Sabtu, 11 Juli 2026

HERO Pacu Ekspansi Guardian dan Kanal Digital IKEA di 2026

HERO Pacu Ekspansi Guardian dan Kanal Digital IKEA di 2026
HERO Siapkan Jurus Ekspansi Guardian dan Perkuat Kanal Digital IKEA [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten yang mengelola jaringan Guardian serta IKEA, PT DFI Retail Nusantara Tbk. (HERO) merancang sejumlah taktik guna mempertahankan pertumbuhan bisnis di sepanjang 2026.

 Perseroan bakal mempercepat perluasan jaringan Guardian lewat skema lisensi sekaligus waralaba, dan di saat bersamaan memperkokoh kanal digital IKEA di tengah gempuran tantangan daya beli serta ketidakpastian ekonomi.

President Director DFI Retail Nusantara Hadrianus Wahyu Trikusumo menuturkan belum bisa memaparkan proyeksi kinerja keuangan secara mendetail untuk sepanjang 2026. 

Baca Juga

Gelar Executive Session, Telkom Perkuat Tata Kelola & Patuh Regulasi

Kendati demikian, perseroan memastikan realisasi bisnis sampai kuartal I/2026 beserta capaian Guardian dan IKEA pada paruh pertama tahun ini tetap berada di jalur yang selaras dengan target internal.

"Full year kami belum bisa memberikan prediksi. Namun sejauh ini hasil kuartal I dan pencapaian Guardian maupun IKEA hingga Mei masih baik dan on track sesuai target yang telah kami tetapkan," ujarnya dalam Public Expose yang dikutip, Selasa (30/6/2026).

Hadrianus menjabarkan bahwa untuk Guardian, perseroan tengah merancang ekspansi lewat model waralaba. Akan tetapi, berhubung proses sertifikasi waralaba masih berjalan, perusahaan untuk sementara waktu menerapkan skema lisensi bisnis sebagai langkah awal dalam memperluas jaringan toko.

Selain melalui lisensi, HERO pun tetap meneruskan pembukaan gerai Guardian milik sendiri dengan membidik pusat perbelanjaan baru di lokasi strategis yang selaras dengan kriteria perseroan.

Head of Finance Guardian Indonesia Melia Asmita menyebutkan strategi pertumbuhan Guardian pada tahun ini menitikberatkan pada peningkatan aksesibilitas serta kepercayaan pelanggan. 

Pihaknya berniat memperbanyak peluncuran produk kecantikan lokal besutan pelaku UMKM. Langkah tersebut ditempuh guna memperluas pilihan produk sekaligus mendekatkan merek-merek lokal kepada konsumen.

"Kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi kesehatan dan kecantikan yang semakin mudah dijangkau melalui ekosistem omnichannel yang kuat, produk-produk terpercaya, serta berbagai inisiatif yang mendukung gaya hidup sehat," jelasnya.

Di sisi lain, strategi yang dijalankan perseroan untuk menumbuhkan kinerja IKEA berbeda. Hadrianus memilih untuk memaksimalkan kanal digital ketimbang mendirikan toko fisik baru. 

Dia menilai ukuran gerai IKEA yang besar memerlukan investasi serta biaya operasional yang tinggi sehingga perusahaan lebih memprioritaskan peningkatan produktivitas toko yang sudah beroperasi.

"Store IKEA ukurannya besar sehingga biaya operasionalnya juga besar. Karena itu kami fokus meningkatkan performa toko yang ada, sedangkan ekspansi lebih diarahkan ke kanal online," ujarnya.

Untuk lini bisnis IKEA, perusahaan telah menyiapkan tiga fokus utama pada semester II/2026. Pertama, melanjutkan investasi pada sektor infrastruktur dan peningkatan pengalaman pelanggan yang telah berjalan semenjak tahun lalu. Kedua, mengincar segmen konsumen dengan nilai transaksi tinggi. 

Di tengah tren melemahnya daya beli secara global, perusahaan mengamati masih ada peluang dari pelanggan yang melakukan pembelian dalam nominal besar meskipun frekuensi transaksi cenderung menurun.

"Secara keseluruhan basket size memang mengalami penurunan. Namun masih ada pelanggan yang melakukan pembelian dengan nilai cukup tinggi dan itu akan menjadi target kami ke depan," katanya.

Ketiga, mengakselerasi pengembangan bisnis IKEA for Business, yakni divisi yang melayani kebutuhan konsumen korporasi layaknya apartemen, pengembang perumahan, hingga perkantoran. Menurutnya permintaan dari segmen business to business (B2B) memperlihatkan pertumbuhan yang kuat dalam dua tahun terakhir dan dipandang masih mempunyai prospek yang menjanjikan.

"IKEA for Business menjadi salah satu area yang pertumbuhannya cukup baik. Ke depan kami akan terus mengembangkan segmen ini karena peluangnya masih sangat besar," ujarnya.

Menengok kinerja keuangan HERO pada kuartal I/2026, perseroan menjaring pendapatan sebesar Rp1,4 triliun atau naik 16% bertolak dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,21 triliun. 

Sementara itu, per kuartal I/2026, HERO mencatatkan laba bersih senilai Rp87 milar. Angka ini meningkat bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp27,1 miliar. 

Walau begitu, HERO juga mengakui situasi ekonomi saat ini masih menghadirkan tekanan bagi industri ritel, utamanya dipicu oleh kenaikan harga sejumlah bahan baku yang berimbas pada biaya operasional.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

WIFI Alokasikan Dividen Rp10,6 M dan Rombak Jajaran Pengurus

WIFI Alokasikan Dividen Rp10,6 M dan Rombak Jajaran Pengurus

Mitratel (MTEL) Bagikan Dividen Rp2,08 Triliun, Rasio Capai 98 Persen

Mitratel (MTEL) Bagikan Dividen Rp2,08 Triliun, Rasio Capai 98 Persen

Mitratel (MTEL) Optimistis Konsolidasi Telko Dongkrak Aset Korporasi

Mitratel (MTEL) Optimistis Konsolidasi Telko Dongkrak Aset Korporasi

NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun, Setara 30 Persen Laba Bersih

NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun, Setara 30 Persen Laba Bersih

Penjualan Komatsu UNTR hingga Mei 2026 Turun 28,05 Persen

Penjualan Komatsu UNTR hingga Mei 2026 Turun 28,05 Persen