Jumat, 10 Juli 2026

Tanggapi Kenaikan Harga Pertamax, Cak Imin: Percaya pada Pemerintah

Tanggapi Kenaikan Harga Pertamax, Cak Imin: Percaya pada Pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar. (Sumber : NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menyikapi gejolak ekonomi global yang memengaruhi berbagai sektor, termasuk penyesuaian harga Pertamax.

Saat dimintai tanggapan mengenai kenaikan harga Pertamax yang dianggap membebani masyarakat kelas menengah, Muhaimin menjelaskan bahwa kondisi ekonomi global sedang tidak stabil sehingga harus dihadapi bersama.

"Ya tentu ini ekonomi global sedang bergejolak, harus kami rapikan, rapatkan barisan, tetap bersama-sama menghadapi itu dengan tenang," kata Muhaimin usai menghadiri acara Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga

Stasiun Malang Layani 1,08 Juta Penumpang di Semester I/2026

Muhaimin juga mengajak masyarakat untuk meyakini bahwa pemerintah akan menerapkan kebijakan yang krusial demi menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam situasi ini.

“Percaya pada pemerintah akan mengambil langkah-langkah penting," ujarnya.

Mengenai upaya perlindungan sosial bagi warga yang terdampak, Muhaimin memberikan jaminan bahwa pemerintah akan menyiapkan langkah antisipasi.

"Pasti, pasti," kata dia.

Pertamina memberlakukan kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax terhitung sejak 10/6/2026.

Harga Pertamax (RON 92) meningkat dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter, dan Pertamax Turbo (RON 98) tetap berada di angka Rp20.750 per liter.

Pertamina menyatakan bahwa penyesuaian harga ini diputuskan setelah koordinasi dengan pemerintah selaku regulator serta mengikuti mekanisme evaluasi berkala yang memperhatikan tren harga minyak dunia dan nilai keekonomian pasar.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam pernyataan resminya, Selasa (9/6/2026).

Kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi ini memicu kekhawatiran mengenai pengaruhnya terhadap daya beli masyarakat, utamanya bagi kelompok kelas menengah.

Arjun Septa Aji

Arjun Septa Aji

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Ekspor Besi-Baja RI Lesu Awal 2026, IISIA Ungkap Penyebabnya

Ekspor Besi-Baja RI Lesu Awal 2026, IISIA Ungkap Penyebabnya

Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini 5 Juli 2026, Ada Kereta Tambahan

Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini 5 Juli 2026, Ada Kereta Tambahan

Zulhas Targetkan 40 Ribu Kopdes Beroperasi Oktober 2026

Zulhas Targetkan 40 Ribu Kopdes Beroperasi Oktober 2026

Pertalite vs Pertamax, Mana yang Lebih Irit? Ini Kata Bengkel

Pertalite vs Pertamax, Mana yang Lebih Irit? Ini Kata Bengkel

Jadwal dan 3 Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Minggu 5 Juli 2026

Jadwal dan 3 Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Minggu 5 Juli 2026