Minggu, 12 Juli 2026

Jerman-Indonesia Sepakat Dukung Piagam PBB Atasi Konflik Dunia

Jerman-Indonesia Sepakat Dukung Piagam PBB Atasi Konflik Dunia
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier [FOTO : NET].

JAKARTA - Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mempertegas komitmen negaranya bersama Indonesia guna menyokong penuh prinsip-prinsip piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menghadapi eskalasi kekerasan serta konflik di bermacam wilayah dunia.

"Kami saling sepakat bahwa kami mendukung dunia berdasarkan aturan yang tetap. Dan kami juga mendukung unsur-unsur piagam PBB," kata Presiden Frank-Walter Steinmeier saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Pernyataan itu diutarakan oleh Steinmeier di tengah kondisi dunia yang kini sedang diterpa krisis berat akibat peperangan. 

Baca Juga

Kemenkes: CKG Layani 59,5 Juta Peserta per 5 Juli 2026

Steinmeier menyebutkan sejumlah konflik bersenjata yang tengah berlangsung di beberapa wilayah, meliputi perang di Eropa, Asia Tengah, hingga konflik di Sudan yang sampai saat ini belum menemui titik temu.

Menurut pandangannya, kemitraan antara Jerman dan Indonesia mengandung makna yang besar di dalam situasi global yang sedang labil imbas perselisihan bersenjata. 

Hubungan kemitraan kedua negara berpijak pada komitmen bersama terhadap regulasi internasional yang tetap semenjak Deklarasi Jakarta tahun 2012.

Pihak Jerman memandang ikatan aturan tetap tersebut wajib terus diintensifkan ke depannya. Langkah pendalaman kemitraan ini mencakup pula sektor iklim, pendidikan, penelitian, serta kebudayaan.

Lewat komitmen dimaksud, kedua negara menaruh harapan agar bisa andil dalam menciptakan stabilitas di tengah dinamisnya geopolitik. 

Penguatan aturan internasional dipandang selaku jalur utama untuk menuntaskan pertikaian antarkawasan.

Tatap muka bilateral ini sekaligus menjadi sarana bagi kedua pemimpin negara untuk menyelaraskan arah pandangan politik luar negeri. 

Jerman dan Indonesia sepaham bahwa penegakan hukum internasional menjadi kunci utama bagi perdamaian jangka panjang.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mempertegas bahwa penguatan serta keberlanjutan hubungan kemitraan antara Indonesia dan Jerman saat ini menjadi prioritas utama bagi pihak pemerintah.

Kunjungan kenegaraan Presiden Jerman dipandang mempunyai arti yang teramat krusial sekaligus menjadi tanda penguat hubungan bilateral yang harmonis di antara kedua negara.

"Saudara-saudara sekalian, saya sangat berkeyakinan bahwa Jerman harus memainkan peran yang lebih aktif dan lebih penting karena kami butuh kemitraan yang baik dengan Jerman dan dengan Eropa," tutur Presiden.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Marinir Beri Penghargaan Prajurit Berprestasi di Papua

Marinir Beri Penghargaan Prajurit Berprestasi di Papua

BRIN Dorong Implementasi GIS untuk Kebijakan Berbasis Bukti

BRIN Dorong Implementasi GIS untuk Kebijakan Berbasis Bukti

Baznas Hadirkan Kampung Zakat Tenun di Lima Puluh Kota

Baznas Hadirkan Kampung Zakat Tenun di Lima Puluh Kota

Wamen Nezar: Humas Harus Adopsi AI Berlandaskan Standar Etik

Wamen Nezar: Humas Harus Adopsi AI Berlandaskan Standar Etik

Komisi III Siapkan Tim Pengawas Usai Jampidsus Mundur

Komisi III Siapkan Tim Pengawas Usai Jampidsus Mundur