Sabtu, 11 Juli 2026

Energi Terbarukan: Pilar Utama Pertumbuhan Ekonomi Modern

Energi Terbarukan: Pilar Utama Pertumbuhan Ekonomi Modern

JAKARTA - Ketika dunia semakin bergantung pada energi terbarukan sebagai sumber daya utama, Indonesia masih dalam tahap mempelajari strategi-strategi yang terbukti sukses dari negara-negara lain. Sebuah fokus diberikan kepada Tiongkok, negara yang kini berada di garis depan dalam pemanfaatan dan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

Dalam sebuah diskusi publik yang diselenggarakan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR), Direktur Eksekutif Fabby Tumiwa menyoroti pelajaran penting yang bisa dipetik oleh Indonesia dari Tiongkok. "Tiongkok konsisten dalam mengembangkan industri teknologi dan pemanfaatan energi terbarukan sebagai prioritas pembangunan nasional mereka," ujar Fabby. Dukungan kebijakan dan regulasi yang selaras menjadi kunci untuk mencapai tujuan ambisius tersebut, lanjutnya.

Keberhasilan Tiongkok sebagai Contoh

Tiongkok kini dikenal sebagai negara terdepan dalam pemanfaatan energi terbarukan di dunia. Langkah-langkah yang diambil oleh Tiongkok melibatkan investasi besar-besaran dalam teknologi inovatif dan energi bersih, serta implementasi kebijakan yang mendukung industri ini. Strategi ini tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Langkah Tiongkok dapat dilihat dari pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga angin dan matahari terbesar di dunia. Selain itu, negara ini juga berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi penyimpanan energi, yang penting untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi terbarukan.

Dampak Ekonomi Positif

Keberhasilan Tiongkok tidak hanya mengurangi polusi dan meminimalkan dampak lingkungan tetapi juga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi mereka. Dengan merangkul EBT, Tiongkok berhasil menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas, dan membuka pasar ekspor untuk teknologi energi hijau. Efek berganda ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia.

Fabby Tumiwa menegaskan bahwa Indonesia juga perlu menciptakan kebijakan yang mendukung pengembangan energi terbarukan seperti Tiongkok. "Kita perlu mengembangkan strategi nasional yang kuat dan jelas, didukung oleh kebijakan yang dapat menarik investasi di sektor ini," saran Fabby.

Pelajaran dari Negara Lain

Tidak hanya Tiongkok, India dan Amerika Serikat juga menjadi contoh negara yang telah berhasil memanfaatkan energi terbarukan untuk memajukan ekonomi mereka. Di India, misalnya, kebijakan pemerintah yang mendukung pembangkit listrik tenaga surya telah membuka peluang bagi investor swasta untuk turut serta dalam transisi energi. Sementara itu, di Amerika Serikat, baik sektor publik maupun swasta telah bekerja sama untuk memperluas pemanfaatan energi angin dan matahari.

Tantangan dan Peluang di Indonesia

Di Indonesia, tantangan utama dalam mengadopsi energi terbarukan adalah kelemahan infrastruktur dan regulasi yang belum cukup mendukung. Pemerintah harus mempercepat pengembangan infrastruktur energi yang memadai, serta menyiapkan kebijakan fiskal dan non-fiskal yang bisa meningkatkan minat investor.

Meski demikian, Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan EBT mengingat kekayaan sumber daya alamnya. Negara ini memiliki banyak potensi untuk pengembangan energi surya, angin, dan biomassa. "Potensi ini harus dimanfaatkan dengan baik agar bisa digunakan untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi kita," kata Fabby.

Langkah ke Depan

Untuk melangkah maju, Indonesia harus mencontoh negara-negara yang telah sukses dengan strategi dan kebijakan energi terbarukan mereka. Langkah pertama adalah memperkuat komitmen pemerintah terhadap penggunaan EBT melalui pembuatan kebijakan yang jelas dan terarah.

Selanjutnya, penting untuk mendorong partisipasi sektor swasta dan masyarakat dalam usaha ini. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan insentif bagi perusahaan yang ingin berinvestasi di sektor energi terbarukan dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat penggunaannya.

"Sebagai bangsa, kita harus memiliki visi jangka panjang yang menempatkan energi terbarukan sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi kita," pungkas Fabby Tumiwa.

Keseluruhan langkah ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga menciptakan ekosistem yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia. Dengan belajar dari negara lain dan menanamkan kebijakan lokal yang tepat, Indonesia bisa bertransformasi menjadi salah satu negara yang memimpin dalam penerapan energi terbarukan di masa depan.

Herman

Herman

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BPS Catat Nilai Tukar Petani Juni 2026 Turun Menjadi 127,65

BPS Catat Nilai Tukar Petani Juni 2026 Turun Menjadi 127,65

BPS Catat Harga Beras Naik Juni 2026, Jenis Premium Melonjak Tinggi

BPS Catat Harga Beras Naik Juni 2026, Jenis Premium Melonjak Tinggi

Peternak Ayam di Kota Batu Kurangi Populasi demi Bertahan

Peternak Ayam di Kota Batu Kurangi Populasi demi Bertahan

Harga BBM Pertamina di Jatim Per 1 Juli 2026, Non-Subsidi Turun

Harga BBM Pertamina di Jatim Per 1 Juli 2026, Non-Subsidi Turun

Harga Telur Ayam Drop, Peternak di Batu Mengeluh Rugi Besar

Harga Telur Ayam Drop, Peternak di Batu Mengeluh Rugi Besar