Selasa, 31 Maret 2026

Hana Bank Perkuat Layanan Untuk Pertahankan Loyalitas Nasabah

Hana Bank Perkuat Layanan Untuk Pertahankan Loyalitas Nasabah
Hana Bank Perkuat Layanan Untuk Pertahankan Loyalitas Nasabah

JAKARTA - PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menyiapkan strategi agar nasabah tetap setia di tengah rencana kenaikan bunga deposito valuta asing (valas) Himbara. Pendekatan utama dilakukan melalui penguatan layanan korporasi dan optimalisasi likuiditas.

Chief Personal Banking Officer Hana Bank, Stefen Loekito, menjelaskan fokus bank adalah menjaga rekening operasional nasabah korporasi tetap berada di Hana Bank. Hal ini penting karena dana tersebut menjadi sumber likuiditas bank.

“Dari sisi corporate banking services-nya, kita akan coba retain di situ. Supaya customer tetap menaruh rekening operasionalnya di kita,” kata Stefen dalam wawancara di Jakarta, Selasa.

Baca Juga

Jadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute

Strategi Corporate Banking dan Supply Chain Financing

Selain penguatan layanan korporasi, Hana Bank juga memperluas layanan supply chain financing bagi perusahaan mitra dalam rantai pasok. Langkah ini diharapkan dapat menjaga loyalitas nasabah sekaligus mempertahankan perputaran dana di bank.

“Sehingga customer tidak perlu pindah ke bank lain. Dan kalau ada keperluan forex, apalagi dengan Korea, di tempat kami bisa lebih seamless,” imbuh Stefen. Strategi ini sekaligus mengantisipasi potensi migrasi nasabah ke bank lain akibat kenaikan bunga deposito valas Himbara.

Stefen menyebut pihaknya cukup terkejut ketika Himbara mengumumkan kenaikan suku bunga deposito valas secara kompak. Meski demikian, Hana Bank menunggu perkembangan pasar sebelum memutuskan penyesuaian suku bunga serupa.

“Kita tunggu juga bagaimana perkembangan berikutnya, apakah bersifat berkelanjutan atau hanya sementara,” ujar Stefen. Bank akan memantau likuiditas valas dan kondisi pasar melalui tim treasury sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Kondisi Dana Pihak Ketiga dan Deposito

Per akhir Juni 2025, dana pihak ketiga (DPK) Hana Bank tercatat sebesar Rp27,71 triliun, tumbuh 8,79 persen year on year. Deposito menjadi komponen dominan dalam DPK, mencapai Rp17,02 triliun, sementara dana murah (CASA) terdiri dari giro dan tabungan sebesar Rp10,67 triliun.

Bunga deposito valas Hana Bank per 21 Juni 2023 untuk tenor 1 bulan adalah 3 persen, sedangkan tenor 3, 6, dan 12 bulan sebesar 3,25 persen dengan nominal minimal 1.000 dolar AS. Kebijakan ini menjadi acuan dalam menjaga daya tarik produk valas Hana Bank.

Sementara itu, Himbara memutuskan menaikkan bunga deposito valas menjadi 4 persen untuk semua tiering saldo dan tenor 1–12 bulan, efektif 5 November 2025. Keputusan ini memicu perhatian bank lain, termasuk Hana Bank, terkait kompetisi dan loyalitas nasabah.

Respons Pemerintah dan Prinsip Pro-Pasar

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah memberi arahan kepada Himbara untuk menaikkan suku bunga deposito valas menjadi 4 persen. Diskusi mengenai insentif untuk pemegang valas memang pernah dilakukan, namun belum final karena masih terdapat risiko yang perlu dihitung.

“Tim yang diperintahkan Presiden akan memberikan laporan pada Jumat, 3 Oktober 2025, setelah menghitung risiko kebijakan,” jelas Purbaya. Pemerintah menekankan prinsip pro-pasar, mendorong suku bunga rendah, dan menggerakkan mekanisme pasar melalui suplai uang.

“Jadi, kami selalu mengarahkan kebijakan untuk menggerakkan pasar supaya lebih efisien, bukan mendikte,” tambahnya. Pernyataan ini menunjukkan pemerintah tetap memprioritaskan stabilitas pasar keuangan dan efisiensi mekanisme pasar.

Tantangan dan Langkah Ke Depan

Hana Bank menghadapi tantangan menjaga loyalitas nasabah di tengah kompetisi bunga deposito valas. Penguatan corporate banking dan supply chain financing diharapkan menjadi strategi efektif untuk menahan potensi migrasi dana.

Selain itu, bank akan terus memantau kondisi likuiditas dan tren pasar valas global. Penyesuaian suku bunga deposito valas baru akan dilakukan jika situasi pasar dan kebutuhan nasabah menuntut langkah tersebut.

Strategi ini sejalan dengan visi Hana Bank untuk menjadi bank yang tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga solusi keuangan yang responsif terhadap kebutuhan nasabah, khususnya di segmen korporasi.

Dengan langkah-langkah ini, Hana Bank menegaskan komitmennya untuk mempertahankan loyalitas nasabah sekaligus menjaga pertumbuhan likuiditas bank agar tetap optimal.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor