Selasa, 31 Maret 2026

Pemerintah Siapkan Peternakan Besar Dukung Program MBG

Pemerintah Siapkan Peternakan Besar Dukung Program MBG
Pemerintah Siapkan Peternakan Besar Dukung Program MBG

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan pembangunan peternakan sapi skala besar untuk memenuhi kebutuhan susu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Langkah ini diambil karena permintaan susu diprediksi meningkat seiring perluasan program.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menyebut produksi ditargetkan mencapai sekitar tiga juta liter per hari. Hal ini menjadi perhatian utama agar pasokan tidak terganggu dan harga bahan pangan tetap stabil.

Baca Juga

Pemerintah Percepat Proyek Blok Masela Senilai US$20,9 Miliar Untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional 2026

Upaya Kemandirian Pangan Lewat Diversifikasi

Selain sapi perah, pemerintah juga menyiapkan produksi susu kedelai sebagai pelengkap. Langkah ini sejalan dengan upaya kemandirian pangan, mengingat kedelai masih banyak diimpor.

“Kebutuhan tahu dan tempe untuk dapur MBG bisa mencapai 200–300 kilogram per dapur per hari,” ujar Nanik. Fokus pada kedelai dan produk lokal ini diharapkan menekan ketergantungan impor sekaligus mendukung asupan gizi anak.

Pengamanan Bahan Pangan Lainnya

Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional diminta membuka lahan baru untuk sayuran. Menteri Koperasi menyiapkan dana awal sekitar Rp300 miliar untuk mendukung koperasi di sektor hortikultura dan peternakan.

Produksi telur dan ayam juga mendapat perhatian, mengingat harga mulai naik menjelang Natal dan Tahun Baru. Nanik menjelaskan opsi substitusi telah disiapkan, misalnya mengganti sebagian jatah telur anak dengan daging sapi atau telur puyuh jika stok terbatas.

Lahan dan Sistem Terintegrasi Peternakan

Untuk daging dan ternak, pemerintah menyiapkan lahan seluas 500 ribu hektare—200 ribu di Jawa dan 300 ribu di luar Jawa. Sistem terintegrasi antara pakan dan peternakan diterapkan untuk efisiensi dan kestabilan pasokan.

Koordinasi lintas kementerian diperkuat setelah PP Nomor 28 yang memperluas kewenangan BGN. TNI AD dilibatkan melalui Kodim untuk membudidayakan ayam dan menanam sayur, sementara Mendagri mendorong pemanfaatan lahan kosong di daerah.

Tujuan Akhir: Bahan Baku Aman, Harga Stabil

Semua langkah ini bertujuan memastikan bahan baku MBG tersedia tanpa menekan pasar. Nanik menekankan bahwa pergerakan cepat semua pihak diperlukan karena tanda kenaikan harga, termasuk buah, sudah muncul.

“Targetnya jelas: bahan baku aman, harga stabil,” tuturnya. Dengan strategi terpadu ini, pemerintah berharap program MBG dapat berjalan optimal sambil menjaga kestabilan ekonomi masyarakat.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tetap Stabil Mulai 1 April 2026 Demi Daya Beli Masyarakat

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tetap Stabil Mulai 1 April 2026 Demi Daya Beli Masyarakat

Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM Tetap Lancar Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM Tetap Lancar Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Indonesia dan Jepang Tandatangani Pinjaman Besar Untuk Percepatan Proyek Panas Bumi Hululais Hingga 2030

Indonesia dan Jepang Tandatangani Pinjaman Besar Untuk Percepatan Proyek Panas Bumi Hululais Hingga 2030

Pemerintah Mempercepat Persetujuan RKAB Batu Bara untuk Menjaga Pasokan dan Harga Komoditas Global

Pemerintah Mempercepat Persetujuan RKAB Batu Bara untuk Menjaga Pasokan dan Harga Komoditas Global

5 Rumah Murah di Parung Panjang Mulai Rp150 Jutaan Cocok Untuk Pekerja Jakarta

5 Rumah Murah di Parung Panjang Mulai Rp150 Jutaan Cocok Untuk Pekerja Jakarta