Rabu, 15 Juli 2026

Rupiah Melemah ke Rp16.855 per Dolar AS, Investor Waspadai Penguatan Mata Uang Global

Rupiah Melemah ke Rp16.855 per Dolar AS, Investor Waspadai Penguatan Mata Uang Global
Rupiah Melemah ke Rp16.855 per Dolar AS, Investor Waspadai Penguatan Mata Uang Global

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, tercatat melemah 18 poin atau 0,11 persen. Rupiah bergerak dari Rp16.837 per dolar AS menjadi Rp16.855 per dolar AS.

Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah

Penguatan dolar AS secara global menjadi salah satu faktor utama melemahnya rupiah. Indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam satu minggu terakhir, menekan mata uang emerging market.

Baca Juga

Peringkat S&P Stabil, Menkeu Purbaya Ajak Investor Borong Saham

Selain itu, pasar menunggu data ekonomi penting dari AS yang dapat mempengaruhi arah suku bunga The Fed. Data tersebut termasuk Durable Goods Orders Desember, Building Permits November-Desember, dan Housing Starts November-Desember.

Ketegangan geopolitik yang mulai mereda juga memengaruhi pergerakan rupiah. Kondisi ini membuat aliran modal kembali ke aset berdenominasi dolar, sehingga rupiah mengalami tekanan.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Analis memperkirakan rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif sepanjang hari. Support rupiah diperkirakan berada di level Rp16.830 per dolar, sedangkan resistance berada di kisaran Rp16.880 per dolar.

Investor disarankan untuk mencermati pergerakan dolar AS dan data ekonomi global. Sentimen dari komentar pejabat The Fed juga akan menentukan kekuatan rupiah di pasar spot.

Tabel Pergerakan Rupiah vs Dolar AS 18 Februari 2026

Mata UangKurs PembukaanPerubahanSupportResistance
Rupiah (IDR)Rp16.855-0,11%Rp16.830Rp16.880

Rupiah diperkirakan akan tetap bergerak terbatas jika penguatan dolar berlanjut. Kondisi ini membuat volatilitas tetap tinggi bagi perdagangan mata uang domestik.

Pasar menunggu perkembangan selanjutnya dari kebijakan moneter AS. Keputusan ini dapat menjadi katalis utama pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.

Analis menekankan pentingnya memantau data ekonomi dan pernyataan pejabat bank sentral AS. Hal ini untuk mengantisipasi pergerakan mata uang yang tajam dan volatilitas pasar yang meningkat.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

OJK Dorong Penguatan GRC di Industri Keuangan demi Ketahanan Nasional

OJK Dorong Penguatan GRC di Industri Keuangan demi Ketahanan Nasional

Likuiditas Jadi Fokus, DPK Bank Danamon Tetap Sesuai Target

Likuiditas Jadi Fokus, DPK Bank Danamon Tetap Sesuai Target

Kemenko Perekonomian: Bank Emas Nasional Himpun 153 Ton Emas

Kemenko Perekonomian: Bank Emas Nasional Himpun 153 Ton Emas

OJK: Rating S&P Sinyal Positif Fundamental Ekonomi RI Terjaga

OJK: Rating S&P Sinyal Positif Fundamental Ekonomi RI Terjaga

Menkeu Purbaya Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak Jangka Menengah

Menkeu Purbaya Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak Jangka Menengah