Selasa, 31 Maret 2026

Grup Astra Pimpin Mega Manunggal Property Lewat RUPSLB

Grup Astra Pimpin Mega Manunggal Property Lewat RUPSLB
Grup Astra Pimpin Mega Manunggal Property Lewat RUPSLB

JAKARTA - PT Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) resmi berada di bawah kendali baru Grup Astra. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) digelar Senin, 6 Oktober 2025 di Hotel Wyndham Casablanca Jakarta pukul 14.30 WIB untuk menyesuaikan struktur direksi dan dewan komisaris dengan kepemilikan baru.

Langkah ini dilakukan usai Grup Astra melalui entitasnya, PT Saka Industrial Arjaya, menuntaskan akuisisi sekitar 83,67% saham MMLP pada 30 September 2025. Dengan transaksi senilai Rp3,34 triliun, MMLP kini resmi memiliki pengendali baru, dan seluruh jajaran komisaris serta direksi lama mengundurkan diri.

RUPSLB kali ini membahas dua mata acara utama: perubahan susunan direksi dan komisaris serta persetujuan perubahan dan pernyataan kembali anggaran dasar perseroan. Langkah ini menjadi fase awal integrasi MMLP ke dalam ekosistem bisnis Grup Astra.

Baca Juga

Jadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute

Susunan Direksi dan Komisaris Baru MMLP

Mengikuti akuisisi, Grup Astra telah menyiapkan sejumlah nama untuk mengisi posisi penting di MMLP. Berdasarkan bahan RUPSLB, Ashwin Bhat akan menjabat sebagai Presiden Direktur, dibantu oleh Susan Samantha dan Lia Prilianty Singgih sebagai direktur.

Di jajaran komisaris, Wibowo Muljono diangkat sebagai Presiden Komisaris, didampingi Budi Frensidy sebagai Komisaris Independen dan Frans Surjadi sebagai Komisaris. Perombakan ini memastikan MMLP selaras dengan strategi Grup Astra di sektor properti dan pengembangan aset.

Ashwin Bhat, warga negara India, sebelumnya menjabat Presiden Direktur PT Sada Logistik Pratista dan PT Saka Industrial Arjaya sejak 2025. Dia juga memiliki pengalaman sebagai direktur di beberapa entitas usaha properti Astra dan pernah menjadi Head of Business Development (Industrial) PT Astra Land Indonesia. Pendidikan Ashwin mencakup gelar Master of Business Administration (MBA) dari INSEAD, Singapura (2017–2018).

Sementara itu, Susan Samantha aktif di PT Sada Logistik Pratista dan PT Saka Industrial Arjaya, dan Lia Prilianty Singgih sebelumnya menjabat Executive Vice President Investment & Finance di PT Asuransi Astra Buana. Di sisi komisaris, Wibowo Muljono memiliki pengalaman luas di Grup Astra, termasuk sebagai Presiden Direktur PT Menara Astra, Presiden Komisaris PT Brahmayasa Bahtera, Presiden Komisaris PT Samadista Karya, serta Komisaris PT Astra Land Indonesia.

Transaksi Akuisisi dan Dampaknya

Akuisisi ini melibatkan pembelian saham dari beberapa pemegang saham lama, termasuk PT Suwarna Arta Mandiri selaku pemegang saham mayoritas sebelumnya dan Bridge Leed Limited yang memiliki 17,51% saham, serta sejumlah pemegang saham minoritas lainnya. Dengan demikian, PT Saka Industrial Arjaya menjadi pengendali tunggal MMLP.

Sebagai pengendali baru, Astra melalui PT Saka Industrial Arjaya diwajibkan melaksanakan Penawaran Tender Wajib sesuai ketentuan POJK Nomor 9/2018 dan regulasi pasar modal lainnya. Proses ini memastikan hak investor minoritas tetap terlindungi sekaligus memenuhi kepatuhan hukum.

Perombakan direksi dan komisaris menjadi langkah strategis awal untuk menyelaraskan visi MMLP dengan portofolio Grup Astra. Selain itu, penyesuaian anggaran dasar perseroan juga menjadi bagian penting agar perusahaan dapat beroperasi lebih efisien di bawah kepemilikan baru.

Sinergi dengan Grup Astra dan Prospek MMLP

Masuknya MMLP ke dalam ekosistem Grup Astra diharapkan dapat membuka peluang pengembangan proyek properti lebih luas. Dengan pengalaman manajemen baru yang memiliki rekam jejak kuat di sektor logistik, investasi, dan properti, MMLP dapat memanfaatkan sinergi dengan anak perusahaan Astra lainnya.

RUPSLB hari ini juga menandai fase awal integrasi operasional, mulai dari penguatan struktur manajemen hingga penyesuaian strategi bisnis. Dengan demikian, MMLP dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pasar properti yang dinamis sekaligus memperkuat posisi di segmen pengembangan hunian dan komersial.

Selain itu, pengangkatan Ashwin Bhat dan tim manajemen baru menegaskan fokus Grup Astra pada profesionalisasi tata kelola MMLP, meningkatkan transparansi, dan memperkuat akuntabilitas manajerial. Hal ini diharapkan meningkatkan kepercayaan investor serta memperkuat nilai saham perseroan di pasar modal.

Langkah Strategis Pasca-Akuisisi

Pasca-akuisisi, MMLP tidak hanya menyesuaikan struktur internal, tetapi juga melakukan evaluasi portofolio proyek yang sedang berjalan. Grup Astra menekankan pentingnya efisiensi, optimalisasi aset, serta pengembangan proyek baru yang sesuai strategi jangka panjang.

RUPSLB yang digelar hari ini, 6 Oktober 2025, menjadi bukti komitmen Astra dalam menempatkan MMLP sebagai salah satu pilar pengembangan properti dalam portofolio korporasi mereka. Dengan manajemen yang lebih terstruktur, MMLP diharapkan mampu memperluas kapasitas pengembangan proyek dan meningkatkan kinerja operasional.

Dengan demikian, langkah ini bukan sekadar pergantian pemegang saham, melainkan transformasi menyeluruh yang mempersiapkan MMLP untuk pertumbuhan berkelanjutan dalam sektor properti nasional.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor