Sabtu, 11 Juli 2026

Duel Portugal vs Kongo: Fokus ke Ronaldo, Kongo Bawa Semangat Lumumba

Duel Portugal vs Kongo: Fokus ke Ronaldo, Kongo Bawa Semangat Lumumba
Piala Dunia 2026: Ronaldo Jadi Sorotan Portugal Lawan Skuad Kongo [FOTO : NET].

JAKARTA - Persaingan antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi mulai mereda semenjak Messi memenangi Piala Dunia, satu-satunya trofi yang sekian lama luput dari tangannya. Momen bersejarah tersebut terjadi saat ia mengantarkan Argentina merengkuh gelar juara di Qatar tahun 2022 silam.

Messi sukses meraih apa yang sangat diidamkannya, sementara Ronaldo terus menunggu peluang guna merealisasikan mimpi serupa.

Maka dari itu, salah satu sorotan utama pada ajang Piala Dunia 2026 ialah kiprah penyerang Portugal berumur 41 tahun tersebut.

Baca Juga

Bocoran Jadwal Rilis iPhone 18 Pro dan iPhone Ultra Mulai Terungkap

Ia bakal terus menjadi pusat perhatian tiap kali Portugal berlaga, tak terkecuali di laga perdana Grup I kontra Republik Demokratik Kongo di Stadion Houston, Amerika Serikat, pada Rabu (17/6) tengah malam pukul 24.00 WIB.

Ronaldo bakal mengawali langkah pamungkasnya untuk menyejajarkan rekor dengan Messi, sekaligus melengkapi torehan prestasinya di level individu maupun tim yang telah dikumpulkannya selama dua dekade terakhir.

Di sisi lain, Messi tidak lagi memburu ambisi yang sama dengan Ronaldo. Sang kapten Argentina itu kini lebih berfokus membawa negaranya menyamai rekor Brasil dan Italia sebagai tim yang mampu mempertahankan titel juara dunia. 

Ia juga bertekad menjadi pemain Argentina kedua sesudah Daniel Passarella yang mengangkat piala bergengsi itu dua kali, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak di turnamen ini.

Terpaut usia tiga tahun lebih tua dibandingkan Messi, Ronaldo sejatinya sudah masuk kategori veteran untuk standar pesepak bola profesional. Walau begitu, jelang bergulirnya Piala Dunia 2026, dirinya tetap sukses menjadi magnet sorotan. 

Bahkan, ia bersiap mencatatkan nama sebagai pemain tertua kedua yang mentas di putaran final Piala Dunia sesudah Roger Milla. Atensi kepada Ronaldo kian membesar mengingat Piala Dunia 2026 diprediksi bakal menjadi penampilan keenam sekaligus pentas penutup dalam kariernya.

Secara rekor, Ronaldo masih menempati posisi di bawah Miroslav Klose beserta Messi dalam daftar pesepak bola pencetak gol terbanyak di sejarah Piala Dunia.

Klose memborong 16 gol dari empat Piala Dunia, sementara Messi mengukir torehan serupa dari enam edisi, tepatnya usai membukukan hattrick tatkala Argentina melibas Aljazair 3-0 di partai Grup J Piala Dunia 2026.

Di kubu lain, Ronaldo baru mengumpulkan 15 gol dari lima kali keikutsertaannya di Piala Dunia.

Kondisi ini praktis membuat misi Ronaldo seketika bertambah, yakni kembali bersaing dengan Messi guna memperebutkan predikat pencetak gol terbanyak di Piala Dunia.

Mitra hebat

Kesempatan tersebut tetap terbuka lebar lantaran Ronaldo didukung oleh rekan-rekan luar biasa di unit serangan Portugal yang siap memudahkannya mencetak gol.

Skuad Selecao, yang melenggang ke Piala Dunia 2026 usai memuncaki Grup F kualifikasi zona Eropa, dianugerahi deretan pemain tengah dan winger yang amat mumpuni.

Mereka mempunyai sosok Vitinha yang diakui sebagai gelandang bertahan terhebat di dunia, sekaligus menjadi fondasi di balik kesuksesan Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut.

Selain itu, sang kapten juga memiliki mitra yang siap memanjakannya lewat umpan-umpan matang dari si raja assist Liga Inggris, Bruno Fernandes, yang sekarang tampak lebih rela berkorban, termasuk membuka ruang gerak untuk Ronaldo.

Ronaldo beserta pelatih Roberto Martinez juga punya amunisi tajam di sektor sayap, mulai dari Pedro Neto, Francisco Conceicao, Bernardo Silva, hingga Rafael Leao, yang berpotensi menjadi opsi-opsi sama mautnya untuk mengapit Ronaldo di kedua sisi serangan Portugal.

Masih terdapat nama Joao Neves beserta Nuno Mendes yang, bersama Vitinha, sukses menyulap PSG menjadi klub sepak bola terbaik Eropa saat ini.

Apabila Neves kerap dimainkan sejajar dengan Vitinha untuk membentuk poros ganda lini tengah Portugal, maka Mendes berperan sebagai satu dari dua pelindung utama di sayap pertahanan Portugal bersama Joao Cancelo.

Area jantung pertahanan kemungkinan besar akan tetap diisi oleh duet bek tengah Goncalo Inacio serta Ruben Dias, sementara Diogo Costa yang sangat piawai menepis sepakan penalti lawan, menjadi andalan Roberto Martinez di bawah mistar gawang.

Mereka adalah barisan pemain yang paling berpeluang diturunkan sebagai starter Portugal oleh Martinez.

Kendati demikian, pemain-pemain yang diturunkan belakangan juga punya kualitas yang sepadan, sehingga tim lawan tak akan memetik keuntungan meski Martinez harus mengganti atau merombak skuadnya.

Mereka merupakan sekumpulan pemain jempolan yang bahkan menjadi salah satu alasan mengapa Piala Dunia 2026 berpotensi menghasilkan kampiun baru di luar nama-nama seperti Brasil, Uruguay, Argentina, Jerman, Spanyol, Italia, Inggris, dan Prancis.

Mengandalkan skuad yang sedalam dan sevariatif itu, Portugal punya probabilitas lebih besar untuk memenangi banyak pertandingan, tak terkecuali saat melawan Republik Demokratik Kongo.

Kongo

Usai gagal mengamankan tiket lolos otomatis dari zona Afrika lantaran posisi puncak klasemen grup kualifikasi disegel oleh Senegal, Kongo terpaksa berjuang melewati playoff antarbenua di Meksiko pada Maret 2026.

Di babak krusial itu, mereka sukses menumbangkan Jamaika guna menyudahi masa penantian panjang 52 tahun untuk masuk kembali ke putaran final Piala Dunia.

Namun pada 52 tahun lalu itu, Republik Demokratik Kongo masih menyandang nama Zaire.

Nama Zaire yang amat lekat dengan penindasan dan tiranisme itu lantas dihapuskan pada 1997 demi melenyapkan jejak warisan sang diktator Mobutu Sese Seko.

Mobutu merupakan aktor yang turut serta mendongkel pemimpin demokratis pertama Kongo, Patrice Lumumba, yang kemudian dibunuh tanpa diketahui jejaknya.

Lumumba, sang pencetus gagasan Pan Afrika, adalah juga sahabat ideologis Bung Karno di Indonesia yang sama-sama aktif menggaungkan semangat antikolonialisme di dekade 1950-an.

Mengandalkan diaspora

Api semangat Lumumba rupanya turut mengilhami timnas Kongo beserta para suporternya.

Salah satu pendukung setianya yang bernama Michel Kuka bahkan kerap mereplikasi gestur terkenal Lumumba yang diabadikan dalam wujud sebuah patung di ibu kota Kinshasa. Alhasil, Kuka pun makin sering disapa dengan julukan "Lumumba Vea".

