapkan memberi nilai tambah signifikan bagi pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat reputasi WIKA sebagai penggerak pembangunan Indonesia.

“Berlandaskan inovasi dan prinsip keberlanjutan, WIKA yakin dapat terus berperan sebagai penggerak utama pembangunan di Indonesia,” tegas Agung.

Sinergi dengan Energi Terbarukan

Salah satu fokus WIKA dalam proyek infrastruktur adalah pemanfaatan energi terbarukan, seperti solar panel pada proyek irigasi. Inisiatif ini sejalan dengan tren global menuju pembangunan hijau, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan proyek yang berorientasi jangka panjang dan ramah lingkungan.

Tantangan dan Strategi WIKA

Meski kinerja positif tercatat hingga Agustus 2025, WIKA tetap waspada terhadap tantangan industri konstruksi, termasuk potensi perlambatan ekonomi, fluktuasi biaya material, dan regulasi yang berubah. Untuk menghadapi hal ini, perusahaan mengoptimalkan portofolio proyek, menjaga efisiensi operasional, dan mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Pendekatan ini diyakini akan menjaga kestabilan pendapatan dan kontrak baru, sekaligus membuka peluang pertumbuhan jangka panjang di sektor strategis.

Kontrak baru Rp 5,24 triliun hingga Agustus 2025 menegaskan posisi WIKA sebagai perusahaan konstruksi yang adaptif dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Dengan portofolio proyek yang beragam, fokus pada energi terbarukan, serta strategi pengelolaan sumber daya yang efisien, WIKA siap menghadapi tantangan industri dan memberikan kontribusi signifikan pada pembangunan nasional.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor