Sabtu, 11 Juli 2026

Apakah Pemanis Buatan Benar-Benar Sehat? Ini Kata Ahli

Apakah Pemanis Buatan Benar-Benar Sehat? Ini Kata Ahli
Fakta di Balik Pemanis Buatan [FOTO : NET].

JAKARTA - Bagi kamu yang sedang menjalani program diet, berusaha menurunkan berat badan, atau sekadar ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil, beralih dari gula pasir ke pemanis buatan (sugar alternatives) pasti terasa seperti sebuah jalan pintas yang jenius. 

Tujuannya sederhana, tetap bisa menikmati rasa manis tanpa perlu khawatir dengan kalori yang menumpuk. Namun, apakah pengganti gula ini benar-benar "sehat" dan aman untuk tubuh kami dalam jangka panjang? Ataukah ini hanya sekadar trik pemasaran industri makanan belaka? Menanggapi dilema ini, para pakar kesehatan dikutip dari NDTV Food pada (15/6/26) mulai angkat bicara untuk meluruskan persepsi masyarakat yang sering keliru tentang konsumsi pemanis alternatif.

Apa Saja yang Termasuk Pemanis Alternatif? 

Baca Juga

Resmi! PSIS Semarang Rekrut Eks Bek Timnas Abduh Lestaluhu

Sebelum kami menggali lebih dalam, penting untuk tahu bahwa alternatif pengganti gula itu ada banyak jenisnya. Secara garis besar, pemanis ini dibagi menjadi beberapa kategori:

Pemanis Buatan (Artifisial): 

Seperti aspartam, sukralosa, dan sakarin yang sering kami temukan dalam minuman soda diet atau pemanis kemasan saset.

Pemanis Alami: Seperti ekstrak daun stevia atau monk fruit (buah biksu) yang belakangan ini sangat populer karena diklaim lebih minim proses kimia.

Gula Alkohol (Sugar Alcohols): 

Seperti ksilitol atau eritritol yang sering dipakai dalam permen karet bebas gula.

Meskipun kalori yang dihasilkan sangat rendah—bahkan ada yang nol kalori—bukan berarti bahan-bahan ini bisa dikonsumsi secara bebas tanpa aturan, lho.

Sudut Pandang Pakar, Fakta di Balik Label "Bebas Gula" 

Berdasarkan ulasan pakar yang dilansir dari media kesehatan dan kuliner terpercaya NDTV Food, ada beberapa poin penting yang wajib kami sadari sebelum menimbun produk berlabel sugar-free di rumah:

Dampak Terhadap Berat Badan yang Menipu 

Banyak orang mengira konsumsi pemanis buatan otomatis membuat berat badan turun. Padahal, beberapa studi menunjukkan hal yang sebaliknya. Ketika lidah kami merasakan manis tetapi tubuh tidak mendapatkan kalori yang sesungguhnya, otak bisa menjadi bingung. Akibatnya, sinyal lapar justru meningkat dan memicu kami untuk makan lebih banyak kalori dari makanan lain setelahnya.

Pengaruh pada Kesehatan Pencernaan (Gut Health) 

Para ahli mengingatkan bahwa pemanis alternatif, terutama jenis gula alkohol seperti eritritol dan pemanis buatan tertentu, dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma atau bakteri baik di dalam usus kami.

 Jika dikonsumsi berlebihan, efek samping yang paling sering muncul adalah masalah pencernaan seperti perut kembung, begah, hingga diare.

Risiko Kesehatan Jangka Panjang 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri baru-baru ini juga telah mengeluarkan pedoman yang menyarankan agar masyarakat tidak menggunakan pemanis non-gula sebagai alat untuk mengontrol berat badan atau mengurangi risiko penyakit tidak menular (seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung). Konsumsi jangka panjang justru dikhawatirkan memicu risiko metabolisme tubuh yang kurang baik.

Jadi, Bagaimana Solusi Terbaiknya? 

Apakah ini berarti kami harus memusuhi semua jenis pemanis buatan? tentu tidak juga. Pakar kesehatan menjelaskan bahwa pemanis alternatif tetap bisa menjadi "alat bantu transitional" yang berguna, misalnya bagi penderita diabetes yang memang harus memotong asupan gula pasir secara drastis dalam pengawasan medis. 

Namun, untuk masyarakat umum yang ingin hidup lebih sehat, kuncinya bukan mengganti gula pasir dengan pemanis buatan secara ugal-ugalan. Solusi terbaik yang disarankan oleh para ahli adalah melatih indra pengecap kami untuk mengurangi ketergantungan pada rasa manis.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jalur Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Dinilai Mulus

Jalur Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Dinilai Mulus

Jadwal MotoGP Jerman 2026: Sinyal Optimistis Marc Marquez

Jadwal MotoGP Jerman 2026: Sinyal Optimistis Marc Marquez

Benarkah Argentina dan Messi Diistimewakan di Piala Dunia 2026?

Benarkah Argentina dan Messi Diistimewakan di Piala Dunia 2026?

Liga Putri Indonesia Bangkit, 6 Klub Siap Bersaing Musim Ini

Liga Putri Indonesia Bangkit, 6 Klub Siap Bersaing Musim Ini

Target Tinggi PBVSI untuk Timnas Voli Putra di SEA V Cup 2026

Target Tinggi PBVSI untuk Timnas Voli Putra di SEA V Cup 2026