Semenjak 2013, Kuka selalu mendukung timnas Kongo melalui gestur berdiri tak bergerak sembari mengangkat sebelah tangannya, persis bak patung Patrice Lumumba di Kinshasa.

Lumumba adalah simbol perlawanan, pendobrak, persatuan, hingga patriotisme, yang menginspirasi banyak aspek di Kongo, tak terkecuali gaya bermain tim sepak bola mereka.

Filosofi bermain tim besutan manajer Sebastien Desabre ini sendiri meleburkan kekuatan fisik, kecepatan, bakat individu, serta kedisiplinan.

Gagasan tersebut mengkristal lewat struktur bermain yang berpijak pada empat gelandang guna menyangga satu ujung tombak, ditambah satu gelandang bertahan yang difokuskan melapis lini pertahanan dalam pakem 4-1-4-1, yang fleksibel berubah ke sistem 4-4-1-1.

Filosofi itu juga merangkul persatuan serta semangat inklusif yang kuat, terbukti dari skuad yang memadukan produk lokal dan para pemain diaspora.

Tercatat sekitar 17 dari 26 penggawa Kongo merupakan warga diaspora. Bahkan seluruh 26 pemain tersebut merumput di luar negeri, di antaranya Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Arthur Masuaku, Noah Sadiki, serta Yoane Wissa, yang semuanya meniti karier di Liga Inggris.

Sederet pemain tersebut akan ditempatkan oleh pelatih Sebastien Desabre pada posisi ofensif, selaras dengan spirit timnas Kongo yang berhasrat mendominasi lapangan dan mendobrak lawan bak kobaran semangat Lumumba.

Dalam skema ini, Desabre bakal memainkan dua penyerang yang diposisikan secara vertikal, di mana Cedric Bakambu akan diplot tepat di depan Yoane Wissa.

Posisi gelandang bertahan yang diemban Samuel Moutioussamy akan difungsikan sebagai poros permainan, sementara duet eks penggawa Manchester United, Axel Tuanzebe dan Aaron Wan-Bissaka, mengisi kedua pos sayap pertahanan guna mendampingi kapten Chancel Mbemba beserta Arthur Masuaku di sentral pertahanan.

Berbekal komposisi seperti itu, Kongo bakal berupaya menahan gempuran dari barisan gelandang Portugal yang dikenal sangat kreatif.

Hanya saja, kecenderungan Kongo untuk bermain terbuka alih-alih merapatkan barisan pemain di area pertahanan sendiri (parkir bus), berisiko menjadi bumerang karena justru dapat membuat lini serang Portugal bekerja lebih leluasa.

Terlepas dari aspek tersebut, status Portugal yang bertengger di peringkat 5 dunia serta disokong skuad yang jauh lebih solid nan kreatif, menjadikan mereka punya peluang lebih besar untuk memenangi laga ini ketimbang Kongo yang menghuni peringkat 45.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Samsung Galaxy M47 Rilis: Baterai 6.000 mAh & Snapdragon 6 Gen 3

Samsung Galaxy M47 Rilis: Baterai 6.000 mAh & Snapdragon 6 Gen 3

Alasan Persib Rekrut Gabriel Mutombo untuk Gantikan Barba

Alasan Persib Rekrut Gabriel Mutombo untuk Gantikan Barba

Quartararo dan Alex Rins Resmi Tinggalkan Yamaha Usai MotoGP 2026

Quartararo dan Alex Rins Resmi Tinggalkan Yamaha Usai MotoGP 2026

Arema FC Resmi Rekrut Robi Darwis, Eks Persib yang Serbabisa

Arema FC Resmi Rekrut Robi Darwis, Eks Persib yang Serbabisa

Hasil HT Jerman Vs Paraguay 0-1: Gol Enciso Kejutkan Der Panzer

Hasil HT Jerman Vs Paraguay 0-1: Gol Enciso Kejutkan Der Panzer