Sabtu, 11 Juli 2026

Kemkomdigi dan BNN Cegah Peredaran Narkotika di Ruang Digital

Kemkomdigi dan BNN Cegah Peredaran Narkotika di Ruang Digital
Kemkomdigi memperkuat kolaborasi dengan BNN [FOTO : NET].

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkokoh sinergi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) guna mengantisipasi evolusi modus peredaran narkotika yang kian memanfaatkan ranah digital.

Upaya tersebut dijalankan lewat penindakan terhadap konten bermuatan narkotika serta peningkatan edukasi kepada publik mengenai aneka ragam jenis narkotika baru yang semakin sukar diidentifikasi oleh masyarakat, termasuk oleh para orang tua.

"Orang tua mungkin banyak yang tidak tahu bahwa banyak narkoba jenis baru sehingga mereka perlu mendapatkan informasi yang cukup," kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (12/06/2026).

Baca Juga

Purbaya Tinjau Anggaran MBG & Kopdes Merah Putih di Jawa Tengah

Menurut Meutya, perkembangan wujud dan modus narkotika yang dinamis memerlukan sistem pertukaran informasi yang lebih intensif antara Kemkomdigi dan BNN, supaya pembersihan konten di ruang digital bisa dieksekusi secara cepat dan tepat.

“Kalau misalnya di sektor-sektor lain mungkin kami lebih mudah melihat mana yang berbahaya dan mana yang tidak. Tetapi, untuk narkoba, dengan kompleksitas yang sekarang, bentuknya beragam dan berbeda-beda. Tim kami perlu dibantu untuk mengenali barang-barang yang dianggap bagian dari narkoba atau narkotika,” kata Meutya.

Meutya menekankan bahwa keunggulan Kemkomdigi terletak pada sektor pemantauan ruang digital serta pemutusan akses konten. 

Dirinya menilai panduan dari BNN merupakan fondasi krusial untuk mengakselerasi penindakan terhadap konten yang terafiliasi dengan peredaran narkotika.

Kemkomdigi pun membuka peluang kemitraan yang lebih lebar lewat pelbagai saluran komunikasi publik, mencakup media digital, edukasi literasi digital, iklan layanan masyarakat, media luar ruang, hingga jaringan komunikasi pemerintah di daerah guna memperluas jangkauan sosialisasi pencegahan narkotika.

"BNN dapat terus menyebarkan informasi mengenai jenis narkotika baru, pola peredarannya, hingga dampaknya terhadap kesehatan perlu disampaikan secara lebih luas dan berkala agar masyarakat memiliki kewaspadaan yang memadai," tutur Meutya.

Di dalam forum tersebut, BNN membeberkan tren penyalahgunaan narkotika berbentuk cair yang dikamuflasekan lewat perangkat vape, serta pemanfaatan platform digital dan saluran komunikasi tertutup untuk aktivitas transaksi narkotika. Situasi ini memicu urgensi penguatan pengawasan ruang siber serta peningkatan literasi masyarakat mengenai bermacam-macam modus baru peredaran narkotika.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemenhaj Beri Sinyal Kenaikan Biaya Haji, Jemaah Diupayakan Aman

Kemenhaj Beri Sinyal Kenaikan Biaya Haji, Jemaah Diupayakan Aman

Zulhas Targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih Beroperasi Oktober 2026

Zulhas Targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih Beroperasi Oktober 2026

KPPU & MUI Kolaborasi Kawal Kemitraan UMKM Sektor Syariah

KPPU & MUI Kolaborasi Kawal Kemitraan UMKM Sektor Syariah

DPR Soroti Keselamatan Warga & Petugas Kebakaran TPA Jatiwaringin

DPR Soroti Keselamatan Warga & Petugas Kebakaran TPA Jatiwaringin

Evaluasi Haji 2026: Titik Lemah Mina & Potensi Biaya Naik 2027

Evaluasi Haji 2026: Titik Lemah Mina & Potensi Biaya Naik 2027