Senin, 13 Juli 2026

Danantara Sukses Himpun US$ 1,5 Miliar Melalui Obligasi Global Perdana

Danantara Sukses Himpun US$ 1,5 Miliar Melalui Obligasi Global Perdana
Danantara Investment Management

JAKARTA - Anak usaha dana investasi negara Indonesia, Danantara Investment Management, sukses menghimpun dana sebesar US$ 1,5 miliar melalui penerbitan obligasi global berdenominasi dolar AS untuk pertama kalinya. 

Tingginya minat investor memungkinkan Danantara meningkatkan nilai penerbitan dari target awal US$ 1 miliar sekaligus menurunkan tingkat imbal hasil (yield) final.

Berdasarkan dokumen term sheet, penerbitan tersebut terbagi atas obligasi tenor 5 tahun senilai US$ 750 juta dengan yield 5,35%, serta obligasi tenor 10 tahun senilai US$ 750 juta dengan yield 5,95%. 

Baca Juga

Capaian Sensus Ekonomi 2026: Nasional 40%, Papua Pegunungan Terendah

Yield final ini berhasil ditekan hingga 35 basis poin lebih rendah dibandingkan panduan harga awal berkat total pesanan (order book) yang menembus angka US$ 4,6 miliar.

Penerbitan ini menjadi tolok ukur penting bagi kepercayaan investor global terhadap aset Indonesia di tengah dinamika pasar, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian global. 

Keberhasilan ini juga terjadi tak lama setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% pada 10 Juni lalu.

Dana hasil penerbitan ini rencananya akan digunakan untuk kebutuhan korporasi umum, termasuk pembiayaan investasi dan refinancing atau pelunasan utang yang ada. 

Obligasi ini dijadwalkan diterbitkan pada 18 Juni 2026 sebagai bagian dari program Global Medium-Term Note (GMTN) dengan total plafon mencapai US$ 5 miliar.

Dalam transaksi ini, Danantara menggandeng sejumlah institusi keuangan internasional dan domestik sebagai joint bookrunner dan joint lead manager, yakni Citigroup, DBS Group, HSBC, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur

Dekopin Berkomitmen Modernisasi Koperasi Lewat Regenerasi Gen Z

Dekopin Berkomitmen Modernisasi Koperasi Lewat Regenerasi Gen Z

Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Pusat Perbelanjaan

Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Pusat Perbelanjaan