Selasa, 31 Maret 2026

BPS dan Kemendag Perkuat Data Harga Cegah Inflasi

BPS dan Kemendag Perkuat Data Harga Cegah Inflasi
BPS dan Kemendag Perkuat Data Harga Cegah Inflasi

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat kolaborasi penyediaan data harga bahan pokok. 

Langkah ini diambil untuk mendukung kebijakan pengendalian inflasi yang lebih cepat dan terarah.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa data lapangan yang akurat sangat penting untuk merespons dinamika harga kebutuhan pokok yang memengaruhi daya beli masyarakat. “BPS setiap minggu menghitung Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai proxy indicator inflasi,” ujar Amalia.

Baca Juga

Pemerintah Percepat Proyek Blok Masela Senilai US$20,9 Miliar Untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional 2026

SP2KP dan IPH: Mekanisme Pemantauan Harga

Kemendag memiliki jejaring kontributor harga yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Data harian dari lapangan ini kemudian digunakan BPS untuk menghitung IPH, indikator mingguan awal tekanan inflasi.

Sinergi ini juga menjadi contoh konkret kerjasama statistik sektoral antar lembaga. Setiap Senin, Kepala BPS memaparkan hasil IPH dalam rapat koordinasi inflasi daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri. Kecepatan respons pemerintah sangat bergantung pada kualitas data dan koordinasi antarlembaga.

Akurasi Data dan Tindakan Kebijakan

Amalia menekankan, IPH kini memasuki tahun keempat penyusunan dan telah menjadi instrumen penting untuk pengendalian inflasi serta stabilisasi harga kebutuhan pokok. Ia juga mengapresiasi Kemendag atas kolaborasi yang menjaga daya beli masyarakat di seluruh Indonesia.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menambahkan pentingnya menjaga akurasi data. “Bila melihat harga naik, bukan angka atau datanya yang diubah, tapi intervensi kebijakan yang dijalankan untuk menurunkan harga,” ujar Budi. Pernyataan ini menekankan bahwa data bukan tujuan akhir, melainkan dasar pengambilan keputusan.

Modernisasi Sistem dan Peninjauan Lapangan

BPS menilai langkah Kemendag memperkuat SP2KP melalui integrasi pelaporan elektronik, mekanisme validasi, serta peningkatan kapasitas petugas lewat e-learning. Upaya ini memperkokoh ekosistem data harga pangan nasional yang transparan dan dapat diandalkan.

Sinergi tidak berhenti di tingkat pusat. Dalam Rakernas Pemantauan Barang Kebutuhan Pokok, Menteri Perdagangan dan Kepala BPS meninjau langsung harga sejumlah komoditas strategis di Pasar Cihapit, Bandung, termasuk beras, cabai merah, daging ayam, dan daging sapi.

Landasan Kuat untuk Stabilitas Harga

Kolaborasi BPS dan Kemendag menunjukkan bahwa pengendalian inflasi memerlukan pendekatan berbasis data yang kuat serta intervensi kebijakan tepat sasaran. 

Dengan penyediaan data yang makin terintegrasi, pemerintah memiliki landasan kokoh untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang cepat berubah.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tetap Stabil Mulai 1 April 2026 Demi Daya Beli Masyarakat

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tetap Stabil Mulai 1 April 2026 Demi Daya Beli Masyarakat

Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM Tetap Lancar Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM Tetap Lancar Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Indonesia dan Jepang Tandatangani Pinjaman Besar Untuk Percepatan Proyek Panas Bumi Hululais Hingga 2030

Indonesia dan Jepang Tandatangani Pinjaman Besar Untuk Percepatan Proyek Panas Bumi Hululais Hingga 2030

Pemerintah Mempercepat Persetujuan RKAB Batu Bara untuk Menjaga Pasokan dan Harga Komoditas Global

Pemerintah Mempercepat Persetujuan RKAB Batu Bara untuk Menjaga Pasokan dan Harga Komoditas Global

5 Rumah Murah di Parung Panjang Mulai Rp150 Jutaan Cocok Untuk Pekerja Jakarta

5 Rumah Murah di Parung Panjang Mulai Rp150 Jutaan Cocok Untuk Pekerja Jakarta