Minggu, 12 Juli 2026

Investor Asing Dominasi Pasar Saham Bank Jumbo Indonesia dengan Net Sell Rp2,8 Triliun pada 2 Juni 2025

Investor Asing Dominasi Pasar Saham Bank Jumbo  Indonesia dengan Net Sell Rp2,8 Triliun pada 2 Juni 2025
Investor Asing Dominasi Pasar Saham Bank Jumbo Indonesia dengan Net Sell Rp2,8 Triliun pada 2 Juni 2025

JAKARTA - Pada perdagangan Senin, 2 Juni 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan sebesar 1,54% atau 110,75 poin, berakhir di level 7.065,07. Penurunan ini menjadi yang terdalam dalam satu hari sejak 8 April 2025, dan mencatatkan total net sell asing mencapai Rp2,8 triliun, membawa total net sell asing sejak awal tahun menjadi Rp47,99 triliun. 

Dominasi Tekanan Jual Asing

Investor asing kembali mendominasi pasar saham Indonesia dengan aksi jual bersih (net sell) yang signifikan pada perdagangan Senin kemarin. Aksi jual ini mencakup berbagai sektor, dengan saham-saham seperti MDKA, BMRI, dan INKP menjadi sasaran utama investor asing . Sejak awal tahun 2025, total net sell asing telah mencapai Rp47,99 triliun, mencerminkan ketidakpastian pasar dan kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global. 

Baca Juga

Stagnan, Harga Buyback Emas Antam Hari Ini 12 Juli 2026

Faktor Penyebab Penurunan IHSG

Beberapa faktor turut berkontribusi terhadap penurunan IHSG pada 2 Juni 2025:

-Sentimen Global Negatif Ketidakpastian pasar global, termasuk potensi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik, mempengaruhi sentimen investor.

-Penurunan Cadangan Devisa Indonesia Data menunjukkan penurunan cadangan devisa Indonesia dari 157,1 miliar dolar AS pada April 2025 menjadi 152,5 miliar dolar AS pada Mei 2025, yang merupakan level terendah sejak November 2024. Penurunan ini disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah .

-Profit Taking oleh Investor Domestik Setelah reli pasar saham selama beberapa bulan, investor domestik melakukan aksi profit taking, yang turut menekan IHSG.

Kinerja Sektor dan Saham Unggulan

Pada perdagangan Senin, sektor properti dan infrastruktur mengalami penurunan signifikan, sementara sektor teknologi dan kesehatan menunjukkan pergerakan positif. Saham-saham unggulan seperti BBCA, BMRI, dan TLKM turut mengalami tekanan jual, meskipun beberapa saham sektor energi dan teknologi menunjukkan kinerja yang lebih baik. 

Proyeksi Pasar Saham ke Depan

Analis pasar memproyeksikan bahwa pasar saham Indonesia akan terus menghadapi volatilitas dalam jangka pendek, dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Investor disarankan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan strategi investasi yang lebih konservatif, seperti diversifikasi portofolio dan fokus pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat.

Penurunan IHSG pada 2 Juni 2025 mencerminkan tekanan jual yang signifikan dari investor asing dan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pasar. Dengan total net sell asing yang terus meningkat, penting bagi investor untuk tetap waspada dan mempertimbangkan kondisi pasar secara menyeluruh dalam pengambilan keputusan investasi.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening Aktif dan Dormant, Ini Rinciannya

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening Aktif dan Dormant, Ini Rinciannya

Pengamat: Defisit APBN Semester I Belum Cukup Menopang Stabilitas Rupiah

Pengamat: Defisit APBN Semester I Belum Cukup Menopang Stabilitas Rupiah

Kurs Rupiah Tertekan, Sepanjang Pekan Terjebak di Level Rp 18.000

Kurs Rupiah Tertekan, Sepanjang Pekan Terjebak di Level Rp 18.000

Harga Emas Antam Sabtu Ini Naik Rp5.000 Jadi Rp2,655 Juta per Gram

Harga Emas Antam Sabtu Ini Naik Rp5.000 Jadi Rp2,655 Juta per Gram

OJK: RGS 2026 Perkuat Tata Kelola untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

OJK: RGS 2026 Perkuat Tata Kelola untuk Pertumbuhan Berkelanjutan