Selasa, 14 Juli 2026

Lonjakan Saham PT Widodo Makmur Unggas Terkait Rencana Right Issue Besar

Lonjakan Saham PT Widodo Makmur Unggas Terkait Rencana Right Issue Besar
Lonjakan Saham PT Widodo Makmur Unggas Terkait Rencana Right Issue Besar

JAKARTA - Pasar saham dibuat heboh dengan kenaikan signifikan saham PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU). Lonjakan ini terjadi seiring pengumuman rencana aksi korporasi perusahaan berupa penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.

Kenaikan Harga Saham dan Aktivitas Perdagangan

Pada perdagangan Selasa 24 Februari 2026, harga saham WMUU ditutup di level 79. Hal ini melonjak 5 poin atau 6,76% dibandingkan hari sebelumnya, sementara akumulasi lima hari terakhir menunjukkan kenaikan 13 poin atau 19,70%.

Baca Juga

Tambang Kucing Liar Freeport Diproyeksi Beroperasi pada 2029

Lonjakan harga saham mencerminkan optimisme investor terhadap rencana right issue. Investor menilai aksi korporasi ini akan memperkuat struktur keuangan perusahaan dan mendukung ekspansi bisnis.

Rencana Right Issue dan Detail Penerbitan Saham

Berdasarkan keterbukaan informasi pada Senin 23 Februari 2026, WMUU akan menerbitkan maksimal 6,1 miliar saham baru. Saham ini berasal dari portepel perusahaan dengan nilai nominal Rp 50 per saham, yang memerlukan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada 2 April 2026.

Direktur Keuangan WMUU, Wahyu Andi Susilo, menjelaskan bahwa sebagian saham baru akan diambil oleh PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP) melalui konversi hak tagih. Sisa dana hasil right issue setelah dikurangi biaya pelaksanaan akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan.

Konversi Hak Tagih WMPP dan Strategi Penggunaan Dana

Sebagian nilai right issue direalisasikan dengan konversi hak tagih WMPP kepada WMUU menjadi saham baru. Langkah ini sekaligus menekan beban hutang dan memperkuat posisi ekuitas perusahaan dalam jangka panjang.

Dana tambahan yang diperoleh dari right issue akan digunakan untuk modal kerja WMUU. Hal ini memungkinkan perusahaan meningkatkan kapasitas operasional, memperluas kegiatan usaha, serta mendukung pertumbuhan bisnis unggas secara berkelanjutan.

Dampak Right Issue terhadap Struktur Permodalan

Manajemen WMUU memprediksi bahwa rencana HMETD akan menurunkan rasio pinjaman terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER). Penurunan DER diharapkan memperbaiki struktur permodalan serta meningkatkan fundamental keuangan perusahaan.

Perbaikan struktur permodalan diyakini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan daya tarik saham di pasar modal. Dengan demikian, right issue tidak hanya menjadi sumber dana tambahan, tetapi juga alat untuk memperkuat posisi finansial WMUU.

Prospek Operasional dan Kinerja Keuangan

Pemanfaatan dana hasil right issue di bidang modal kerja diproyeksikan memperkuat kapasitas produksi dan distribusi unggas. Manajemen optimistis bahwa peningkatan kinerja operasional ini akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam jangka menengah hingga panjang.

Dengan struktur permodalan yang lebih sehat dan modal kerja yang memadai, WMUU siap menghadapi tantangan persaingan industri unggas. Investor dan pemangku kepentingan berharap right issue ini menjadi katalis pertumbuhan dan ekspansi bisnis perusahaan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Tzuyu TWICE Dikabarkan Belum Tentu Perpanjang Kontrak dengan JYP

Tzuyu TWICE Dikabarkan Belum Tentu Perpanjang Kontrak dengan JYP

Pengajuan Pembiayaan Kendaraan Lebih Mudah Lewat BYOND, Bisnis OTO Tumbuh 12,40%

Pengajuan Pembiayaan Kendaraan Lebih Mudah Lewat BYOND, Bisnis OTO Tumbuh 12,40%

Transformasi Layanan BSI Dorong Peningkatan 24 Juta Nasabah

Transformasi Layanan BSI Dorong Peningkatan 24 Juta Nasabah

Garuda Perkuat Layanan Lewat Skema Baru Bagasi Piece Concept

Garuda Perkuat Layanan Lewat Skema Baru Bagasi Piece Concept

Terapkan Tata Kelola Baik, PGN Raih Penghargaan GCG Awards 2026

Terapkan Tata Kelola Baik, PGN Raih Penghargaan GCG Awards 2026