Selasa, 31 Maret 2026

Syarat Penting Agar Produk BBM Baru Bisa Dijual

Syarat Penting Agar Produk BBM Baru Bisa Dijual
Syarat Penting Agar Produk BBM Baru Bisa Dijual

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa setiap produk BBM baru, termasuk Bobibos, harus melalui serangkaian prosedur ketat sebelum dipasarkan. 

Tujuannya adalah untuk memastikan perlindungan konsumen.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan bahwa proses ini panjang dan komprehensif. “Yang jelas harus lewat prosedur. Tujuannya untuk melindungi konsumen pada akhirnya. Panjang prosesnya,” ujar dia.

Baca Juga

Pemerintah Percepat Proyek Blok Masela Senilai US$20,9 Miliar Untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional 2026

Tahap Uji Fisika dan Kompatibilitas

Tahap awal mencakup uji fisika untuk menentukan spesifikasi produk dan jenis BBM yang sesuai. Selanjutnya, produk diuji kompatibilitas dan penyimpanan, termasuk uji stabilitas selama tiga bulan untuk melihat perubahan karakteristik.

Setelah itu, dilakukan uji kinerja (performance test) untuk membandingkan performa produk baru dengan BBM eksisting, yang mencakup kendaraan roda 2 maupun roda 4, terutama di daerah dengan populasi kendaraan tinggi.

Uji Ketahanan dan Perjalanan Lapangan

Produk BBM baru juga akan melewati uji ketahanan di laboratorium selama 1.000 jam, diikuti uji jalan sejauh 50.000 km. “Minimal itu setengah dari warranty-nya, yaitu 100 ribu km. Jadi memang panjang prosesnya, butuh waktu kurang lebih 8 bulan,” jelas Anggia.

Setelah melewati tahap laboratorium dan uji lapangan, produk harus disertifikasi oleh Ditjen Migas sebelum mengurus izin niaga. Proses panjang ini memastikan kualitas, keamanan, dan kinerja BBM sesuai standar.

Bobibos Siapkan Dua Jenis BBM

Founder Bobibos, M Ikhlas Thamrin, menjelaskan bahwa perusahaan menyiapkan dua jenis produk: pengganti bensin yang disebut biogasoline dan pengganti solar yang masih dalam pembahasan dengan tim EBTKE Kementerian ESDM.

Penentuan istilah dan klasifikasi terkait erat dengan penyusunan standar teknis sebagai dasar pengujian. Karena parameter untuk biogasoline belum tersedia, diperlukan forum diskusi melibatkan produsen mesin, regulator, akademisi, dan pengembang teknologi.

Kesiapan dan Kolaborasi Teknis

Menurut Ikhlas, penentuan parameter teknis membutuhkan komunikasi lintas pemangku kepentingan. Forum teknis atau FGD akan membantu menetapkan standar biogasoline yang jelas dan dapat diterapkan di seluruh industri.

Kolaborasi ini menjadi bagian penting agar produk BBM baru tidak hanya inovatif, tetapi juga memenuhi standar keselamatan dan kualitas, serta dapat diterima di pasar secara legal dan aman bagi konsumen.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tetap Stabil Mulai 1 April 2026 Demi Daya Beli Masyarakat

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tetap Stabil Mulai 1 April 2026 Demi Daya Beli Masyarakat

Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM Tetap Lancar Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM Tetap Lancar Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Indonesia dan Jepang Tandatangani Pinjaman Besar Untuk Percepatan Proyek Panas Bumi Hululais Hingga 2030

Indonesia dan Jepang Tandatangani Pinjaman Besar Untuk Percepatan Proyek Panas Bumi Hululais Hingga 2030

Pemerintah Mempercepat Persetujuan RKAB Batu Bara untuk Menjaga Pasokan dan Harga Komoditas Global

Pemerintah Mempercepat Persetujuan RKAB Batu Bara untuk Menjaga Pasokan dan Harga Komoditas Global

5 Rumah Murah di Parung Panjang Mulai Rp150 Jutaan Cocok Untuk Pekerja Jakarta

5 Rumah Murah di Parung Panjang Mulai Rp150 Jutaan Cocok Untuk Pekerja Jakarta