Selasa, 31 Maret 2026

WIFI Dirikan Anak Usaha Baru Usai Lepas Tiga Entitas

WIFI Dirikan Anak Usaha Baru Usai Lepas Tiga Entitas
WIFI Dirikan Anak Usaha Baru Usai Lepas Tiga Entitas

JAKARTA - Langkah strategis kembali dijalankan oleh emiten telekomunikasi milik Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge. Setelah melepas kepemilikan pada tiga anak usaha dalam waktu hampir bersamaan, perseroan langsung mengumumkan pendirian entitas baru yang diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnisnya di sektor digital dan telekomunikasi.

Kabar ini disampaikan manajemen perusahaan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30 September 2025). Surge mendirikan anak usaha bernama PT Solusi Sinergi Borneo (SSB) yang berbasis di Pontianak, Kalimantan Barat. Pendirian entitas ini dikukuhkan melalui Akta Pendirian Perseroan Terbatas Nomor 14 tertanggal 29 September 2025 dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM pada hari yang sama, dengan Surat Keputusan Nomor AHU-0083406.AH.01.01.TAHUN 2025.

Ekspansi Pasca Divestasi

Baca Juga

Jadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute

Menurut Direktur Surge, Shannedy Ong, pendirian anak usaha baru merupakan langkah nyata perusahaan untuk melanjutkan ekspansi meski baru saja melakukan divestasi.

“SSB berkedudukan di Kota Pontianak dan bergerak di bidang internet service provider, perdagangan peralatan telekomunikasi, serta perdagangan berbagai macam barang,” jelas Shannedy dalam keterbukaan informasi.

Adapun komposisi kepemilikan saham dalam SSB terdiri dari WIFI sebesar 70% dan PT Sinergi Integrasi Borneo sebesar 30%. Dengan struktur tersebut, Surge tetap memegang kendali mayoritas sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan mitra lokal.

“Dapat disampaikan bahwa dengan adanya transaksi tersebut dapat menunjang perluasan dan ekspansi Grup Perseroan,” imbuh Shannedy.

Pihak manajemen juga menegaskan bahwa pendirian anak usaha baru ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, serta bukan pula termasuk dalam kategori transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK No.42/POJK.04/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.

Pelepasan Tiga Entitas

Sebelum mendirikan SSB, Surge lebih dulu menuntaskan proses divestasi pada tiga entitas anak usaha, yaitu PT Ini Kopi Indonesia (IKI), PT Integrasi Media Terkini (IMT), dan PT Aspek Media Indonesia (AMI). Total nilai transaksi dari divestasi tersebut mencapai sekitar Rp1,79 miliar.

Rinciannya, divestasi pertama dilakukan oleh anak usaha Surge, PT Kreasi Kode Digital (KKD), yang melepas seluruh sahamnya di IKI kepada PT Investasi Gemilang Maju (IGM) dengan nilai transaksi Rp594 juta. Transaksi dituangkan dalam perjanjian jual beli saham pada 19 dan 24 September 2025.

Langkah kedua, Surge langsung menjual kepemilikan sahamnya di IMT kepada IGM dengan nilai Rp599 juta, dengan tanggal perjanjian yang sama. Sedangkan transaksi ketiga adalah pelepasan saham AMI kepada IGM senilai Rp599 juta.

Manajemen menegaskan bahwa tidak ada hubungan afiliasi antara Surge maupun KKD dengan IGM selaku pembeli, sehingga transaksi ini murni bersifat komersial.

“Dengan adanya perubahan akta tersebut, tidak ada dampak signifikan terhadap perseroan,” ujar Shannedy.

Strategi Diversifikasi Bisnis

Jika ditarik benang merah, langkah divestasi sekaligus pendirian anak usaha baru menunjukkan arah strategi Surge yang lebih fokus pada bisnis inti di bidang telekomunikasi, internet, dan layanan digital. Dengan melepas entitas di sektor non-inti seperti kopi dan media, perusahaan tampak berusaha memperkuat posisi di industri digital yang terus berkembang.

Pontianak dipilih sebagai basis operasional SSB karena kawasan Kalimantan Barat dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan jaringan internet, mengingat penetrasi layanan masih terbatas dibandingkan wilayah Jawa. Hal ini sekaligus membuka peluang Surge untuk menjadi salah satu penyedia layanan digital yang mampu menjangkau daerah-daerah baru.

Di sisi lain, kepemilikan saham bersama dengan PT Sinergi Integrasi Borneo dapat memberi keunggulan strategis, terutama dalam hal penguasaan pasar lokal dan pengelolaan distribusi di wilayah Kalimantan.

Optimisme Perusahaan

Meski divestasi sering kali dipersepsikan sebagai langkah defensif, Surge justru melihatnya sebagai strategi untuk memperkuat fokus usaha. Dengan kinerja keuangan yang relatif stabil, manajemen optimistis bahwa kehadiran SSB bisa menjadi penopang baru bagi pertumbuhan pendapatan ke depan.

Selain menyediakan layanan internet, entitas ini juga akan menjajaki peluang di sektor perdagangan peralatan telekomunikasi serta distribusi berbagai barang terkait teknologi. Model bisnis tersebut dinilai selaras dengan visi perusahaan dalam menyediakan solusi digital terintegrasi.

“Dengan kombinasi divestasi dan pendirian anak usaha baru, kami ingin memastikan bahwa arah bisnis perseroan tetap fokus, terukur, sekaligus adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pasar,” ujar Shannedy menutup keterangannya.

Pendirian PT Solusi Sinergi Borneo (SSB) oleh Surge pasca divestasi tiga entitas memperlihatkan bahwa perusahaan tetap agresif menggarap peluang di sektor digital. Dengan basis operasional di Pontianak dan kepemilikan mayoritas, Surge mengukuhkan komitmennya memperluas jangkauan layanan internet dan memperkuat bisnis inti telekomunikasi.

Langkah ini sekaligus menandai transformasi strategi, dari bisnis diversifikasi non-inti menuju fokus pada penguatan layanan digital yang lebih menjanjikan di masa depan.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor