Danantara Indonesia dan Rua Al Madinah Bersinergi Kembangkan Infrastruktur Haji Terpadu

Jumat, 13 Februari 2026 | 10:25:26 WIB
Danantara Indonesia dan Rua Al Madinah Bersinergi Kembangkan Infrastruktur Haji Terpadu

JAKARTA - Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) menjajaki kerja sama strategis dengan Rua Al Madinah Holding, perusahaan di bawah Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Langkah ini bertujuan mengeksplorasi peluang investasi dalam pengembangan proyek Rua Al Madinah dan Dar Al Hijrah yang komprehensif.

Penandatanganan MoU dilakukan dalam rangkaian PIF Private Sector Forum 2026. Forum ini berlangsung pada 9–10 Februari 2026 di Riyadh, Arab Saudi, menghadirkan berbagai pihak swasta internasional.

Langkah Strategis untuk Layanan Haji Indonesia

Managing Director Finance Danantara Investment Management, Djamal Attamimi, menjelaskan penjajakan kerja sama ini untuk membangun fondasi jangka panjang layanan jemaah haji Indonesia. Tujuannya adalah memperkuat ekosistem layanan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan relevan lintas generasi.

Djamal menegaskan, kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan layanan haji Indonesia terus berkembang sesuai standar global. “Kerja sama dengan Rua Al Madinah Holding menjadi bagian penting dari upaya kami membangun fondasi layanan haji jangka panjang,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pengembangan ini bukan sekadar proyek, melainkan national endeavor untuk memastikan kualitas layanan jemaah Indonesia meningkat. Setiap layanan diarahkan agar terintegrasi, berkelanjutan, dan relevan lintas generasi.

Pengembangan Ekosistem Layanan Terpadu

Kompleks haji yang dikembangkan diarahkan sebagai ekosistem layanan terpadu. Ini mencakup ibadah, kesehatan, perlindungan, pendampingan, serta dukungan operasional, dengan jemaah sebagai pusat perencanaan.

“Kami melihat pengembangan ini sebagai tanggung jawab jangka panjang. Danantara Indonesia hadir sebagai katalisator yang memastikan infrastruktur dan layanan bagi jemaah dikelola profesional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan,” jelas Djamal.

Pihak Rua Al Madinah Holding menyambut positif kolaborasi ini. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan investasi internasional, khususnya untuk mendukung pengalaman jemaah dan pengunjung Madinah.

Chairman Rua Al Madinah Holding, Naif Al Hamdan, menyatakan kebanggaannya dapat berpartisipasi dalam PIF Private Sector Forum 2026. Ia menilai sektor swasta menjadi pendorong utama pembangunan komprehensif di Madinah.

Naif menegaskan bahwa penandatanganan MoU mencerminkan komitmen memperkuat kemitraan strategis. Kolaborasi ini membuka peluang investasi untuk sektor swasta domestik, regional, dan global, serta mengeksplorasi proyek pengembangan besar.

Tujuan Strategis dan Investasi Masa Depan

CEO Rua Al Madinah Holding, Ahmed Al Juhani, menekankan bahwa MoU dengan Danantara adalah langkah penting. Kemitraan ini bertujuan memperluas kolaborasi investasi sekaligus meningkatkan integrasi antara aspek investasi dan operasional.

Ahmed menambahkan, kerja sama ini diharapkan menghasilkan sinergi yang kuat untuk mencapai tujuan strategis perusahaan. Kolaborasi ini juga menjadi fondasi bagi pengembangan proyek jangka panjang yang berkelanjutan.

Rua Al Madinah Holding sendiri merupakan salah satu perusahaan PIF di sektor pengembangan properti dan investasi. Perusahaan ini sedang mengembangkan proyek yang memudahkan jutaan pengunjung dan memperkaya pengalaman budaya mereka sesuai Program Pengalaman Jemaah Haji (Pilgrims Experience Program).

Bagi Indonesia, kemitraan ini menunjukkan peran strategis negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Kolaborasi ini berfokus pada peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur jemaah secara berkelanjutan.

Manfaat Sosial dan Institusional Bagi Indonesia

Danantara menilai kerja sama ini bukan hanya menjawab kebutuhan saat ini. Proyek ini juga menjadi investasi sosial dan institusional yang mendukung keberlanjutan layanan haji Indonesia di masa depan.

Kepercayaan publik dan jemaah menjadi fondasi utama pengembangan layanan. “Setiap pengembangan diarahkan untuk memastikan layanan lebih baik, tata kelola kuat, serta manfaat nyata bagi jemaah Indonesia jangka panjang,” ujar Djamal.

Pengembangan ekosistem haji ini menekankan transparansi, profesionalisme, dan keberlanjutan. Langkah ini memberikan jaminan bahwa layanan haji akan semakin modern dan terintegrasi dengan standar global.

Sinergi antara Danantara Indonesia dan Rua Al Madinah Holding diharapkan menjadi model kemitraan internasional yang efektif. Kolaborasi ini membuka peluang investasi yang saling menguntungkan untuk kedua pihak.

Ekosistem layanan terpadu mencakup segala aspek kebutuhan jemaah. Dari ibadah, kesehatan, hingga dukungan logistik, semuanya dirancang agar optimal dan berkelanjutan.

Investasi jangka panjang ini juga menjadi peluang bagi sektor swasta Indonesia untuk terlibat dalam proyek global. Selain meningkatkan layanan haji, kolaborasi ini mendorong pengembangan ekonomi dan pengalaman budaya yang lebih luas.

Dengan fondasi profesional dan transparan, layanan haji bagi jemaah Indonesia akan lebih efektif. Infrastruktur, operasional, dan layanan pendukung akan dikelola dengan prinsip keberlanjutan lintas generasi.

Djamal menegaskan bahwa tujuan utama adalah kepuasan jemaah Indonesia. Pengembangan ini menjadi bukti nyata komitmen membangun layanan haji yang berkelas internasional dan berorientasi pada kualitas jangka panjang.

Kolaborasi ini memperkuat posisi Indonesia sebagai peserta utama dalam jaringan global pelayanan haji. Pengalaman jemaah akan lebih terjamin dengan standar layanan yang lebih modern, profesional, dan terintegrasi.

Kemitraan strategis ini juga menjadi contoh investasi internasional yang memberikan manfaat nyata. Baik dari sisi pengembangan properti, pengalaman jemaah, maupun peningkatan layanan sosial dan institusional.

Kolaborasi Danantara dan Rua Al Madinah Holding diproyeksikan membuka peluang baru di bidang investasi infrastruktur ke depan. Keberlanjutan proyek menjadi fokus utama agar layanan tetap optimal untuk generasi mendatang.

Terkini