Bank Jatim Optimalkan Strategi Digital dan Sinergi BPD, Laba Bersih Tembus Rp1,54 Triliun
- Selasa, 31 Maret 2026
JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) mencatat laba bersih sebesar Rp1,54 triliun pada 2025, naik 20,65% dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyampaikan hal ini pada Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim 2025 di Hotel Discovery SCBD Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.
Nilai aset perseroan berhasil menembus Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70% secara YoY. Kontribusi utama datang dari penyaluran kredit sebesar Rp67,2 triliun, pengelolaan bisnis treasury, dan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 1,43% YoY.
Komposisi Penyaluran Kredit dan Strategi Dana Murah
Baca JugaBank Jatim Catat Laba Konsolidasi Tembus Rp1,61 Triliun Didukung Strategi Digital dan Sinergi BPD
Dari total penyaluran kredit Bank Jatim (Bank Only), kredit konsumer mencapai Rp36,54 triliun, naik 6,20% YoY. Sementara kredit produktif tercatat Rp30,7 triliun atau meningkat 3,55% YoY, mencerminkan pertumbuhan konservatif yang berkelanjutan.
Fokus manajemen 2025 menitikberatkan pada penetrasi dana murah melalui pendekatan transaction banking dan ekosistem bisnis. Strategi ini berhasil meningkatkan jumlah dana dan nasabah, dengan giro sebesar Rp21,4 triliun atau naik 12,5% YoY, serta total nasabah Dana Pihak Ketiga mencapai 10.915.749 orang, meningkat 5,64% YoY.
Kinerja Konsolidasi dan Pengelolaan Kredit Bermasalah
Secara konsolidasi, total aset Bank Jatim meningkat 42,93% YoY menjadi Rp168,855 triliun. Penyaluran pinjaman juga tumbuh 46,65% menjadi Rp110,503 triliun, sementara laba bersih konsolidasi meningkat 24,80% menjadi Rp1,617 triliun, mencerminkan fundamental bisnis yang solid.
Untuk menjaga kualitas aset, Bank Jatim melakukan hapus buku sebesar Rp1,03 triliun dengan recovery rate 18,6% atau Rp192 miliar. Perseroan juga merestrukturisasi kredit senilai Rp4,17 triliun serta mendorong pelunasan melalui insentif, keringanan bunga, dan fleksibilitas penyelesaian agunan.
Sinergi BPD dan Penguatan Layanan Digital
Tahun 2025, Bank Jatim telah resmi menjadi induk atas lima Bank Pembangunan Daerah, yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. Sinergi ini meningkatkan aspek permodalan dan menjadi fondasi pengembangan bisnis serta dukungan finansial.
Dalam layanan digital, JConnect Mobile mencatat 993.972 pengguna atau naik 22,40% YoY, dengan transaksi Rp65,77 triliun meningkat 29,55% YoY. Layanan JConnect IB Corporate mencapai 11.199 user, transaksi Rp23,36 triliun, dan QRIS Bank Jatim mencatat 203.725 user senilai Rp3,94 triliun, naik 47,25% YoY.
Ekspansi Agen dan Dukungan Penyaluran Kredit
Bank Jatim juga memperluas layanan melalui AGEN JATIM untuk menjangkau daerah dengan potensi bisnis besar. Dengan 14.842 agen, layanan ini tidak hanya memfasilitasi transaksi perbankan, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan penyaluran kredit melalui metode referral.
Langkah-langkah strategis ini, baik digitalisasi, sinergi BPD, maupun penguatan jaringan agen, menegaskan kesiapan Bank Jatim menghadapi persaingan dan meningkatkan pangsa pasar. Pertumbuhan laba, aset, dan layanan digital menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Meta Siapkan Generasi Baru Kacamata Pintar Berbasis AI Khusus Lensa Resep
- Selasa, 31 Maret 2026
Panduan Lengkap Skincare dengan Vitamin C untuk Kulit Sehat dan Anti Penuaan
- Selasa, 31 Maret 2026
Tips Make Up dengan Liquid Blush Agar Wajah Terlihat Segar dan Flawless Seharian
- Selasa, 31 Maret 2026
Inilah 5 Sepatu Trainer Reebok Terbaik untuk Pria Agar Latihan Gym Maksimal dan Aman
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
BSI Siapkan Agenda RUPST 17 April 2026 untuk Penetapan Penggunaan Laba Bersih
- Selasa, 31 Maret 2026












