Selasa, 31 Maret 2026

Momentum IHSG Bullish, Emiten Fokus Perluas Kepemilikan Publik Saham

Momentum IHSG Bullish, Emiten Fokus Perluas Kepemilikan Publik Saham
Momentum IHSG Bullish, Emiten Fokus Perluas Kepemilikan Publik Saham

JAKARTA - Pasar saham Indonesia memasuki fase bullish dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Pada Selasa, 7 Oktober 2025, IHSG ditutup di level 8.169,28, meningkat 15,39% sepanjang tahun berjalan 2025.

Di tengah tren positif IHSG, sejumlah emiten melaksanakan aksi penjualan saham untuk menambah jumlah saham beredar atau free float. Langkah ini bertujuan meningkatkan likuiditas dan memperluas basis investor publik.

Langkah Strategis Emiten Besar

Baca Juga

Jadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute

PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menjadi salah satu emiten yang memanfaatkan momentum pasar. Green Era Energy Pte Ltd., pemegang saham BREN, menjual 481.220.000 saham pada 2 Oktober 2025 dengan harga rata-rata Rp8.650 per saham, senilai Rp4,16 triliun.

Agus Sandy Widyanto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BREN, menyampaikan transaksi ini bertujuan menambah free float dan likuiditas saham di pasar. Setelah transaksi, kepemilikan Green Era Energy turun menjadi 30.761.383.100 saham atau 22,99% hak suara.

Sebelumnya, Green Era Energy juga telah melakukan divestasi melalui 14 transaksi senilai total Rp2,85 triliun sepanjang Agustus hingga 1 Oktober 2025. Meski jumlah saham publik meningkat, jumlah pemegang saham BREN justru menurun dari 51.959 pada Juli menjadi 40.485 per September 2025.

Langkah serupa dilakukan oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI). PT Multi Artha Pratama melepas 178,23 juta saham PANI pada 6 Oktober 2025, menghasilkan dana segar Rp2,50 triliun dengan harga Rp890 per saham.

Direktur PANI Markus Kusumaputra menegaskan, transaksi ini untuk meningkatkan porsi kepemilikan publik dan likuiditas saham. Meskipun kepemilikan turun menjadi 88,88%, Multi Artha Pratama tetap pengendali PANI.

Pemegang saham PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) juga melaksanakan divestasi saham untuk memenuhi ketentuan free float. Matrix Company Limited menjual 6.827.940 saham AGII pada 30 September 2025 dengan harga Rp764 per saham, senilai Rp5,21 miliar.

Setelah transaksi, kepemilikan Matrix Company dalam AGII turun dari 32,45% menjadi 32,23%. Selain itu, pemegang saham signifikan lainnya termasuk PT Samator 35,24%, PT Saratoga Investama 10%, dan PT Aneka Mega Energi 15% per Agustus 2025.

Sementara itu, saham AGII yang dimiliki masyarakat non-warkat (scripless) mencapai 7,31%, sedikit di bawah aturan minimal free float Bursa Efek Indonesia 7,5%. Aksi korporasi ini memicu lonjakan harga saham AGII di lantai bursa.

Dalam lima hari terakhir, harga saham AGII melesat 92,95% ke posisi Rp1.560 per saham. Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat melakukan suspensi saham pada 7 Oktober dan kembali dibuka pada 8 Oktober 2025.

Momentum ini menunjukkan bahwa emiten strategis memanfaatkan kondisi IHSG bullish untuk memperkuat struktur kepemilikan publik. Penambahan free float diharapkan mendukung likuiditas dan stabilitas harga saham jangka menengah.

Langkah korporasi serupa menjadi tren di pasar saham Indonesia. Banyak emiten besar memanfaatkan periode tren positif IHSG untuk meningkatkan transparansi dan partisipasi investor.

Dengan meningkatnya jumlah saham publik, emiten berharap dapat menarik lebih banyak investor domestik maupun asing. Hal ini sejalan dengan upaya BEI untuk mendorong pertumbuhan pasar modal yang lebih likuid dan dinamis.

Selain itu, aksi divestasi tidak mengubah posisi pengendali perusahaan. Emiten tetap berada di tangan pemegang saham mayoritas, sehingga strategi korporasi tetap terkendali.

Secara keseluruhan, momentum kenaikan IHSG dimanfaatkan untuk memperkuat struktur saham dan meningkatkan likuiditas pasar. Para emiten besar menunjukkan kesiapan mereka menghadapi tren bullish jangka panjang.

Transaksi saham yang dilakukan BREN, PANI, dan AGII menandai fase baru dalam strategi manajemen kepemilikan. Strategi ini tidak hanya menambah free float, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham-saham unggulan.

Bursa saham Indonesia diperkirakan akan terus mencatatkan kinerja positif. Emiten yang proaktif menambah free float diperkirakan akan lebih diminati pasar dan meningkatkan stabilitas harga di masa mendatang.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan BUMI 2025 Melonjak Laba Bersih Tembus Rp1,35 Triliun dan Pendapatan Naik Signifikan

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Kinerja Keuangan ERAA 2025 Melejit Penjualan Tumbuh 17 Persen dan Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Proyeksi Laba BRMS 2026 Melejit Tembus Rp1,6 Triliun Didukung Ekspansi Tambang dan Harga Emas Global

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor

Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor