Penyesuaian Tarif Transjabodetabek Masih dalam Pembahasan
- Senin, 15 Juni 2026
JAKARTA - Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza mengungkapkan bahwa proses penetapan tarif Transjabodetabek sampai dengan saat ini masih berada dalam tahap pembahasan.
“Masih pembahasan. Nanti Pak Gubernur yang akan sampaikan,” kata Welfizon di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin.
Menurut penuturan Welfizon, keputusan perihal tarif tidak bisa diambil secara terburu-buru mengingat perlunya mempertimbangkan dampak bagi masyarakat luas.
Baca JugaCapaian Sensus Ekonomi 2026: Nasional 40%, Papua Pegunungan Terendah
Ia memaparkan bahwa proses penentuan tarif menuntut adanya kajian yang mendalam karena bersinggungan dengan berbagai aspek, mulai dari kondisi fiskal daerah hingga daya beli masyarakat.
“Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Ada fiskal, layanan, kondisi masyarakat, ability to pay (kemampuan bayar), willingness to pay (kemauan bayar),” jelas Welfizon.
Di luar persoalan besaran tarif, pihak Transjakarta pun saat ini masih mengevaluasi mekanisme tarif yang bakal diterapkan.
Welfizon belum dapat memberi kepastian apakah tarif Transjabodetabek ke depannya akan menerapkan sistem berbasis jarak, sebagaimana MRT, atau tetap mempertahankan skema tarif flat.
Ia menyebutkan bahwa pembahasan mengenai penyesuaian tarif telah dilangsungkan beberapa kali dan akan terus dilanjutkan dalam agenda rapat bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
“Ini habis ini kami mau meeting di Dishub. Sudah beberapa kali sih, beberapa kali pembahasan,” kata Welfizon.
Andika Riyan Satriya Nugraha
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












