Senin, 13 Juli 2026

Harga Pertamax Naik, ESDM Ingatkan Kesadaran Konsumen Kelas Menengah

Harga Pertamax Naik, ESDM Ingatkan Kesadaran Konsumen Kelas Menengah
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia.

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan tanggapan terkait dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi terhadap daya beli masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah. 

Pemerintah menegaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan langkah yang tidak terelakkan guna menjaga keberlangsungan pasokan energi di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa keputusan menaikkan harga Pertamax juga mempertimbangkan kesehatan industri hilir migas secara menyeluruh, termasuk bagi badan usaha swasta penyalur BBM. 

Baca Juga

Capaian Sensus Ekonomi 2026: Nasional 40%, Papua Pegunungan Terendah

"Kita nggak hanya bicara soal Badan Usaha Milik Negara, kita juga bicara ada swasta di situ, ada VIVO, ada BP-AKR yang juga terdampak kalau mereka tidak menaikkan harga. Jadi lebih ke sana. Intinya adalah, kami butuh sama-sama untuk menghadapi kondisi global yang mengakibatkan fluktuasinya harga minyak dunia," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Terkait kekhawatiran adanya migrasi konsumsi dari Pertamax ke BBM bersubsidi seperti Pertalite, ESDM telah melakukan koordinasi intensif dengan PT Pertamina Patra Niaga. Berdasarkan pantauan awal, pergeseran konsumsi dinilai belum terlalu signifikan, di mana masyarakat cenderung berpindah ke produk yang setara.

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian ESDM telah menginstruksikan Pertamina untuk memperketat pengawasan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). 

Dwi menegaskan pentingnya kesadaran konsumen agar tidak mengonsumsi BBM bersubsidi yang sebenarnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu seperti petani dan nelayan.

"Yang paling penting, tidak semuanya harus diawasi, yang paling penting kesadaran dari masyarakat yang tumbuh. Mana yang haknya, mana yang bukan haknya, itu sih yang lebih penting. Agar kami bisa sama-sama survive. Karena memang kondisinya lagi survival mode on nih kami sekarang," tambahnya.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur

Dekopin Berkomitmen Modernisasi Koperasi Lewat Regenerasi Gen Z

Dekopin Berkomitmen Modernisasi Koperasi Lewat Regenerasi Gen Z

Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Pusat Perbelanjaan

Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Pusat Perbelanjaan