Selasa, 31 Maret 2026

Bank Jatim Catat Laba Konsolidasi Tembus Rp1,61 Triliun Didukung Strategi Digital dan Sinergi BPD

Bank Jatim Catat Laba Konsolidasi Tembus Rp1,61 Triliun Didukung Strategi Digital dan Sinergi BPD
Bank Jatim Catat Laba Konsolidasi Tembus Rp1,61 Triliun Didukung Strategi Digital dan Sinergi BPD

JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) mencatatkan laba bersih Rp1,617 triliun secara konsolidasi pada 2025 atau tumbuh 24,80% YoY. Sementara pada level bank only, laba tercatat Rp1,54 triliun, naik 20,65% dibandingkan 2024.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menekankan pencapaian ini berkat strategi manajemen yang menjaga keseimbangan bisnis. Strategi tersebut mencakup penguatan dana murah, penyaluran kredit selektif, serta efisiensi operasional di tengah dinamika ekonomi yang kompleks.

Secara konsolidasi, lonjakan kinerja tercermin dari ekspansi aset dan kredit. Total aset meningkat 42,93% YoY menjadi Rp168,85 triliun dari sebelumnya Rp118,14 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 46,65% menjadi Rp110,50 triliun.

Baca Juga

Bank Jatim Optimalkan Strategi Digital dan Sinergi BPD, Laba Bersih Tembus Rp1,54 Triliun

Pertumbuhan kredit ini didorong oleh penguatan sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB). Bank Jatim resmi menjadi induk bagi sejumlah BPD, memperkuat kapasitas penyaluran kredit dan struktur permodalan perseroan.

Pertumbuhan Kredit dan Pendekatan Konservatif Bank Only

Pada level bank only, pertumbuhan kredit tetap terjaga dengan pendekatan konservatif. Aset tercatat Rp105,8 triliun atau naik 3,70% YoY, sedangkan penyaluran kredit mencapai Rp67,2 triliun, meningkat 4,98%.

Komposisi kredit didominasi oleh segmen konsumer sebesar Rp36,54 triliun atau naik 6,20% YoY. Sedangkan kredit produktif tercatat Rp30,7 triliun, meningkat 3,55% YoY, mencerminkan keseimbangan portofolio kredit yang sehat.

Strategi penguatan dana murah juga menunjukkan hasil positif. Giro meningkat 12,5% menjadi Rp21,4 triliun, sementara total nasabah Dana Pihak Ketiga mencapai 10,9 juta orang, naik 5,64% YoY.

Pendekatan berbasis ekosistem dan transaction banking memperluas basis nasabah sekaligus meningkatkan volume dana. Hal ini mendukung likuiditas perseroan dan mendorong pertumbuhan penyaluran kredit.

Kualitas Aset dan Penanganan Kredit Bermasalah

Bank Jatim aktif melakukan langkah-langkah perbaikan kualitas aset. Hapus buku dilakukan sebesar Rp1,03 triliun dengan recovery rate 18,6% atau setara Rp192 miliar, serta restrukturisasi kredit sebesar Rp4,17 triliun.

Manajemen rutin melakukan monitoring dan controlling secara berkala. Kegiatan ini meliputi evaluasi mingguan, dua mingguan, dan bulanan, dipimpin langsung oleh Direksi untuk memastikan penanganan kredit bermasalah efektif.

Selain itu, Bank Jatim memperkuat lima pilar utama transformasi. Pilar tersebut meliputi penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi SDM, digitalisasi proses bisnis, serta sinergi Kelompok Usaha Bank.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa manajemen menempatkan kualitas aset sebagai prioritas utama. Hal ini seiring upaya perseroan menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan stabilitas bisnis.

Digital Banking dan Perluasan Layanan Nasabah

Dari sisi digital, Bank Jatim mencatat pertumbuhan signifikan. Pengguna JConnect Mobile mencapai 993.972 user atau naik 22,40% YoY, dengan total transaksi Rp65,77 triliun.

Transaksi QRIS juga tumbuh pesat, sebesar 47,25% dengan nilai total Rp3,94 triliun. Hal ini menegaskan akselerasi digital banking perseroan yang mendukung inklusi keuangan dan kemudahan transaksi nasabah.

Layanan digital dipadukan dengan jaringan fisik yang luas. Dengan pendekatan ini, Bank Jatim mampu menjangkau nasabah di berbagai wilayah serta memperkuat penetrasi pasar melalui agen dan digital platform.

Ekspansi jaringan dan layanan digital menjadi kunci strategi perseroan ke depan. Bank Jatim memanfaatkan kombinasi jaringan cabang, agen, dan digital banking untuk meningkatkan market share dan pertumbuhan bisnis.

Sinergi BPD dan Strategi Jangka Panjang

Bank Jatim telah resmi menjadi induk lima BPD, yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. Sinergi ini meningkatkan aspek permodalan, operasional, serta mendorong pengembangan layanan ke berbagai daerah.

Sinergi Kelompok Usaha Bank memungkinkan perseroan memaksimalkan bisnis dan aspek pendukung lainnya sebagai enabler. Hal ini menegaskan kesiapan Bank Jatim dalam menghadapi tantangan bisnis regional dan nasional.

Dengan kombinasi digitalisasi, sinergi BPD, dan penguatan layanan ekosistem, Bank Jatim mampu mempertahankan pertumbuhan solid. Strategi ini memastikan perseroan tetap kompetitif di sektor perbankan dan mampu menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional

BSI Siapkan Agenda RUPST 17 April 2026 untuk Penetapan Penggunaan Laba Bersih

BSI Siapkan Agenda RUPST 17 April 2026 untuk Penetapan Penggunaan Laba Bersih