Lewat Modeling, Viknes Waren Mengenal Dunia dan Diri Sendiri
- Kamis, 09 Juli 2026
JAKARTA – Bagi sosok Viknes Waren Mahaputra (25), berkecimpung di ranah modeling bukan sebatas mata pencaharian yang mengantarkan dirinya melenggang di deretan panggung peragaan busana global.
Di balik gemerlapnya atmosfer runway serta rutinitas bertandang ke pelbagai penjuru negara, tersimpan sebuah kilas balik panjang yang menuntunnya untuk memahami dinamika dunia sekaligus esensi dari kepribadiannya sendiri.
Model berbakat kelahiran Yogyakarta tersebut saat ini kian menancapkan eksistensinya di kancah industri mode internasional.
Baca Juga5 Hobi Menyenangkan untuk Melepas Penat Setelah Lelah Bekerja
Setelah mengawali jejak langkah kariernya di Jakarta pada kurun tahun 2021, akselerasinya terus melesat hingga berhasil masuk ke dalam manajemen Elite Model Management Milan serta mengeksekusi debut runway internasionalnya bersama perancang Neil Barrett pada Juni 2023.
Semenjak momentum tersebut, Viknes terus mendapat kepercayaan untuk memamerkan karya busana dari aneka rumah mode terkemuka dunia.
Dalam catatan teranyar, dirinya sukses berpartisipasi dalam peragaan busana runway Jacquemus Spring/Summer 2027 yang diselenggarakan di Île-Rousse, Pulau Corsica, Perancis pada Senin (29/6/2026) yang lalu.
Pada rentang musim yang sama, dirinya pun turut andil memperlihatkan penampilannya untuk sederet rumah mode prestisius lainnya dalam pergelaran Paris Fashion Week.
Kendati kurva kariernya merangkak naik secara signifikan, Viknes mengutarakan bahwa substansi pengalaman paling bernilai yang diperolehnya bukanlah sebatas peluang bersaing di industri fesyen global, melainkan bagaimana profesi tersebut berhasil merevolusi sudut pandangnya dalam memaknai karya seni dan esensi kehidupan.
Sinergi yang Selaras Antara Ranah Seni dan Modeling
Dalam kisahnya, Viknes menjabarkan bahwa pada masa awal dirinya mulai mendalami dunia permodelan, ia sempat didera pemikiran dilematis bahwa dirinya harus menetapkan pilihan untuk fokus sebagai model atau tetap konsisten menelurkan karya sebagai seorang pelukis.
Pada masa itu, ia memandang kedua ranah tersebut berada di atas rel jalur yang bertolak belakang. Namun, seiring berjalannya waktu, kerangka berpikirnya mengalami metamorfosis.
Ia mulai menyadari bahwa aktivitas modeling dan bidang seni rupa sejatinya justru saling melengkapi satu sama lain.
"Tentu saja, aku berterima kasih kepada modeling sejujurnya. Modeling memberi aku banyak kesempatan untuk melihat dunia dan bertemu orang dengan jangkauan yang sangat luas," ujar Viknes, Kamis (9/7/2026).
Rentetan pengalaman berharga yang didapatkannya selama berkiprah di industri mode internasional secara tidak langsung ikut mematangkan caranya dalam mengeksplorasi dan memandang dunia seni.
Untaian Perjalanan yang Memperkaya Dinamika Proses Kreatif
Kesempatan untuk melanglang buana ke aneka negara dan berinteraksi langsung dengan figur-figur dari latar belakang kultur yang heterogen bertransformasi menjadi modal pengalaman yang sangat bernilai bagi Viknes.
Menurut opininya, petualangan tersebut tidak hanya ampuh dalam memperluas cakrawala berpikir, tetapi juga memberikan stimulasi besar terhadap proses kreatifnya selaku seorang kreator seni.
"Dulu aku berpikir bahwa kedua bidang karier ini merupakan sesuatu yang harus aku pisahkan atau pilih salah satunya," kata model yang memiliki garis keturunan Jawa dan India ini.
Saat ini, premis pemikiran lama tersebut telah terkikis sepenuhnya.
"Sekarang semuanya perlahan-lahan berjalan cukup selaras, saling melengkapi satu sama lain, dan memberi aku ruang untuk bisa mengenal aku lebih dalam lagi dan bisa mengekspresikan aku melalui banyak cara, tanpa harus memisahkan satu sama lain," lanjutnya.
Bagi seorang Viknes, profesi modeling bukan lagi dipandang sekadar rutinitas pekerjaan kontraktual, melainkan sebuah pengembaraan spiritual yang mengantarkannya memeluk perspektif baru dalam melahirkan karya-karya kreatif.
Menggali Potensi Diri Lewat Kombinasi Seni dan Aktivitas Modeling
Di sela-sela kepadatan jadwalnya untuk tampil di panggung runway dan merampungkan sesi pemotretan komersial, Viknes tetap meluangkan waktu khusus untuk menumpahkan imajinasinya di atas kanvas lukis.
Ia memosisikan seni rupa dan dunia modeling sebagai dua buah instrumen medium yang setara dalam menyediakannya ruang untuk menuangkan ekspresi diri.
Apabila aktivitas modeling mengantarkannya mencicipi aneka kebudayaan serta memori baru, maka seni lukis bertindak sebagai jembatan baginya untuk mengkristalisasi seluruh rangkaian pengalaman tersebut menjadi sebuah bentuk karya yang utuh.
Atas dasar itulah, dirinya kini enggan memperdebatkan kedua bidang tersebut sebagai opsi pilihan yang harus saling dipertentangkan. Sebaliknya, dunia modeling dan seni rupa kini telah melebur menjadi satu kesatuan perjalanan yang padu, yakni instrumen yang membantunya membaca dunia sekaligus menyelami kedalaman dirinya sendiri.
Andika Riyan Satriya Nugraha
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












