Jumat, 10 Juli 2026

AS-Iran Damai, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di RDG Juni

AS-Iran Damai, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di RDG Juni
Bank Indonesia.

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) diproyeksikan akan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan berlangsung 17–18 Juni 2026. 

Prediksi ini menguat menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diyakini akan menurunkan ketegangan geopolitik serta menekan harga minyak dunia.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi katalis positif bagi stabilitas ekonomi nasional. 

Baca Juga

Saham BBCA, MORA & ASII Pimpin Penguatan IHSG di Pagi Ini

"Pada saat Selat Hormuz dibuka, harga minyak turun sehingga permintaan impor dolar semakin menyempit," ujar Ibrahim, Selasa (16/6/2026). 

Ia menilai, jika distribusi energi kembali normal dan tekanan inflasi mereda, BI tidak perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Langkah menahan suku bunga dianggap krusial untuk menjaga beban utang pemerintah tetap terkendali. 

Saat ini, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun sudah menyentuh kisaran 7,4%. 

Ibrahim memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga lanjutan berisiko mendorong imbal hasil obligasi mendekati 8%, yang akan menambah beban fiskal negara.

Dari sisi nilai tukar, keputusan untuk mempertahankan suku bunga diprediksi akan memberikan sentimen positif bagi rupiah. 

Rupiah diperkirakan berpotensi menguat sekitar 50 poin meski masih menghadapi tekanan dari risiko perang dagang global. 

Dengan fundamental ekonomi domestik yang terjaga serta harga minyak yang bergerak menuju asumsi APBN, stabilitas ekonomi Indonesia dinilai memiliki ruang untuk tumbuh lebih baik ke depannya.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pasar Nanti Data Inflasi, Rupiah Dibuka Turun Menjadi Rp17.961

Pasar Nanti Data Inflasi, Rupiah Dibuka Turun Menjadi Rp17.961

Hadapi Tantangan Global, Bank Jakarta dan BEI Dorong Transformasi

Hadapi Tantangan Global, Bank Jakarta dan BEI Dorong Transformasi

Prabowo: Hukum Tidak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Politik

Prabowo: Hukum Tidak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Politik

Dolar Perkasa, Harga Emas Dunia Hari Ini Diprediksi Melemah

Dolar Perkasa, Harga Emas Dunia Hari Ini Diprediksi Melemah

Dolar AS Kuat, Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun ke US$3.942

Dolar AS Kuat, Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun ke US$3.942